Sabtu, 31 Mei 2014

101 Bukti Yesus Bukan Tuhan


KATA PENGANTAR
Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam," padahal Almasih sendir berkata, "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya siapa saja yang mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya Allah haramkan surga atasnya, dan tempatnya di neraka, dan tidaklah ada penolong bagi orang-orang yang zalim." (Q.S. 5 al-Maidah 72).
 

"Sungguh kafirlah orang-orang yang berkata, "Bahwasanya Allah salah satu dari tiga," padahal tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Maha Esa. Dan jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakana itu, sungguh orang-orang yang kafir di antara mereka yang ditimpa azab yang pedih." (Q.S. 5 al Maidah 73).

"Dan (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang telah Kami beri karunia (kenabian) atasnya dan Kami menjadikannya sebagai teladan bagi Bani Israil." (Qs 43 Az Zuhkruf 59).
 

"Hai sekalian manusia, telah dijadikan suatu perumpamaan, maka dengarlah perumpamaan itu. Sesungguhnya yang kamu seru selain Allah, mereka tidak sekali-kali dapat membuat lalat walaupun mereka hanya berhimpun untuk itu. Dan jika lalat itu merampas semua dari mereka, niscaya mereka tidak sanggup merebutnya dair lalat itu. (Inilah)  kelemahan yang menuntut (si penyembah) dan yang dituntut (benda yang disembah)." (Qs 22 Al Hajj 73).
 

"Tiap-tiap orang yang telah mendengar kenabianku baik Nashrani atau Yahudi kemudian bila ia mati tidak masuk Islam, niscaya ia ahli neraka," (HR. Muslim).


Perlu kita sadari bersama bahwa selama ini sering terjadi perbedaan pendapat antara muslim dan Nashrani pada umumnya yaitu dikarenakan kesalahpahaman persepsi tentang siapa Yesus yang sebenarnya.

Hampir semua umat Kristiani di dunia ini beranggapan bahwa Yesus itu adalah Tuhan, sementara umat Islam dimanapun mereka berada, tidak ada satupun diantara mereka yang beranggapan Yesus sebagai Tuhan.

Buku kecil yang ditulis oleh sahabat saya bapak Insan LS Mokoginta  ini, memberikan suatu pandangan yang sangat rasional bagi kita semua, terutama bagi umat Kristiani dalam menntukan sikap terhadap siapa sebenarnya yang perlu disembah, apakah Yesus atau Allah, apalagi latar belakang dia segbagai seorang Mullaf mantan Kristen Katolik.

Sebagai Mantan Diplomat Indonesia, sudah cukup banyak Negara di dunia ini yang pernah saya singgah. Ternyata cukup banyak kaum intelek mereka yang tidak percaya lagi Yesus sebagai Tuhan. Bahkan sebagian ada yang mengatakan bahwa God was die (Tuhan telah mati). Lebih ironis lagi di Belanda, lebih ari 50% mereka telah keluar dari agama Kristen dan menyatakan tidak beragama, karena mereka ingin menghidar dari perpuluhan yang tiap bulan dipotong langsung dari gaji mereka. Hal ini terjadi karena mereka sudah tidak meyakini lagi Yesus sebagai Tuhan. Makanya tidak heran jika diluar negeri yang masuk Gereja hanyalah kakek-kakek dan nenek-nenek serta anak-anak kecil saja, bila anak muda risih ke Gereja, mereka merasa risih karena akan dianggap "too young" (Terlalu muda) karena Gereja hanya di isi oleh kakek nenk yang tinggal menghabisi sisa-sisa umur mereka dan anak kecil yang tidak paham.

Cukup banyak data menunjukkan bahwa di luar negeri sudah banyak gereja-gereja dujual karena ditinggalkan jemaatnya, dan ada sebagaian yang dibeli umat Islam dan telah dijadikan Masjid.

Oleh sebab itu, tidaklah berlebihan jika buku yang ditulis oleh rekan saya bapak Insan LS Mokognta menarik sekali kita simak, karena argument yang disampaikan beliau begitu rasional, mudah dicerna. Ebih menarik lagi karena pak Insan LS Mokoginta ini adalah seorang Muallaf mantan Kristen Katolik.

Bukan hanya buku ini saja yang perlu kita baca, apabila kita ingin mengetahui lebih dalam tentang Ilmu Kristologi, terutama bila kita ingin mendakwahkan kebenaran agama Islam kepada mereka yang non muslim. Ada lebih sepuluh judul yang beliau tulis dan ada juga VCD perdebatan beliau yang perlu kita miliki apabila ingin berdakwah dikalangan ummat Kristiani.

Buku ini sangat baik dipakai oleh para da'i maupun siapa saja, terutama dalam meluruskan kesalahpahaman terhadap siapa diri Yesus itu yang sebenarnya menurut Al Qur'an & Al kitab.

Saya yakin buku ini akan memberikan andil yang besar dalam dunia dakwah, terutama di kalangan saudara-saudara kita kaum Nasrani.



Surabaya, 10 April 2005




Sambutan

DKH Abdullah Wasi'anPakar Kristologi Indonesia



Alhamdulillah, saya bersyukur ke hadirat Allah SWT, di usiaku yang sudah uzur 89 tahun, ternyata masih sempat saya membaca dan menyaksikan bahkan memberikan sambutan dalam buku yang ditulis saudaraku Insan LS Mokoginta yang muallaf mantan Kristen Katolik ini.

Saya bangga dengan hasil karya beliau, karena judul buku ini sangat menarik sekali dibaca oleh siapapun baik ummat Islam apalagi ummat Kristiani.

Banyak penulis buku yang telah menulis seri kajian Kristologi seperti ini, namun tidak sekomplit dan sebanyak 101 Alasan seperti yang ditulis oleh saudara Insan LS Mokoginta dalam buku ini. Argument-argument beliau sangat rasional, logis, mudah dipahami dan berdasarkan ayat-ayat dalam dua kitab suci yang berbeda, yaitu kitab suci Al Qur'an dan Alkitab atau Bibe.

Saya sangat berharap agar buku ini bisa diterjemahkan dalam berbagai bahasa, terutama bahasa Inggris, agar bisa dibaca dan dipahami oleh bangsa lain dimanapun mereka berada.

Salah satu persoalan keimanan yang paling mendasar yang sangat berbeda antara Islam dan Kristen, yaitu masalah ketuhanan Yesus. Ummat Kristiani menyakini 100% bahwa Yesus adalah Tuhan, sementara bagi semua ummat Islam, meyakini 100% bahwa Yesus (Nabi Isa as) hanya sebagai Nabi atau Rasul Allah. Perbedaan tersebut hanya bisa diluruskan apabila ummat Kristiani mau membaca dan mengkritisi serta mengamalkan isi kandungan buku sekecil ini.

Cukup banyak saudar-saudara kita ummat Kristiani yang terpelajar mendapat hidayah masuk Islam setelah mereka mempelajari dan mengkritis kitab suci mereka sendiri. Untuk itu saya yakin buku ini akan banyak memberikan manfaat bagi kita semua dalam memahami kedudukan Yesus (Isa as) yang sebenarnya menurut Al Qur'an dan Alkitab, apalagi terhadap saudara-saudara kita yang Nasharni.

Seandainya ummat Kristiani mau benar-benar membaca dan menggunakan akal sehat, insya Allah jurang pemisah antara Islam dan Kristen akan semakin dekat, kehidupan sesame ummat beragama akan semakin harmonis.

Sebenarnya sudah sangat terlambat bagi kita ummat Islam menyampaikan pesan-pesan Allah dalam Al Qur'an, sebagaimana dulu Rasulullah saw mendakwahkan Islam kepada orang-orang Nasrani. Maka sekarang sudah saatnya kita menyampaikan, menyeru dan mengajak mereka ke dalam Islam, sebagaimana Rasulullah mengirim surat ajakan masuk Islam terhadap raja Heraclius di Roma. Dalam surat tersebut beliau (Nabi Muhammad saw) mengutip Qs 3 Ali Imran 64 sebagai berikut :

"Katakanlah, "Hai Ahli Kitab, marilah kita kepada kalimat (yang sebenarnya) sama antara kami dengan kamu (yaitu) bahwa tidak kita sembah selain Allah, dan tidak kita mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun juga. Dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagaian yang lain sebagai Tuhan selain dari Allah,". Maka jika mereka berpaling, katakanlah, "Saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah muslim."

Perintah Allah tersebut, benar-benar Rasulullah laksanakan dan sampaikan kepada Ahli Kitab. Tapi sayangnya perintah kepada Ahli Kitab tersebut, sangat sedikit sekali da'i kita mau sampaikan, mengajak dan mendakwahkannya kepada Ahli Kitab agar mereka mau menerima Islam sebagai agama yang haq. Saya yakin buku ini besar sekali manfaatnya dalam dakwah Islam.

Alhamdulillah segala puji hanya kepada Allah yang telah memberikan hidayah-Nya sehingga buku ini bisa saya selesaikan dalam waktu relative singkat, satu bulan. Shalawat serta salam kepada uswatun hasanah, teladan kita baginda Rasulullah Muhammad saw.

Kami menyadari bahwa judul buku ini akan menuai reaksi positif maupun negative yang cukup besar dari kalangan muslim dan kristiani. Namun demikian bukanlah kami bermaksud mendis-kreditkan salah satu agama, tidak! Sebab ummat Kristiani juga harus menyadari bahwa Yesus yang menurut kami adalah Nabi Isa as, adalah nabi kami yang ummat Islam juga.

Di dalam Al Qur'an, nama Nabi Isa as lebih banyak disebut dari nama Nabi Muhammad saw, demikian juga nama Siti Maryam bunda Nabi as. Bahkan dalam Al Qur'an ada nama surat Maryam. Lebih daripada itu, tidak sempurna iman seorang Islam jika tidak mengimani semua Rasul Allah, termasuk Nabi Isa as (Yesus).

Bahkan beriman kepada semua Nabi Allah termasuk Yesus (Nabi Isa as) dan kitab-kitab-Nya (termasuk Taurat, Zabur dan Injil) adalah bagian dari Rukun Iman  kita. Karena itu, kitab-kitab yang
"Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil," (Qs 3 Ali Imran 3).

Oleh sebab itu jika kami meluruskan kesalahpahaman dalam kitab-kitab tersebut, bukanlah berarti kami mencampuri urusan agama lain, tetapi semata-mata sebagai pembelaan dalam rangka meluruskan kesalahpahaman dalam mengimaninya.

Meluruskan kekeliruan terhadap Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani) adalah tugas setiap mubaligh Islam, bahkan diperintahkan Allah SWT untuk menyampaikannya, sebagaimana firman-Nya  sebagai berikut :
turun sebelumnya seperti Taurat, Zabur dan Injil (yang asli) adalah kitab kami ummat Islam 
juga.

"Katakanlah, "Hai Ahli Kitab, tidaklah kamu berada atas sesuatu (kebenaran) hingga kamu menegakka (ajaran-ajaran) Taurat, Injil dan apa yang diturunkan kepada kamu dari Tuhan kamu. Dan apa-apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, bagi kebanyakan mereka sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran-Nya. Maka janganlah engkau berduka cita terhadap kaum kafir. (Qs 5 al Maidah 68)



Allah perintahkan sampaikan kepada Ahli Kitab supaya mereka tidak terjerumus kepada kekufuran dan kekafiran, maka hendaklah mereka tegakkan kebenaran ajaran Taurat, Injil dan Qur'an. Sebab itu sangat beralasan jika kami luruskan para Ahli Kitab agar mereka sadari kekeliruan mereka, dan kembali kepada jalan yang benar.

Buku ini sangat baik dibaca oleh umat Islam dan Kristen, karena masalah ketuhanan Yesus sejak zaman dahulu dipermasalahkan. Bagi yang benar-benar ingin mencari kebenaran hakiki, insya Allah ditemukan dalam buku ini.

Saran dan kritik tentu kami harapkan dari para pembaca demi kesempurnaan buku ini.

Katakanlah, "Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta. Dia tidak beranak dan tidak pula beranak, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya." (Qs 112 : 1-4). (1)





** Tulisan Arab  berasal Al Quran Digital
 

(1). Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum musyrikin meminta penjelasan tentang sifat-sifat Allah kepada Rasulullah saw. dengan berkata: "Jelaskan kepada kami sifat-sifat Tuhanmu." Ayat ini (S. 112:1-4) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai tuntunan untuk menjawab permintaan kaum musyrikin.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, al-Hakim dan Ibnu Khuzaimah dari Abi Aliyah yang bersumber dari Ubay bin Ka'ab. Diriwayatkan pula oleh at-Thabarani dan Ibnu jarir yang bersumber dari Jabir bin Abdillah dan dijadikan dalil bahwa surat ini Makkiyah.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi menghadap kepada Nabi saw. dan diantaranya Ka'bubnul 'asyraf dan Hay bin Akhtab. Mereka berkata: "Hai Muhammad, lukiskan sifat-sifat Tuhan yang mengutusmu." Ayat ini (S.112:1-4) turun berkenaan dengan peristiwa itu.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah dan Ibnu Mundzir yang bersumber dari Sa'id bin Jubair. Dengan riwayat ini Sa'id bin Jubair menegaskan bahwa surat ini Madaniyyah.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Ahzab(Persekutuan antara kamu Quraisy, Yahudi Madinah, kaum Goththafan dari Thaif dan munafiqin Madinah dan beberapa suku sekeliling Makkah) berkata: "Lukiskan sifat Tuhanmu kepada kami." Maka datanglah Jibril menyampaikan surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat-sifat Allah.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Abil 'Aliyah yang bersumber dari Qatadah.)

Keterangan:Menurut as-Suyuthi kata "al-Musyrikin" dalam hadits yang bersumber dari Ubay bin Ka'ab ialah musyrikin dari kaum Ahzab, sehingga surat ini dapat dipastikan Madaniyyah sesuai dengan hadits Ibnu Abbas. Dengan demikian, tidak ada pertentangan antara dua hadits tersebut di atas dan diperkuat pula oleh riwayat Abus Syaikh di dalam kitabul Adhamah dari Aban yang bersumber dari Anas yang meriwayatkan bahwa Yahudi Khaibar menghadap kepada Nabi saw. dan berkata: "Hai Abal Qasim! Allah menjadikan malaikat dari cahaya hijab, Adam dari tanah hitam, Iblis dari api yang menjulang, langit dari asap, dan bumi dari buih air. Cobalah terangkan kepada kami tentang Tuhanmu." Rasulullah saw tidak menjawab, sehingga turunlah Jibril membawa wahyu surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat Allah.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar