1 0 A L A S A
N
Menjadi
Pengikut Yesus yg Setia Harus Masuk Islam
Sambutan
Untuk yang
kesekian kalinya saya sangat bersyukur kehadirat Allah SWT, karena kehadiran
buku kecil ini sangat dibutuhkan oleh umat dewasa ini.Buku ini sangat membantu
bagi para da’i kita dalam berdakwah kepada kaum muslimin juga non muslim
(Kristiani).
Saya yakin isi
buku initidak akan pernah usang dalam dunia dakwah Kristologi, sebab apa yang
tertulis dalam buku ini semuanya realita, dimana ke 10 alasan tersebut,
benar-benar semuanya diamalkan oleh umat Islam.
Sangat tepat
sekali judul yang diberikandalam buku ini, sebab pada kenyataannya 10 alasan
pokok yang tertulis dalam Alkitab, benar-benar umat Islam-lah yang
mengamalkannya, sementaran umat Kristiani yang mengaku empunya Alkitab (Bible)
justru tidak mengamalkannya.
Saya melihat bahwa
isi buku ini sama sekali tidak mendiskreditkan Alkitab atau pemeluk agama
Kristen, tetapi justru mengajak mereka untuk mengkritisi dan mengkaji lebih
dalam lagi kitab mereka sendiri.
Seandainya semua
umat Kristiani mengamalkan apa yang tertulis dalam kitab mereka (khususnya ke 10
alasan tersebut), saya yakin tidak ada pilihanlain selain harus masuk Islam,
karena pada dasarnya menurut Al Qur’an semua nabi mengajarkan tauhid, berarti
mereka semua beragama islam.
Hal sesuai
firman-Nya dalam Qs 3 : 83
83. Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama
Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di
bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka
dikembalikan.
Buku ini sangat
baik dimiliki oleh siapapun terutama bagi mereka yang ingin mencari kebenaran
yang haqiqi, karena referensi-referensinya diambil dari dua sumber yang berbeda,
yaitu Alkitab (Bible) dan Al Qur’an
Sebagai Ketua
Umum Lembaga Kristologi Indonesia, saya pribadi sangat mendukung terbit
terbitnya buku ini karena manfaatnya sangat besar bagi umat beragama manapun.
Dalam Al
Qur’an surat Maryam
16-37 disebutkan bahwa Maryam (Maria) ibu Yesus adalah seorang wanita shalihah
yang seluruh hidupnya digunakan untuk mengabdi kepada Allah. Dia amat menjaga
kehormatannya dari sentuhan laki-laki. Lalu Allah mengutus roh kudus (malaikat
Jibril) utuk memberitahu Maryam bahwa dia akan melahirkan seorang laki-laki
bernama Isa Almasih. Untuk membuktikan bahwa bayi laki-laki yang digendongnya
itu bukanlah hasil perzinahan, Allah memberi mukjizat kepada Isa (Yesus) yang
masih merah itu bsa berbicara:
30.
Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil)
dan Dia menjadikan aku seorang nabi, 31. dan Dia
menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia
memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku
hidup; 32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak
menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. 33.
Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada
hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali."
(Q.S. Maryam 30-33)
Selain mukjizat
bisa berbicara ketika nasih bayi berusia beberapa hari, Allah juga memberi
mukjizat kepada nabi Isa (Yesus) setelah menjadi nabi, seperti bisa menghidupkan
orang mati, menyembuhkan orang berpenyakit lepra, orang buta mata bisa melihat
dan lain-lain,
Sebelum nabi Isa
lahir, masyarakat Medeterania memiliki kepercayaan yang sudah mendarah daging
menyembah Dewa Matahari. Menurut keyakinan mereka, dewa ingin menyelamatkan dan
menebus dosa manusia dengan berinkarnasi menjadi manusia anak dewa. Anak dewa
ini lahir di hari Minggu (Sunday; sun=matahari; day=hari) tanggal
25 Desember. Di Persia, anak dewa matahari ini disebut Mithra,
di
Syiria dinami Tammuz, di Yunani bernama Dyonisus, di Mesir disebut
Osiris, dan lain-lain.
Sedangkan
orang-orang Yahudi hanya mempercayai Allah sebagai satu-satunya Tuhan Pencipta
Alam semesta. Pada mulanya nabi Ibrahim (nenek moyang bangsa arab dan
israel) yang
berbahas semit memanggil Tuhannya: Allah atau Eloah. Setelah kematian
nabi Sulaiman (raja salomo), Israel pecah menjadi
dua. Israel utara menyebut
Allah dengan elohim (Allah yang Maha Kuasa); Israel selatan (Yudea)
setelah dihancurkan Nebudkadnezar (Babilonia) dan karena ancaman penguasa negara
penghancur, maka dia menyamarkan nama Allah menjadi YHWH (Yahweh), yang
dalam bahasa Arab berarti “ya Huwa” (ya Dia). Kondisi seperti ini sama dengan
yang dialami umat Islam Indonesia yang ditekan oleh penguasa, sehingga mereka
tidak berani menyebut nama Allah, melainkan hanya menyebut Tuhan YME (Yang Maha
Esa).
Orang yahudi
Essenes seperti nabi Zakaria, nabi Yahya dan nabi Isa (yesus) selalu mengikuti
ajaran nabi Ibrahim dan menegakkan hukum Taurat nabi Musa as. Sehingga mereka
pun menjalani khitan atau sunat, berdoa, dan berwudlu (bersuci), dan sujud dalam
shalat.
“Maka
datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka
hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya” (Lukas 1:59)
“Dan ketika
genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama
yang disebutkan oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.” (Lukas 2:21)
Setiap akan
shalat mereka selalu berwudhu atau bersuci:
“Musa dan
Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari
dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka
datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan- seperti
yang diperintahkan Tuhan kepadan Musa.” (Keluaran
40:31-32)
Meskipun Paulus
telah melakukan beberapa perubahan terhadap ajaran Yesus, dia tetap setia
menghormati wudlu sebagaimana dinyatakan dalam Kisah
Rasul 21:26 berikut ini:
“Pada
hari berikutnya Paulus membawa orang-orang itu serta dengan dia, dan ia
mentahirkan (mensucikan) diri bersama-sama dengan mereka, lalu masuk ke Bait
Allah........”
Para nabi seperti
Ibrahim, Musa, Yosua (Yusak) dan Yesussaat shalat pasti melakukan sujud. Hal ini
diakui sendiri oleh Alkitab:
“Lalu
sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya.....”
(Kejadian 17:3)
“Maka pergilah
Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian
tampaklah kemuliaan Tuhan kepada mereka.” (Bilangan
20:14)
“Lalu sujudlah
Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya:”Apakah yang akan
dikatakan tuanku kepada hambanya ini?” (Yosua
5:14)
“Masuklah,
marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita,”
(Mazmur 95:6)
“Maka Ia
(Yesus) maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-ku, jikalau
sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti
yang kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39; Markus 14:35; Lukas 22:41-42)
Dan Yesus sendiri
dengan tegas menyatakan bahwa dia tidak akan menghapus atau mengganti hukum
Taurat:
”Karena Aku
(Yesus) berkata kepada-mu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini,
satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum
semuanya terjadi.” (Matius 5:18)
Kepergian Yesus
setelah selamat dari upaya pembunuhan dan penyaliban, terjadi
keadaan:
1. Murid-murid
Yesus tetap melanjutkan ajaran gurunya yakni bertauhid (tidak ada tuhan selain
Allah) dan menegakkan hukum Taurat.
2. Masyarakat
yang sudah mendarah daging dengan kepercayaan kepada Dewa Matahari dan Anaknya
dengan berbagai nama di wilayah masing-masing, menganggap bahwa nabi Isa (Yesus)
yang mampu melakukan sesuatu yang luar biasa (mukjizat) adalah Anak Dewa
Matahari, yang kemudian disebut sebagai Anak Tuhan Allah.
3. Penguasa
kekaisaran Romawi melihat kesamaan agama-agama yang dianut oleh penduduk di
wilayah kekuasaanya, meskipun nama dewanya berbeda: Mithra, Tammuz,Osiris dan
Dionysius. Kecuali bangsa Yahudi yang hanya menyembah kepada Allah.
Agar tidak
terjadi kekacauan karena masalah agama yang bisa merugikan imperium Romawi, maka
kekaisaran berusaha mempersatukan agama-agama mereka yang pada hakekatnya tuhan
sesembahan mereka adalah sama, dewa matahari, meskipun namanya berbeda.
Disamping masyarakat Medeterania sudah menganggap sudah menganggap Yesus adalah
Anak Dewa Matahari, sekaligus sebagai inkarnasi dewa berwujud manusia, Romawi
ingin menampilkan figur yang bisa mewakili agam Yahudi, maka ditunjuklah Yesus
untuk dijadikan figur sentral kesatuan agama tersebut. Yesus dijadikan sebagai
Anak Tuhan pengganti Anak Dewa Matahari, dengan kompensasi seluruh ajaran Taurat
Musa yang ditegakkan oleh Yesus diganti dengan tatacara agama penyembah berhala
atau dewa matahari.
Penguasa Romawi
menugasi semacam Badan Intelijen dimasa kini, yang kemudian menunjuk Sauls
(Paulus) sebagai pelaksananya dengan cara melakukan ilfiltrasi di internal
murid-murid Yesus.Oleh karena itu kita bisa memahami kesimpangsiuran pengakuan
pertobatan Paulus yang dicatat oleh dokter pribadiya, Lukas, dalam Kisah
Para
Rasul 9:7; 22:9; dan 26:13-14.
Paulus sebagai
agen intelejen yang diback up penuh oleh penguasa, berhasil mempengaruhi
masyarakat Medeterania yang memang sudah menganalogikan bahwa Yesus itu sama
dengan Anak Dewa Matahari. Surat-surat Paulus dianggap surat suci, dan Injil
yang diterima Yesus dari Allah diganti dengan Injil yang beisi cerita tentang
Yesus. Surat Paulus dan Injil buatan orang-orang dekat Paulus ini kemudian
dikumpulkan menjadi Kitab Suci Perjanjian Baru yang kemudian menjadi pegangan
hidup bagi umat Kristen sekarang.
Agar lebih mudah
untuk memahami gerakan ilfiltrasi Paulus ini, Kami contohkan seperti kasus
Jaringan Islam Liberal di Indonesia (JIL).
Untuk mengacaukan
ajaran Islam, Badan Intelejen Amerika Serikat, CIA, (Central Intellegent
Agency) membentuk lembaga dana sosial bernama Asia Foundation yang mengucurkan
dana 1,4 milyar dollar per tahun kepada JIL yang diketuai oleh
Ulil Abshar Abdallah. Setiap minggu JIL berhasil mendominasi tulisan
satu halaman di koran Jawa Pos yang tirasnya mencapai sekitar
350.000eksamplar per hari, begitulah pula dengan koran lainnya. Ulama atau
cendikiawan yang ingin meluruskan pandangan JIL, tidak akan pernah mendapatkan
tempat tulisannya di koran tersebut, Mereka pun berhasil memasuki organisai
massa Islam terbesar
di Indonesia Nahdatul Ulama, Muhammadiyah.
Dosen-dosen
IAIN (sekarang UIN atau STAIN ) selurruh Indonesia banyak
mendapatkan bea siswa dari lembaga ini untuk meraih gelar doktor di bidang
Islamologi di Universitas yang memiliki jurusan Islamic Studies yang didirikan
oleh orientalis atau missionaris, seperti McGill Canada, Leiden Belanda dan
lain-lain. Dengan harapan mereka akan menjadi agen-agen perubahan ajaran Islam
sesuai dengan kehendak lembaga yang mendanainya. Dari sinilah jutaan mahasiswa
yang belajar di kampus Islam di poles oleh agen-agen ini yang bertopeng sebagai
cendikiawan muslim.
Dari dua kutub
agen ini, Al Qur’an, al- Hadits, dan referensi karya ulama Islam yang di akui
otoritasnya digugat. Sedangkan pendapat dan karya orientalis barat tentang Islam
dianggap sebagai ajaran final dan sempurna - ditelan mentah-mentah begitu saja -
tidak pernah digugat ke absahannya. Tubuh mereka ada di timur, Otak dan hati
mereka ada di Barat. Inilah bom waktu yang ditanam oleh barat ditubuh umat
Islam, yang siap meledak meluluh-lantakan tubuh itu.
Paulus menggugat
kebenaran ajaran Taurat yang ditegakkan oleh Yesus.Selama hidupnya, Yesus tidak
pernah memakan daging babi, juga tidak pernah menghalalkan daging hewan haram
ini, karna hukumTaurat mengharamkannya ( Imammat 11:7 dan
ulangan 14:8 ). Sedangkan Paulus dan pengikutnya menghalalkannya atas
nama Yesus ( Markus 7:19 ); Yesus sunat Paulus melarang sunat, dan lainnya
dapat dibaca pada buku ini, 10 Alasan menjadi Pengikut Yesus yang setia harus
masuk Islam.
Semua ajaran dan
tata cara ibadah yang dilaksanakan oleh nabi-nabi Allah, seperti Ibrahim
(Abraham), Musa, Daud (David), Zakariah, Yahya (Yohanes Pembaptis) dan Isa/Yesus
alaihis salam (semoga Allah melimpahkan keselamatan dan kedamaian padanya).
Diikuti dan dilestarikan oleh umat Islam. Karena kami mencintai nabi-nabi Allah,
termasuk mencintai nabi Isa (Yesus), maka kami harus menjadi Muslim (Orang
Islam).
Alhamdulillah
puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas karunia dan
bimbingan-Nya sehingga buku saku ini bisa kami selesaikan dalam waktu beberapa
hari saja.
Buku ini sengaja
dihadirkan dalam bentuk mini, sebagai bahan Kajian Kristologi Praktis hanya
dalam satu kali pertemuan.
Setelah kami
terbitkan buku cetakan yang pertama (Des 2004), walaupun masih dalam bentuk
stensilan, ternyata mendapat sambutan yang luar biasa dari pembaca,sehingga
habis dalam waktu yang sangat singkat. Demikian juga cetakan yang kedua (Jan
2005), walau masih dalam bentuk stensilan, namun permintaan cukup tinggi,
sehingga kami harus mencetak kembaliuntuk yang ketiga kalinya. Pada cetakan yang
ketiga ini (Maret 2005), setelah melalui serangkaian perbaikan dan
penyempurnaan, buku ini sudah dalam bentuk yang lebih baik lagi seperti yang ada
di tangan pembaca.
Buku cetakan
ketiga ini jauh lebih sempurna dibanding dengan cetakan pertama dan kedua, sebab
pada cetakan ketiga ini, sebagian besar referensi ayat-ayat Al Kitab, kami tulis
dalam berbagai bahasa daerah maupun bahasa Inggris. Tujuannya yaitu untuk lebih
meyakinkan pembaca (menurut bahasa sukunya) bahwa kata-kata pada ayat-ayat
tersebut benar-benar memberikan pengertian yang lebih tepat dan
akurat.
Sebenarnya masih
banyak alasan dalam Al Kitab yang membuktikan bahwa untuk menjadi pengikut Yesus
yang setia jalan satu-satunya harus masuk Islam. Namun sebagai bahan kajian bagi
para pemula yang ingin mengetahui Kajian Kristologi Praktis, maka kami angkat
10 alasan saja yang memberikan bukti bahwa kami umat Islam adalah pengikut Yesus
(Nabi Isa) yang sebenarnya. Nabi Muhammad Saw adalah penerus ajaran nabi
Isa:
85.
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah
akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang
yang rugi. (Qs 3 Ali Imraan 85)
Semoga kajian
Kristologi Praktis ini memberikan manfaat bagi yang ingin mencari kebenaran
hakiki. Kritik dan saran anda, sangat kami harapkan demi kesempurnaan buku kecil
ini.
Wassalam
1. Mengenai Makanan
Haram
Alkitab
cetakan baru tahun 1996-2005
Imamat
11:7-8 Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu
kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging
binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh;
haram semuanya itu bagimu.
Ulangan
14:8 juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak
memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu
makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.
Alkitab cetakan lama 1991
Imamat11:7-8
Demikian juga babi, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya
bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu.
Alkitab
cetakan lama tahun 1941
Imamat
11:7-8 Dan lagi babi, karena soenggoehpon koekoenja terbelah doewa,
ija itoe bersiratan koekoenja, tetapi tiada ija memamah bijak, maka haramlah ija
kapadamoe. Djangan kamoe makan daripada dagingnja dan djangan poela kamoe
mendjamah bangkainja, maka haramlah ija kapadamoe.
Catatan:
Menurut Alkitab babi itu haram. Kenyataanya oleh mereka bai diternak secara
khusus, dipelihara, dirawat dan dijadikan sebagai bahan dagangan, dagingnya
diperjualbelikan sebagai sumber penghidupan. Padahal jangankan memakannya,
menyentuh tubuhnya saja dilarang dalam Alkitab.
Semua umat Islam
mengharamkan babi. Tetapi hampir semua umat Kristiani justru makan babi, kecuali
sebagian kecil saja dari sekte Advent. Ini membuktikan bahwa yang ikut firman
Allah dalam Alkitab tentang haramnya babi, adalah umat Islam. Sementara umat
Kristiani yang menjadikan Alkitab sebagai Kitab Sucinya, justru tidak
mengharamkan makan babi, bahkan babi merupakan makanan kesukaan
mereka.
Menjadi
pertanyaan , mengapa umat Kristiani tidak mengharamkan makan babi, justru malah
mereka menghalalkannya?? Ternyata tanpa mereka sadari , mereka tela mengikuti
paham Paulus yang mengatakan bahwa segala sesuatu itu halal. Perhatikan ucapan
Paulus sbb:
1.
Korintus 6:12 Segala sesuatu
halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi
aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.
Ayat-ayat dalam
berbagai bahasa tersebut adalah Surat Kiriman Paulus kepada jemaatnya didaerah
Korintus. Pendapat Paulus yang menghalalkan sesuatu, seperti daging babi dan
lain-lain, bertolak belakang dengan firman Allah yang mengharamkan
babi.
Sebagai umat
beragama yng taat, semestinya yang diikuti adalah firman Allah, bukan pendapat
Paulus yang hanya manusia biasa.
Seandainya umat
Krsitiani mengikuti firman Allah tentang haramnya babi dll, dan bagaimana cara
menyembelih hewan, rasanya dalam hal makanan, tidak terlalu diragukan lagi
antara Islam dan Kristanbila menghadapi jamuan atau sejenisnya.
Ada juga sebagian
umat Kristiani mengatakan bahwa yang haram itu adalah “babi hutan”, jadi “babi
piaraan” tidak haram. Padahal Alkitab cetakan lama tertulis “babi”, sementara
Alkitab cetakan baru dirobah menjadi “babi hutan” Tentu saja yang benar yaitu
“babi”, sebab semua Alkitab cetakan lama tertulis “babi”.
Makna “ babi
haram” , berarti semua babi haram, tidak boleh dimakan, termasuk babi hutan.
Tetapi “babi hutan haram”, berarti semua babi boleh dimakan, kecuali babi
hutan.
Contoh: kata
“dilarang mrerokok “ maknanya semua rokok apapun mereknya tidak boleh di hisab.
Manakala dirobah menjadi “dilarang merokok bentoel”, berarti semua rokok bisa di
hisab, kecuali rokok bentoel bukan? Ini membuktikan bahwa penambahan satu kata
saja bisa merobah makna dan arti.
Contoh lain
“orang “ jika ditambahkan kata “hutan” akan menjadi “ orang hutan”, tentu
artinya sangat jauh berbeda. Demikian juga “babi” dengan “babi hutan” pasti
berbeda.
Tetapi sebagian
umat kristiani ada juga yang menjadikan alasan babi halal berdasarkan Injil
Matius 15:11
sbb:
“Dengar dan
camkanlah: bukan yang masuk kedalam mulut yang menajiskan orang , melainkan yang
keluar dari mulut yag menajiskan orang.”
Alasan tersebut
tidal rasional dan tidak kuat, sebab jika asal masuk kedalam mulut manusia tidak
menajiskan, bagaimana jika yang masuk ke mulut adalah : ganja, morphin,
shabu-shabu dan sejenisnya apakah jadi halal walaupun merusak tubuh, jiwa dan
pikiran manusia?
Yang namanya
ganja, morphin, shabu-shabu dan sejenisnya, walaupun sebelum masuk ke mulut
manusia dibacakan doa kepada Tuhan atau Yesus, tetap aja haram
hukumnya.
Nah ternyata
apa-apa yang benar , yang pernah difirmankan oleh Allah dalam Alkitab seperti
babi haram , diwahyukan kembali oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril kepada
Nabi kita Muhammad Saw, didalam Al Qur’an. Alhamdulillah, dimanapun , siapapun
dan sampai kapanpun umat Islam tetap akan mengharamkan babi. Firman Allah SWT,
babi haram : Qs 2 Al Baqarah 173, Qs 5 Al Maidah 3, Qs 6 Al An’aam 145, dan Qs
16 An Nahl 115.
Contoh:
Qs 2 Al Baqarah 173
173.
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan
binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi
barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya
dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Qs
An ‘aam 145
145. Katakanlah: "Tiadalah
aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi
orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang
mengalir atau daging babi - karena sesungguhnya semua itu kotor - atau binatang
yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa,
sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka
sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Perhatikan
”haramnya babi “ menurut Alkitab bahasa bahasa daerah sbb:
2. Tentang
Mengkafani Jenasah
Markus
15:46 :
Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan
mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia didalam kubur yang
digali didalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintui kubur
itu
Catatan :
Menurut ayat-ayat Alkitab di atas, ternyata Yesus mati dikafani dan dikuburkan
tidak pakai peti. Bahkan kuburan Yesus tidak dibeton tapi hanya diletakkan
sebuah batu diatasnya sebagai tanda. Tapi umat Kristen justru matinya pakai jas,
pakai sepatu, dihiasi serapih mungkin bagaikan seorang penganten dalam
pelaminan, pakai peti dan kuburnya dibangun seperti rumah. Ketika Yesus mati,
mayatnya juga disegerakan untuk dikubur walaupun baru mati beberapa jam. Tapi
umat Kristiani, sering mayat itu dibiarkan sampai beberapa hari sambil menunggu
keluarganya yang jauh untuk menengoknya.
Umat Islam bila
mati , disunnahkan mayatnya harus disegerakan menguburkannya, dikafani, dan
tidak pakai peti. Ini berarti matinya umat Islam sama seperti matinya Yesus.
Sebagaimana manusia lahir tanpa bawa apa-apa, demikian pula jika mati tidak ada
yang dibawa menghadap Allah, bekalnya hanyalah iman dan taqwa.
3. Yesus Mengaku Utusan
Tuhan
Yohanes
5:30 “aku
tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan
apa yang aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab aku tidak menuruti
kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku”.
Lukas
10:16
“Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barang siapa menolak
kamu, ia menolak Aku,; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus
Aku.”
Markus
9:37 “
Siapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan
barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus
Aku.”
Matius
10:40
“Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barang siapa menyambut Aku,
ia menyambut Dia yang mengutus Aku “.
Catatan:
Keempat injil semuanya menulis pengakuan Yesus bahwa dia itu hanya seorang
utusan Tuhan atau Rasul Tuhan. Bahkan masih banyak ayat-ayat lain di dalam
Alkitab itu sendiri, dimana Yesus mengaku bahwa dia hanya sebagai seorang utusan
Tuhan. Yesus mengaku dengan jujur dan polos, bahwa dia hanyalah seorang utusan
Tuhan, rasul Tuhan.
Umat Islam
menjadikan Yesus sebagai utusan Tuhan atau rasul Tuhan sebagaimana pengakuan
Yesus yang tertulis dalam Alkitab. Sementara semua umat Kristen menjadikan Yesus
sebagai Tuhan yang disembah. Ini membuktikan bahwa umtat Islamlah yang mematuhi
ajaran Yesus.
Perhatikan
pengakuanYesus sendiri, bahwa dia hanya seorang utusan Tuhan, menurut Alkitab
dari berbagai bahaa-bahasa daerah sbb:
Bukti lain bahwa
Yesus benar-benar hanya seorang utusan Tuhan, baiklah kami kutip kembali dan
kami komentari masih pada ayat tersebut tadi, untuk membuktikan pengakuan Yesus
sendiri bahwa dia bukanlal Tuhan dan juga bukan Allah, tetapi hanya benar-benar
hanya seorang utusan Tuhan saja.
Yoh 50:30
“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai
dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti
kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku”.
Catatan:
Jika Yesus itu Tuhan, sangat tidak masuk di akal sehat Tuhan tidak bisa berbuat
apa-apa dari diri-Nya sendiri.
Dan tidak mungkin
Tuhan tidak bisa menuruti kehendak-Nya sendiri. Yang namanya Tuhan, pasti Dia
Maha Kuasa, jadi Dia bisa berbuat menurut kehendak-Nya sendiri.
Yesus mengaku
dengan jujur dan polos bahwa dia tidak bisa berbuat apa-apa atas dirinya
sendiridan tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, karena dia hanya seorang
utusan Tuhan, bukan Tuhan!!
1. Setiap
yang diutus Tuhan, pasti bukan Tuhan
2. Yesus
diutus oleh Tuhan , berarti...........
3. Yesus
bukan Tuhan, tetapi hanya utusan Tuhan
4. Setiap
yang tidak bisa berbuat apa-apa atas didinya sendiri, pasti bukan
Tuhan
5. Yesus
tidak bisa berbuat apa-apa atas dirinya sendiri, berarti Yesus bukan
Tuhan
6. Setiap
yang tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
7. Yesus
tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan
Di dalam Al
Qur’an yang Allah wahyukan kembali kepada nabiMuhammad Saw, Yesus (nabi Isa as)
juga mengatakan bahwa dia hanyalah seorang utusan Tuhan atau rasul Tuhan, bahkan
hanya untuk bani Israil saja , bukan untuk seluruh dunia.
Qs 3 Ali Imran 48-49
48. wayu'allimuhu (a)lkitaaba wa(a)lhikmata wa(al)ttawraata
wa(a)l-injiil(a) 49. warasuulan ilaa banii israa-iila
annii qad ji/tukum bi-aayatin min rabbikum annii akhluqu lakum mina
(al)ththhiini kahay-ati (al)ththhayri fa-anfukhu fiihi fayakuunu thayran
bi-idzni (al)laahi waubri-u (a)l-akmaha wa(a)l-abrasha wauhyii (a)lmawtaa
bi-idzni (al)laahi wa-unabbi-ukum bimaa ta/kuluuna wamaa taddakhiruuna fii
buyuutikum inna fii dzaalika laaayatan lakum in kuntum mu/miniin(a)
Artinya :
48. Dan
Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab[196], Hikmah, Taurat dan Injil. 49. Dan
(sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya
aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu,
yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku
meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku
menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit
sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan
kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya
pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika
kamu sungguh-sungguh beriman.
Qs 43 Az Zukhruf 59
59. in huwa illaa 'abdun an'amnaa 'alayhi waja'alnaahu
matsalan libanii israa-iil(a)
Artinya:
59. Isa tidak
lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan
Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani
lsrail[1363]
Qs 61 Ash Shaff 6
6. wa-idz qaala 'iisaa
ibnu maryama yaa banii israa-iila innii rasuulu (al)laahi ilaykum mushaddiqan
limaa bayna yadayya mina (al)ttawraati wamubasysyiran birasuulin ya/tii min
ba'dii ismuhu ahmadu falammaa jaa-ahum bi(a)lbayyinaati qaaluu haadzaa sihrun
mubiin(un)
Artinya:
6. Dan
(ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku
adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan
memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang
sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada
mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir
yang nyata."
Keterangan
: Ada juga sebagian orang yang membantah bahwa yang disebut oleh Al Qur’an
Qs 61 Ash Shaff ayat 6 adalah AHMAD, bukan MUHAMMAD.
Hal ini kami
jelaskan, menurut Hadist Rasulullah Saw, disebutkan bahwa beliau punya beberapa
nama panggilan, sebagaiman hadis sbb:
HR
Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ahmad, Malik
“Sesungguhnya
aku memeiliki beberapa nama: Aku adalah Muhammad, dan aku adalah Ahmad , dan aku
adalah Al Maahi ( penghapus) karena kekufuran dihancurkan olehku. Aku adalah
Al-Haasyir dimana orang ramai di kumpulkan setelah masaku. Aku adalah Al Aaqib
karena tidak ada lagi nabi penutup setelahku,”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar