4. Yesus Ajarkan Dua Kalimat
Syahadat
Dan Mengaku Dia Hanya Seorang Utusan Tuhan
Dan Mengaku Dia Hanya Seorang Utusan Tuhan
Yohanes
17:3 “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau,
satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah engkau
utus”.
Catatan:
Yesus mengaku dengan jujur dan polos bahwa satu-satunya Allah yang benar, adalh
Allah SWT, dan dia hanya seorang utusan Tuhan. Ini berarti Yesus mengajarkan dua
kalimat syahadat (syahadatin), yang jika di bahasa arabkn “ Asyhadu anla ilaaha
illallahu, wa asyhadu anna Isa rasulullah”.
Nah sepeninggal
Yesus, nabi kita Muhammad saw juga mengajarkan dua kalimat syahadat (syahadatin)
yaitu : “ Asyhadu anla ilaaha illallahu, wa asyhadu anna Muhammadar
rasulullah.”
Ini merupakan
suatu bukti bahwa kita umat Islamlah yang meneruskan ajaran Yesus tersebut.
Sementara umat Kristen tidak mengenal dua kalimat syahadat. Bahkan syahadatin
bagi seluruh umat Islam didunia, merupakan pintu awal menjadi seorang
muslim.
Pada ayat
tersebut, sangat jelas sekali Yesus mengaku dengan jujur dan polos bahwa
satu-satunya Tuhan yang benar adalah Bapa (Allah SWT) dan ia hanya seorang
utusan saja.
Apa yang Yesus
ucapkan pada Yoh 17:3 tadi, sama sekali tidak dianggap dan tidak
diamalkan oleh mereka. Bahkan mereka menjadikan Yesus sebagai Tuhan atau Allah
itu sendiri yang mereka sembah.
Na’uudzubillaahimindzaalik.
Nah dari ucapan
Yesus dalam Yoh 17:3 tadi, membuktikan bahwa umat Islamlah yang
mengamalkan ajaran Yesus yang mengatakan bahwa satu-satunya Tuhan adalah Allah
dan Dia (Yesus) hanyalah seorang utusanTuhan, bukan Tuhan!! Sementara umat
Kristiani menjadikan Tuhan itu Trinitas dan Yesus itu salah satu dari oknum
Tuhan itu sendiri.
5.
Menghadap Qiblat
Mazmur 5:8
“Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk kedalam rumah-Mu,
sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau”.
Penjelasan:
Alkitab mengajarkan bahwa jika sembahyang (sholat) harus menghadap ke kiblat
dengan cara berlutut dan bersujud menyembah kepada-Nya. Sementara umat Kristiani
pada setiap ibadah mereka atau sembahyangnya menghadap kemana saja mereka
mau.
Ini menunjukkan
bahwa umat Islamlah yang mengamalkan ajaran Allah dan Yesus didalam Alkitab,
dimana setiap waktu mau sholat harus menghadap kan wajahnya kearah
Bait Allah.
Bait Allah = Bethel = Baitullah = Ka’abah
Bait Allah = Bethel = Baitullah = Ka’abah
Semua umat Islam
dimanapun mereka berada, jika mau mengerjakan shalat wajib maupun shalat sunnah
pasti bersujud menghadap kiblat.
Ketika Yesus
masih hidup, setiap dia berdoa, selalu berlutut dan bersujud menyembah Tuhannya.
Perhatikan bagaimana yesus berdoa sambil berlutut dan bersujud kepada
Allah.
Lukas
22:41-44
(41) Kemudian Ia
menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu ia berlutut
dab berdoa kata-Nya:(42) “Ya Bapa-Ku , jikalau Engkau mau, ambilah cawan ini
daripada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjad,
(43) Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi
kekuatan kepada-Nya (44)Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa
. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke
tanah.
Pejelasan: ayat
ini memberikan bukti bahwq Yesus itu hanyalah seorang utusan Tuhan. Buktinya
Tuhan mengutus malaikat-Nya untuk memberikan kekuatan pada Yesus. Dan ayat ini
juga menjelaskan bahwa Yesus bukan Tuhan, sebab dia masih harus berdoa kepada
Tuhan. Jika Yesus itu Tuhan tidak perlu lagi tuhan harus berdoa,. Jika Yesus itu
Tuhan , mana mungkin Tuhan sangat ketakutan ketika malaikat
menampakan diri kepada-Nya. Tidak masuk akal sehat Tuhan harus takut sama
malaikat bukan?
a. Setiap
yang berdoa kepad Tuhan , pasti bukan Tuhan
b. Yesus
berdoa kepada Tuhan, berati Yesus bukan Tuhan
c. Setiap
yang takut kepada malaikat Tuhan, pasti buka Tuhan
d. Yesus
takut kepada malaikat Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan
6. Yesus Mengajarkan
Tauhid
Matius
4:10 "Maka
berkatalah Yesus kepadanya:”Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis:Engkau harus
menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau
berbakti!”
Penjelasan:
Marilah kita ikuti dahulu perjalananYesus dalam Mat 4:1-10 sebelum dia
menjadi Utusan Tuhan ataukah Tuhan ataukah Rasul ataukah Nabi ?????,
(1). Maka Yesus
dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk
dicobai Iblis. (2) Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam,
akhirnya laparlah Yesus.(3). Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata
kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjad
roti.” (4) tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti
saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (5) Kemudian
Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, (6)
lalu barkata kepada-Nya :”Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah,
sebab ada tertulis : Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan Malaikat-malaikat-Nya
dan mereka akan menatang Engkau di atas tangan-Nya, supaya kaki-Mu jangan
terantuk kepada batu.” (7) Yesus berkata kepada-Nya: “Ada pula tertulis
Janganlah engkau mencobai Tuhan Allahmu!” (8) Dan Iblis membawa-Nya pula keatas
gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia
dengan kemegahannya, (9) dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan
kepada –Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”(10) Maka berkatalh Yesus
kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Tuhan,
Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
Dari skenario
jalannya cerita tersebut, dapatlah kita simpulkan bahwa terhadap iblis saja
Yesus mengajarkan Tauhid. Artinya menyembah itu hanya kepada Allah
saja.
Ini membuktikan
bahwa iblis saja tahu dan mengerti bahwa Yesus itu bukan Tuhan!!
Jika Yesus itu
tuhan, tentu dia akan berkata: Enyahlah iblis , sebab ada tertulis “Hanya
kepadaku saja engkau menyembah”.
Tidak disangsikan
lagi bahwa Yesus bukan Tuhan yang harus disembah. Tapi anehnya umat Kristiani
menjadikan Yesus sebagai Tuhan yang disembah.
Yesus menyuruh
menyembah kepada Tuhan. Semua umat Islam dimanapun mereka berada, menyembah
hanya kepada Tuhan yang di-sembah oleh Yesus, sementara umat Kristen menjadikan
Yesus sebagai sesembahan. Ini membuktikan bahwa kami umat Islamlah pengikut
Yesus yang setia.
Perhatikan
bagaimana Yesus (Nabi Isa as) dalam Al Qur’an bersabda:
51. inna (al)laaha rabbii warabbukum fa(u)'buduuhu haadzaa
shiraathun mustaqiim(un)
51.
Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah
jalan yang lurus." (Qs 3 Ali 'Imraan 51)
64. inna (al)laaha huwa rabbii warabbukum fa(u)'buduuhu
haadzaa shiraathun mustaqiim(un)
64.
Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah
jalan yang lurus. (Qs 43 Az Zukhruf 64)
Bahkan
setiap hari kami umat Islam minimal 17 kali mengucapkan
artinya:
5. Hanya
Engkaulah yang kami sembah[6], dan hanya kepada
Engkaulah kami meminta pertolongan[7].
(Qs 1 Al Faatiha 5)
Apa yang Yesus
ajarkan dalam Alkitab, bahwa menyembah itu hanya kepad Allah yang dia sembah,
ternyata kami umat Islamlah yang mengamalkan dan mengaminkan ucapan Yesus tsb,
baik dalam Alkitab maupun dalam Al Qur’an.
Dalam ayat lain ,
Yesus memberikan kesaksian langsung dari mulutnya sendiri ketika bersoal jawab
dengan orang saduki, bahwa Tuhan itu Allah kita dan Tuhan itu Esa!! Perhatikan
ucapan Yesus pada ayat dibawah ini:
Markus
12:28-32
(28)Lalu seorang
ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu,
bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya
dan bertanya:”Hukum manakah yang paling utama?’(29)Jawab
Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang israel, tuhan
Allah kita, Tuhan itu esa.(30) Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu
dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap
kekuatanmu.(31)Dan hukum yang kedua ialah:Kasihilah sesamamu manusia seperti
dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum
ini.” (32)Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar
kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali
Dia.
Alkitab bahasa
Inggris juga meguakan bahwaYesus memberikan kesaksian bahwa Tuhan itu Allah
kita, Tuhan itu esa!!
Semua ayat-ayat
Alkitab dalam berbagai bahasa menunjukkan bahwa Yesus sendiri memberikan
kesaksian bahwa Tuhan itu Esa, bukan Trinitas. Yesus memberikan kesaksian bahwa
Tuhan itu Esa, sebab pada jaman beliau masih hidup, tidak pernah beliau
mengajarkan paham Trinitas. Paham Trinitas ini baru muncul pada tahun 325 Masehi
ketika konferensi Nicea, oleh raja Constantin
Oleh sebab itu
seumur hidupnya Yesus tidak pernah tahu jika ajaran ketuhanan yang beliau
ajarkan berubah menjadi paham Trinitas ; artinya Bapa itu Tuhan, Yesus itu Tuhan
dan Roh kudus itu juga Tuhan.
Salah satu contoh
ayat Trinitas didalam Alkitab yaitu 1 Yoh 5:7-8 berbunyi:
(7) Sebab ada
tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga; Bapa, Firman dan Roh kudus; dan
ketiganya adalh satu.(8) Dan ada tiga yng memberi kesaksan di bumi): Roh dan air
dan darah dan ketiganya adalah satu.
Penjelasan:
Ayat yang berada dalam kurung kurawal tadi (.......) adalah ayat Trinitas. Dalam
catatan kaki Alkitab, ayat tersebut dinyatakn tidak asli . Nah kalau tidak asli,
berarti palsu bukan?
Umat Islam
dimanapun mereka berada, semuanya menjadikan Tuhan sebagai Allah yang Esa
seperti yang Yesus katakan. Bahkan dalam Al Qur’an, orang yang menjadikan
tuhan-tuhan lain selain Allah, atau mempersekutukan-Nya dengan yang lainnya
adalah kafir hukumnya.Perhatikan ayat-ayat Al Qur’an, Qs
5 Almaidah 72 dan 73 sbb:
Artinya:
72.
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah
Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil,
sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan
(sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan
tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang
penolongpun. 73. Sesungguhnya kafirlah orang-orang
yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal
sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak
berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara
mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (Qs 5 Almaaidah 72)
Pada dasarnya ada
cukup banyak firman-firman Allah dalam Alkitab yang mengatakan Tuhan itu Esa,
seperti ayat-ayat berikut ini:
Ulangan
6:4 Dengarlah, hai orang Israil: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu
esa!
Yesaya
45:6 Supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa
tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang
lain,
Yesus memberikan
kesaksian bahwa Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa dan tidak ada Tuhan selain
Allah (Laa illaaha Ilallaahu). Al Qur’an juga demikian, mengatakan Tuhan itu
Esa “Qul huwallahu ahad”(Kataknlah Dialah Allah Yang Maha Esa)
Ayat-ayat Alkitab
tersebut memberikan kesaksian bahwa Tuhan itu Esa dan tidak ada Tuhan selain
Allah. Nah ajaran Yesus dan Tuhannya tentang keesaan Allah (tauhid), umat
Islamlah yang mengamalkan.
7. Masalah
Jilbab
1.Korintus
11:5-6, 10,13 (5)Tetapi setiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan
kepala yang tidak bertudung, menghina kepala, sebab ia sama dengan perempuan
yang dicukur rambutnya .(6) Sebab jika jika perempuan tidak mau menudungi
kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi
perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka
haruslah ia menudungi kepalanya.(10) sebab itu, perempuan harus memakai tanda
wibawa dikepalanya oleh karena para malaikat.(13) Pertimbangkanlah sendiri:
Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala tidak bertudung?
Catatan:
Alkitab mengajarkan, wanita harus berjilbab, artinya harus menutupi kepalanya.
Bahkan sangsinya jika tidak menutupi kepalanya, rambutnya harus digunting alias
dibotakin.
Dalam semua
lukisan gambar bunda Maria ibunya Yesus, tampak dia memakai jilbab. Juga semua
biarawati walaupun kurang sempurna, mereka memakai penutup kepala sejenis
jilbab. Ini membuktikan orang yang menutup kepala dengan jilbab,
8. Yesus Mengaku
Nabi
Mat
13:57 Lalu
mereka kecewa dan menolak Dia.Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi
dihormati dimana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan dirumahnya.”
(Mat 21:11, Mar 6:4, Luk 4:24, Luk 3:33, Yoh 4:44)
Perhatikan,
Alkitab bahasa-bahasa daerah seperti dibawah ini juga menjelaskan bahwa Yesus
mengaku dengan jujur bahwa dia itu hanyalah seorang Nabi, bukan Tuhan!
.....................
Penjelasan:
Yesus saja mengaku dengan jujur bahwa dia hanyalah seorang nabi. Semua umat
Islam dimanapun mereka berada, menjadikan Yesus sebagai seorang nabi
saja.
Tapi anehnya
semua umat Kristen tidak mau menjadikan Yesus sebagai nabi mereka. Bahkan mereka
jadikan Yesus sebagai Tuhan mereka. Padahal ayat-ayat yang mengatakan Yesus itu
Tuhan, sangatlah lemah sekali, karena sebagian besar hanyalah berupa kesaksian
dalam Surat Kiriman Paulus kepada jemaatnya dibeberapa tempat. Ini juga
membuktikan bahwa umat Islamlah yang mengikuti perkataan dan kesaksian Yesus
akan dirinya sebagai seorang nabi.
Al Qur’an juga
menjelaskan bahwa nabi Isa hanyalah seorang hamba Allah, seorang utusan Allah
atau seorang Nabi Alllah
Qs
3 Aali ‘Imraan 48-49
Artinya :
48. Dan
Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab[196], Hikmah, Taurat dan Injil. 49. Dan
(sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya
aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu,
yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku
meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku
menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit
sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan
kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya
pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika
kamu sungguh-sungguh beriman.
Qs
43 Az Zukhruf 59
Artinya:
59. Isa tidak
lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan
Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani
lsrail[1363]
9. Masalah Khitan /
Sunat
Lukas
2:21 Dan
ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu
nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
Penjelasan:
Yesus disunat karena mengikuti perintah Tuhannya pada Kejadian 17 melalui nabi
Ibrahim. Semua orang yang mengaku umat Muhammad dan beragama Islam, pasti
disunat karena mengikuti sunnah nabi Ibrahim as. Tapi umat Kristen tidak
menjadikan sunat/khitansebagai suatu ketetapan/kehaursan, padahal menurut
Alkitab sunat itu wajib hukumnya. Perhatikan bagaimanaasal mula perintah
bersunat yang diwahyukan Allah melalui Nabi Ibrahim dalam Alkitab
sbb:
Kejadian
17 :9-14
(9)Lagi firman
Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku,
engkau dan keturunanmu turun temurun. (10) Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu
pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki
di antara kamu harus di sunat; (11) Haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah
akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. (12) Anak yang berumur
delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki diantara kamu, turun
temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah
seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. (13)Orang yang lahir di
rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam
dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. (14) Dan orang yang
tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang
itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari
perjanjian-Ku.”
Dari bunyi firman
Allah tersebut sangatlah jelas bahwa khitan atau sunat itu wajib hukumnya,
karena bagi yang tidak bersunat ancamannya dihukum mati.
Sebagian besar
umat Kristen mengatakan bahwa dengan kedatangannya kedunia ini , dia (Yesus)
telah meniadakan “sunat daging” dan telah menggantikannya atau memperbaharui
dengan ajaran “sunat hati”
Padahal jelas
sekali bahwa “sunat hati” itupun bukan ajaran Yesus dalam Perjanjian Baru,
tetapi ajaran nabi Musa dalam Perjanjian Lama.
Perhatikan ayat
Alkitab sbb:
“Sebab itu
sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.” (Ulangan
10:16)
Ini membuktikan
bahwa “sunat daging” dan juga “sunat hati “ adalah dua perintah yang berbeda,
bukan saling menggantikan satu sama lain, dan sama-sama sudah ada dan diajarkan
dalam kitab Perjanjian Lama, jauh sebelum Yesus lahir ke dunia ini.
Saking pentingnya
sunat (khitan) ini, Allah mengancam bagi siapapun yang tidak mentaati
peraturan-Nya dengan hukuman mati. Tetapi anehnya, justru umat Kristiani tidak
menggubrisnya, bahkan tidak memperhitungkannya sebagai suatu keharusan atau
kewajiban untuk melakukannya. Tetapi ada juga diantara mereka yang mengatakan
bahwa sunat itu hanya tradisi umat Yahudi saja. Itu merupakan alasan dicari-cari
sekedar untuk membenarkan kesalahan. Tradisi itu ialah suatu perbuatan yang
tidak ada dasar hukumnya (dalilnya), karena dianggap baik, kemudian
dilestarikan kemudia dipelihara. Tetapi khitan bukan Tradisi, sebab dalilnya
jelas ada. Alkitab mengatakan bahwa bukan Yahudi juga harus disunat. Perhatikan
ayat berikut ini:
Kisah
Rasul 15:5
Tetapi beberapa
orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata:
“Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum
Musa.”
Coba kita
renungkan betapa beratnya ancaman Allah dalam Alkitab bagi orang-orang tidak
melaksanakanatau yang melanggar hukum sunat Tidak tanggung-tanggung bagi yang
mereka yang melanggarnya diancam Allah dengan hukuman mati!
“ Dan orang yang
tidak disunat , yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang
itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari
perjanjian-Ku.” (Kej 17:14)
Terbukti semua
umat Islam sunat (khitan). Bahkan hanya untuk merayakan sunat (khitan), banyak
umat Islam yang mengadakan pesta besar-besaran dalam rangka mensyukuri nikmat
Allah, karena anaknya telah dikhitankan. Bahkan anak orang Islam yang belum
disunat pada usia mulai dewasa, sering membuat anak itu minder karena dicemoohin
sama teman-temannya. Ada juga didaerah
tertentu, ketika anaknya disunat, saking bersyukurnya karena telah mengadakan
acara khitanan, anaknya diarak keliling kampung dengan naik kuda atau
delman/bendi.
Inilah bukti
bahwa umat Islamlah pengikut sunnah nabi Ibrahim as. Yesus di khitan/sunat, umat
Islam khitan, tapi umat Kristiani tidak berkhitan. Kalau begitu yang mengikuti
Yesus (nabi Isa as) siapa?
Bahkan Barnabas
dalam Injilnya menulis dengan jelas dan tegas sabda Yesus tentang khitan atau
sunat:
Barnabas 22:2
Yesus menjawab: “Sungguh kukatakan kepadamu bahwa anjing lebih mulia dari
seorang yang tidak bersunat”
Barnabas
23:15
Yesus bersabda: “Manusia yang tidak menyunat tubuhnya akan Aku cerai beraikan
dia dari kalangan keluarga-Ku untuk selama-lamanya”
Barnabas
23:17
Kemudian Yesus berkata:”Tinggalkan ketakutan itu orang yang tidak mengerat
kulupnya , karena dia diharamkan dari surga Firdaus”
Ayat-ayat tentang
khitan/sunat dalam Injil Barnabas sangat sesuai dengan firman Allah kepada nabi
Abraham dalam kej 17:14 tadi
yaitu:
“Dan orang yang
tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat khatannya, maka orang itu
harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari
perjanjian-Ku.”
Ada alasan lain
mengapa sampai umat kristiani tidak mewajibkan khitan/sunat kepada umatnya?
Jawabannya karena ulah Paulus dalam beberapa surat kirimannya dia menulis
sbb:
Galatia
5:2 dan 6 (2) Sesungguhnya aku, Paulus, berkata kepadamu: Jikalau
kamu men-yunatkan dirimu , Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.
(6)
Sebab bagi orang-orang yang ada didalam kristus Yesus hal bersunat atau tidak
bersunat tidak mempunyai suatu arti, hanya iman yang bekerja oleh
kasih.
Coba bandingkan
larangan berkhitan/sunat dari Paulus menurut Alkitab berbahasa Inggris dari
berbagai versi sebagai berikut:
............................
Dalam ayat lain
Paulus juga melarang bersunat, sebagaimana dalam surat kirimannya
kepada jemaat di Korintus sbb:
1
Korintus 7:18-19
(18) Kalau
seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan
tanda-tanda sunat itu,. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak
bersunat, janganlah ia mau bersunat. (19) Sebab bersunat atau tidak bersunat
tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.
Keempat versi
Alkitab berbahasa Inggris tersebut, tujuan maknanya sama, yaitu larangan Paulus
untuk berkhitan. Walaupan terlihat berbeda dalam mengartikulasikannya, tetapi
tujuannya sama.
Sekaran bagaimana
larangan bersunat oleh Paulus, menurut bahas-bahasa daerah:
...............
Ajaran Paulus
dalam surat Kirimannya kepada jemaatnya didaerah Korintus tersebut, sangat
bertentangan dengan firman Allah dalam Taurat/Musa. Allah mewajibkan
khitan/sunat, bahkan bagi yang tidak bersunat di ancam hukuman mati (kej 17:
14). Orang tua Yesus juga tunduk dan patuh, maka anak mereka Yesus disunat
(Lukas 2:21) sesuai apa yang Alllah perintahkan. Tetapi giliran Paulus,
dia melarang orang
bersunat. Bahkan katanya jika orang menyunatkan dirinya, Yesus tidak berguna
bagi dirinya, padahal Yesus sendiri sunat, dan dia sendiri sunat, dan dia
sendiri jaga sunat tepat pada hari kedelapan.
Filipi
3:4-5 Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal
lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal
lahiriah, aku (Paulus) lebih lagi:disunat pada hari kedelapan, dari bangsa
Israil, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum
Taurat aku orang Farisi.
PERBEDAAN
DISUNAT DAN TIDAK DISUNAT
|
YANG
DISUNAT
|
YANG TIDAK
DISUNAT
|
|
Karena mematuhi
pada perintah Allah
|
Tidak mematuhi
perintah Allah
|
|
Bersih
|
Kotor
|
|
Tidak jadi cemoohan orang dan
teman
|
Jadi cemoohan orang dan
teman-teman
|
|
Tidak punya dampak tekanan
batin
|
Berpotensi ada tekanan batin pd
dirinya
|
|
Pertumbuhannya lebih
baik
|
Pertumbuhannya
lamban
|
|
Mudah dibersihkan
|
Sulit
dibersihkan
|
|
Tidak mudah terinfeksi penyakit
kelamin
|
Mudah terinfeksi virus &
penyakit kelamin
|
|
Lebih sensitif
|
Kurang sensitif
|
|
Tidak ada rasa sakit ketika
ereksi
|
Terasa sakit sewaktu terjadi
ereksi
|
|
Tidak berbau busuk
|
Berbau busuk
ujungnya
|
|
Lebih percaya diri
|
Kurang percaya
diri
|
|
Tidak minder ketika akan
menikah
|
Merasa minder ketika akan
menikah
|
|
Lebih jantan dan
seksi
|
Kurang jantan dan
seksi
|
|
Lebih harmonis/nikmat dalam
bersenggama
|
Kurang harmonis dalam
bersenggama
|
10.
Ucapan Insya Allah
Yak 4:13-17
(13) Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami
berangkat ke kota anu, dan disana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta
mendapat untung”, (14) sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok.
Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentarsaja keliahatan
lalu lenyap. (15) Sebenarnya kamu harus berkata” Jika Tuhan menghendakinya
(Insya Allah), kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”(16) Tetapi sekarang
kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah
salah (17) Jadi jika seorang tahu bagaimanaia harus berbuat baik, tetapi ia
tidak melakukannya, ia berdosa.
INSYA ALLLAH
(JIKA TUHAN MENGHENDAKI) Dalam berbagai bahasa daerah
....................
Penjelasan:
Alkitab mengajarkan bahwa jika mengatakan sesuat yang belum tentu atau belum
pasti terjadi, hendaklah katakan”Insya Allah (jika Tuhan menghendaki). Tapi umat
Kristen begitu berani memastikan sesuatu walaupun belum terjadi. Bahkan mereka
tidak mau menggunakan kata “insya Allah” (Jika Tuhan menghendaki) karena mereka
merasa yakin dan pasti bahwa dengan nama Yesus segala sesuatu pasti akan
terjadi.
Padahal dalam
Alkitab jelas menyalahkan, bahwa siapa yang berani memastikan sesuatu yang belum
past terjadi, adalah dosa, sebagaimana dalam Yakobus 4:15
tadi.
Lebih ekstrim
lagi, mereka justru menuduh bahwa dalam agama Islam semua masih serba tidak
pasti, makanya kata mereka, keselamatan dalam agama Islam belum pasti karena
masih serba insya Allah. Menurur mereka, keselamatan itu hanya ada dalam nama
Yesus, sebab asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat, pasti
dijamin masuk surga. Padahal jika cari didalam seluruh isi Alkitab, kata “pasti
masuk surga” tidak ditemukan.
Semua umat Islam
diwajibkan mengucapkan Insya Allah jika mengatakan sesuatu yang belum terjadi
karena demikianlah tuntunan yang diberikan lewat Al Qur’an. Perhatikan firman
Allah dibawah ini:
Artinya : 99. Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf: Yusuf merangkul ibu bapanya[762] dan dia berkata: "Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman." (Qs 12 Yuusuf 99)
Artinya :
69. Musa
berkata: "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku
tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun." (Qs 18 Al Kahfi 69)
Artinya:
102. Maka
tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim,
Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku
menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku,
kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku
termasuk orang-orang yang sabar." (Qs 37 Ash Shaaffaat 102)
Penutup
Demikianlah ke 10
alasan kami sampaikan dengan panjang lebar, bahkan dengan memuat referensi dari
berbagai bahasa-bahasa daerah maupun bahasa inggris. Jika pemuatan ayat-ayat
Alkitab dalam bahasa-bahasa daerah ada yang kurang dipahami, mugkin karena telah
terjadi perobahan ejaan baru yang berkembang mengikuti jaman. Sebenarnya masih
cukup banyak bahasa daerah lain akan kami muat, mengingat terlalu banyak dan
halaman buku ini akan menjadi panjang sekali bila memuat seluruhnya. Bila ada
umat Kristiani yang membaca buku ini, semoga mereka diberi hidayah oleh
AllahSWT, dibukakan pintu hatinya, untuk menuju kepada jalan yang benar. Sebab
jika umat Kristiani mau benar-benar hanya mengikuti perintah Allah dan Yesus
(Isa as) dalam alkitab, maka jalan satu-satunya harus masuk Islam, sebab nabi
Isa (Yesus) juga seorang muslim dan beliau adalah nabi kami umat Islam juga.
Menjadi pengikut Yesus yang sebenarnya, karena nabi Muhammad adalah penerus
ajaran nabi Isa as.
Semoga buku ini
bisa memberikan pemahaman yang lebih dalam bagi siapa saja yang benar-benar
ingin mencari kebenaran yang hakiki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar