"Maka sampailah
Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsmani. Lalu
Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah disini sementara Aku pergi ke sana
untuk berdoa." (Matius 26:36)
Sebenarnya jika
mau berdoa, dimana saja boleh, tidak harus memilih tempat khusus. Yesus berpesan
kepada murid-muridnya untuk menunggu dia yang akan berdoa di suatu tempat yang
bernama taman Gestmani. Sampai tiga kali terjadi Yesus berdoa ditaman tersebut
sebelum dia ditangkap dan diserahkan ketangan orang-orang yang berdosa yang akan
menangkapnya (Matius 26:42-45). Ini semua membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan.
Tuhan tidak perlu lagi harus berdoa. Jika Tuhan itu harus berdoa, kepada siapa
lagi doa ditujukan?
-
Setiap yang berdoa kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan!
-
Yesus berdoa kepada Tuhan berarti Yesus bukan Tuhan !!
"Dan Ia membawa
Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan
gentar, lalu kata-Nya kepada mereka : "Hatiku sangat sedih, seperti mau mati
rasanya. Tinggalah disini dan berjaga-jagalah dengan Aku." (Matius 26:37-38).
Dalam kitab suci
agama manapun tidak pernah kita temukan Tuhan harus sedih dan gentar, kecuali
didalam Alkitab/Bible. Manusia tidak boleh memberikan sifat lemah kepada Tuhan,
sebab setiap yang punya sifat lemah, pasti bukan Tuhan. Jika Tuhan punya sifat
lemah, apa bedanya Dia dengan makhluk ciptaan-Nya? Jika Yesus itu Tuhan, tidak
mungkin Tuhan punya rasa sedih, gentar, apalagi merasa seperti mau mati.
Sifat-sifat lemah seperti itu adalah sifat makhluk ciptaan-Nya bukan sifat
Tuhan.
-
Yesus yang merasa sedih dan gentar, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus merasa sedih dan gentar berarti Yesus bukan Tuhan.
-
Setiap yang merasa seperti mau mati, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus merasa seperti mau mati, berarti Yesus bukan Tuhan.33. Yesus sujud dan berdoa"Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdo'a, kata-Nya : "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini llau daripada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Ku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39).Yesus sujud dan berdoa kepada Allah dan memohon agar kehendak Allahnya yang terjadi, bukan menurut kehendaknya sendiri. Ini membuktikan bahwa Yesus itu bukan Tuhan, bukan Allah, tapi hanya sebagai manusia biasa. Tidak mungkin Tuhan harus sujud menyembah kepada Tuhan. Tuhan yang mana lagi yang disujudi oleh Yesus jika dia sendiri adalah Tuhan?
-
Setiap yang sujud kepada Allah pasti bukan Allah.
-
Yesus sujud kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.
-
Setiap yang berdoa kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.
-
Yesus berdoa kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.
-
Setiap yang tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Dan di atas
kepalan-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa dia dihukum : Inilah
Yesus Raja orang Yahudi." (Matius
27:37).
Pada zaman itu
orang-orang bisa bertemu dan bertatap muka langsung dengan Yesus. Jika Yesus itu
Tuhan, dapat dipastikan mereka akan menyembah dan takut akan dia, bukan malah
menghukumnya. Mana mungkin ada manusia berani menghukum Tuhan! Tulisan : Inilah
Yesus Raja orang Yahudi" menunjukkan bahwa dia itu hanya sebagai seorang
pemimpin sukunya atau kaumnya, yaitu orang Yahudi, atau Bani Israel.
Sebelum Yesus
lahir, Allah SWT telah menubuatkan bahwa akan lahir seorang anak laki-laki yang
akan menjadi raja atas kaumnya yaitu Yahudi dari keturunan Yakub, bernama Yesus.
Jadi yang lahir itu "orang" bukan "Tuhan". Perhatikan nubuat Allah sebelum Yesus
dilahirkan ke dunia dalam Injil Lukas 1:31-33
sebagai berikut L:
"Sesungguhnya
engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah
kamu menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang
Maha Tinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa
leluhur-Nya, dan ia akan menjadi raja atas kaum Yakub sampai selama-lamanya dan
Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
-
Setiap yang dilahirkan seorang wanita, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus dilahirkan seorang wanita,berarti Yesus bukan Tuhan
-
Setiap yang dinubuatkan oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus dinubuatkan oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
-
Setiap yang lahir dari kandungan seorang wanita, pasti anak manusia.
-
Yesus dilahirkan dari kandungan seorang wanita, berarti Yesus seorang anak manusia, jadi bukan Tuhan!!
Dalam Al Qur'an
dijelaskan bahwa Tuhan itu tidak beranak dan tidak diperanakkan atau dilahirkan,
sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur'an surat Al Ikhlash
3 sebagai berikut :
"Dia tidak beranak
dan tidak diperanakkan." (Al Ikhlash
3)
"Demikianlah
juga imam-imam kepala bersama-sama Ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokan Dia
dan berkata :"Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia
selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan
percaya kepada-Nya. Ia (Yesus) menaruh harapan-Nya pada Allah: Baiklah Allah
menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata :
Aku adalah Anak Allah." (Matius
27:41-43)
Ayat ini sangat
menarik, sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu dia bisa menyelamatkan dirinya
sendiri dari siksaan dan penderitaan, dan bisa turun dari salib. Kalau pada saat
itu juga Yesus benar-benar bisa menyelamatkan dirinya, pasti para imam kepala
dan ahli taurat akan langsung percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Jika hanya untuk
menyelamatkan dirinya sendiri tidak sanggup, bagaimana mungkin Yesus bisa
menyelamatkan seluruh manusia di dunia???
-
Setiap yang tidak bisa menyelamatkan dirinya pasti bukan Tuhan!
-
Yesus tidak bisa menyelamatkan dirinya, berarti Yesus bukan Tuhan!
-
Setiap yang menaruh harapan kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan!
-
Yesus menaruh harapannya kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan!36. Yesus berseru panggil Tuhannya"Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artina : Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa engkau meninggalkan Aku?" (Matius 24:46).Ketika Yesus dipaku dan digantungkan dikayu salib, sebelum ia mati dia berseru memanggil Tuhannya (Allah) "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Teriakan Yesus seperti itu justru memberikan pengertian sebagai berikut :
-
Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan mana lagi yang dia panggil?
-
Jika Yesus dipersiapkan oleh Tuhan untuk mati di kayu salib dalam rangka untuk menebus dosa, tentu tidak perlu dia harus berteriak-teriak minta tolong kepad Tuhan, seharusnya dia ikhlas disalib.
-
Jika didalam diri Yesus ada Tuhan, mengapa dia masih memanggil-manggil Tuhan lagi? Ini membuktikan Yesus dan Tuhan tidaklah menyatu.
-
Setiap yang berseru memanggil Tuhan, pasti dia bukan Tuhan.
-
Yesus berseru memanggil Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Yesus berseru
pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya." (Matius 27:50).
Begitu Yesus
hampir mati atau dalam keadaan sakaratul maut, setelah dia berseru
memanggil-manggil kepada Tuhannya, dia menyerahkan nyawanya. Dalam hal ini
menjai pertanyaan :
-
Jika Yesus itu adalah Tuhan, siapa yang mencabut nyawa Tuhan?
-
Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan yang mana lagi yang menerima nyawanya?
-
Ketika Yesus mati selama tiga hari, siapa yang mengendalikan dunia atau alam semesta ini ?
-
Setiap yang mati dan menyerahkan nyawanya, pasti bukan Tuhan?
-
Yesus mati dan lalu menyerahkan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan?
"Yesus
mendekati mereka dan berkata : "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga
dan dibumi." (Markus 28:18)
Jika Yesus telah
diberi kuasa penuh di sorga dan di bumi oleh Tuhannya, tentu menjadi pertanyaan,
Tuhan mana lagi yang memberikan kuasa-Nya kepadanya, sementara dia itu juga
adalah Tuhan?? Jika benar Yesus mendapat kuasa dari Tuhan, berarti Yesus bukan
Tuhan. Dan kalau segala kuasa sudah diberikan atau diserahkan Tuhan sepenuhnya
kepada Yesus, apa lagi fungsi Tuhan di alam semesta ini? Apakah Tuhan nganggur
dan tidak melakukan apa-apa lagi karena segalanya sudah diserahkan sepenuhnya
kepada Yesus? Dan jika benar segala kuasa di surga dan di bumi semuanya telah
diberikan kepada Yesus, lalu kekuasaan apalagi yang masih dimiliki oleh
Tuhan??
-
Setiap yang mendapatkan kuasa dari Tuhan, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus mendapatkan kuasa dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Lalu datanglah ibu dan
saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri diluar, mereka menyuruh orang
memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi
Dia, mereka berkata kepada-Nya :"Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu diluar, dan
berusaha menemui Engkau." (Matius
3:31-32)
Ayat tersebut
menceritakan, Yesus mempunyai ibu dan saudara kandung. Dalam kitab suci manapun,
tidak pernah kita jumpai Tuhan punya ibu dan saudara dan adik. Kalau Tuhan punya
adik dan saudara sekandung, berarti adik-adik sekandung dari Tuhan itu punya
anak keturunan yang masih hidup di dunia ini, dan jumlah mereka
pasti sangat banyak. Dari ayat tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut
:
-
Setiap yang punya ibu kandung bukan Tuhan.
-
Yesus punya ibu kandung, berarti Yesus bukan Tuhan.
-
Setiap yang punya adik kandung, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus punya adik kandung, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Bukanlah ia
ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan
bukanlah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka
kecewa dan menolak Dia." (Markus 6:3)
Suami Maria
bernama Yusuf. Dia berprofesi sebagai tukang kayu. Orang-orang yang hidup
sezaman dengan Yesus tahu persis bahwa Yesus itu manusia biasa seperti mereka,
bukan Tuhan. Tidak mungkin Tuhan punya ayah seorang tukang kayu. Tetapi jika
Yesus sebagai manusia biasa, tentu sangat wajar dia punya ayah walaupun hanya
sebagai tukang kayu, berarti Yesus bukan Tuhan, sebab Tuhan yang sesungguhnya
pasti tidak punya bapak, tidak punya ibu dan juga tidak punya saudara kandung,
serta tidak berprofesi sebagai seorang tukang kayu.
-
Setiap yang punya ayah, ibu dan saudara kandung pasti bukan Tuhan.
-
Yesus punya ayah, ibu dan saudara sekandung, berarti Yesus bukan Tuhan.
-
Setiap yang ayahnya tukang kayu, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus ayahnya tukang kayu, berarti Yesus bukan Tuhan.
-
Setiap yang berprofesi sebagai tukang kayu, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus yang berprofesi sebagai tukang kayu, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Maka Yesus
berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati dimana-mana kecuali di tempat
asalnya sendiri, diantara kaum keluarga dan di rumahnya." (Markus 6:4).
Pada ayat
tersebu Yesus mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia hanyalah seorang nabi dan
punya kaum keluarga. Jika Yesus sendiri telah memberikan kesaksian bahwa dirinya
hanyalah seorang nabi dan mempunyai kaum keluarga, mengapa umatnya yang mengaku
sebagai pengikutnya justru menganggap beliau sebagai Tuhan? Yesus memberi
kesaksian bahwa dia seorang nabi dan punya kaum keluarga, berarti dia bukan
Tuhan.
-
Setiap yang mengaku seorang nabi dan punya kaum keluarga, pasti dia bukan Tuhan.
-
Yesus mengaku sebagai nabi dan punya kaum keluarga, berarti Yesus bukan Tuhan.42. Yesus berdoa dan mengucap berkat"Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu. Begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada mereka." (Markus 6:41).Ayat tersebut bercerita tentang bagaimana Yesus memberi makan lima ribu orang dengan hanya lima potong roti dan dua ikan. Tentu sangat mustahil hanya dengan lima roti dan dua ikan bisa mencukupi untuk makanan sebanyak lima ribu orang. Untuk itu maka Yesus menengadah ke langit dan berdoa minta berkat dari Tuhannya agar dikabulkan doanya. Tuhan kabulkan doa permohonan Yesus, maka walaupun hanya lima potong roti dan dunia ikan, tetapi cukup untuk makanan lima ribu orang, bahkan tidak habis, masih tersisa beberapa bakul. Inilah yang disebut dengan mukjizat. Karena Tuhan mengabulkan permohonannya, maka terjadilah mukjizat itu. Seandainya Tuhan tidak mengabulkan doanya, tentu tidak mungkin hanya bermodalkan lima roti dan dua ikan akan cukup memberi makan lima ribu orang. Allah memberikan mukjizat-Nya, untuk membuktikan kepada orang-orang pada zaman itu bahwa dia (Yesus) adalah benar seorang Nabi utusan-Nya.
-
Setiap yang menengadah ke langit memohon kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus menengadah ke langit memohon kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
-
Setiap yang meminta berkat kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus meminta berkat kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Kata-Nya lagi
kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya diantara orang yang hadir
disini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah
telah datang dengan kuasa." (Markus
9:1).
Sejak Yesus
mengucapkan ramalan tersebut sampai saat ini tahun 2005, sudah hampir 2000 tahun
lamanya, tetapi tidak ramalannya tidak terbukti alias fiktif. Sementara jangka
waktu yang hampir 2000 tahun sampai sekarang ini, orang-orang yang mendengar
ucapan Yesus saat itu sampai sekarang, sudah ada ratusan generasi semuanya telah
mati, tetapi Kerajaan Allah yang Yesus janjikan belum juga datang. Jika Yesus
itu Tuhan, tentu ucapan Yesus tersebut terbukti, berarti itu hanyalah ucapan
fiktif.
-
Setiap yang meramalkan sesuatu tetapi tidak terbukti, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus meramalkan sesuatu tetapi tidak terbukti, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Kata Yohanes
kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan
demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena dia bukan pengikut kita."
(Markus 9:38).
Yohanes yang
hidup sezaman dengan Yesus, memanggil Yesus dengan sebutan "Guru". Ini berarti
Yohanes pun tahu bahwa Yesus bukan Tuhan. Kalau Yohanes tahu Yesus itu Tuhan,
tentu dia akan panggil Yesus dengan sebutan "Tuhan". Yohanes (Nabi Yahya)
seorang yang Rasul, tidak memanggil Yesus dengan sebutan "Tuhan" karena dia tahu
persis bahwa Yesus itu hanyalah seorang "Guru".
-
Setiap yang dipanggil "guru" pasti bukan Tuhan.
-
Yesus dipanggil "guru" oleh Yohanes, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Pada waktu
Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari
mendapatkan Dia dan sambil bertelut dihadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik,
apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus :
"Mengapa kau katakana Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah
saja. (Markus 10:17-18).
Yesus dipanggil
"guru" oleh orang tersebut, berarti Yesus bukan Tuhan. Yesus menjawab bahwa "tak
seorangpun yagn baik selain dari pada Allah saja". Jika Yesus itu Tuhan, tentu
dia akan berkata bahwa "tak seorangpun yang baik selain daripada
Aku."
-
Setiap yang mengaku hanya Tuhan saja yang baik, pasti dia bukan Tuhan.
-
Yesus mengaku bukan dia yang paling baik, berarti dia bukan Tuhan.
"Yesus
memandang mereka dan berkata : "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan
demikain bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah." (Matius 10:27).
Ayat tersebut
bercerita tentang sulitnya orang-orang yang kaya akan masuk ke dalam kerajaan
surga. Yesus memberikan perumpamaan bahwa lebih mudah seekor unta untuk masuk ke
dalam surga. Karena perumpamaan tersebut tidak dipahami oleh orang yang
mendengarnya, maka Yesus berkata "segala sesuatu adalah mungkin bagi
Allah."
Jika Yesus itu
Tuhan, tentu dia akan berkata bahwa segala sesuatu mungkin bagi-Ku. Jika Yesus
itu Tuhan (Allah), Allah mana lagi yang dia sebutkan itu?
-
Setiap yang mengakui keberadaan Allah, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus mengaku keberadaan Allah, berarti dia bukan Allah.47. Anak Manusia, diolok-olok, diludahi dan dibunuh"Kata-Nya : "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, (34) dan Ia akan diolok-olok, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari ia akan bangkit." (Markus 10:33-34).Pada ayat tersebut, Yesus mengaku dengan jujur bahwa dia adalah Anak Manusia dan dia diludahi, disesah dan akan dijatuhi hukuman mati (dibunuh) dan pada hari yang ketiga, dia akan dibangkitkan oleh Tuhan. Kesimpulannya :
-
Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia pasti bukan Tuhan.
-
Yesus mengaku sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
-
Setiap yang dihukum oleh manusia, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus dihukum oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
-
Setiap yang dibunuh manusia, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus dibunuh oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
-
Setiap yang dibangkitkan dari kubur selama tiga hari, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus dibangkitkan dari kubur setelah tiga hari, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Tetapi hal
duduk di sebelah kanan-Ku dan di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak
memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah
disediakan." (Markus 10:40)
Ayat tersebut
merupakan permohonan dari Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zabedeus kepada Yesus
agar kelak mati, mereka bisa duduk disebelah kiri dan sebelah kanan Yesus.
Tetapi Yesus menjawab dia tidak berhak memberikannya, karena memang itu bukan
haknya dia, tetapi hak Tuhannya (Allah).
-
Setiap yang tidak punya hak (kuasa) pasti bukan TUhan.
-
Yesus tidak punya hak (kuasa), berarti Yesus bukan Tuhan.
-
Sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu dia langsung memberikan keputusan keapda Yakobus dan Yohanes.
-
Setiap yang tidak bisa memberikan keputusan, psati bukan Tuhan
-
Yesus tidak bisa memberikan keputusan, berarti Yesus bukan Tuhan.
“Karena Anak
Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan
memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Markus 10:45).
Pada ayat
tersebut Yesus sendiri yang memberi kesaksian bahwa dia adalah Anak Manusia,
yang akan memberikan nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang. Yesus tidak
pernah mendakwahkan kemana-mana bahwa dia Anak Tuhan. Karena dia tahu persis
bahwa dia hanyalah seorang anak manusia yang dilahirkan oleh ibunya, Maria. Jika
Yesus itu Tuhan, tentu dia bisa mengampuni dosa manusia, tanpa harus
mengorbankan nyawanya sendiri.
-
Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia, pasti bukan Tuhan
-
Yesus mengaku dia sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
-
Setiap yang mati dan menyerahkan nyawanya, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus mati dan menyerahkan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan
-
Setiap yang mati untuk menebus dosa manusia, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus mati menebus dosa manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
“Ketika
didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus,
Anak Daud, kasihanilah aku!” (Markus
10:47).
Ayat ini
menceritakan seorang buta yang bernama Bartimeus, yang memohon kepada Yesus agar
matanya disembuhkan hingga bisa melihat lagi. Bartiemus yang wakti itu hidup
sezaman dengan Yesus, mengetahui Yesus bukan Tuhan, tetapi seorang yang berasal
dari Nazaret, dan dari keturunan Daud. Makanya Bartimeus tidak memanggil Yesus
dengan sebutan “Tuhan”. Sebab Yesus hanyalah anak manusia dan tidak punya zat
ketuhanan sedikit pun.
-
Setiap orang yang berasal dari Nazaret, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus berasal dari Nazaret, berarti Yesus bukan Tuhan.
-
Setiap orang yang berasal dari keturuann Daud, pasti bukan Tuhan
-
Yesus berasal dari keturunan Daud, berarti Yesus itu bukan Tuhan, sebab Tuhan tidak punya keturunan.51. Yesus suruh mengambil keledai tanpa izin pemiliknya“Ketika Yesus dan murid-muridnya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya: dengan pesan: “Pergilan ke kampung yang didepanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah kemari. Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, Jawablah : Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya kesini.” (Markus 11:1-3).Ayat tersebut memberikan kesan, seolah Yesus bukan orang yang mengajarkan etika dan akhlak yang baik.Sebab mengambil barang milik orang tanpa minta ijin terlebih dahulu kepada pemiliknya, itu merupakan perbuatan yang tidak terpuji. Juga seolah dia orang terkenal dan berkuasa, maka boleh seenaknya saja mengambil barang orang lain tanpa setahu pemiliknya.
-
Setiap yang menyuruh melakukan hal yang tidak terpuji, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus menyuruh melakukan hal tidak terpuji, berarti Yesus bukan Tuhan.
“Orang-orang
yang berjalan didepan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru :”Hosana!
Diberkati Dia yang datang dalam nama Tuhan…(Markus
11:9).
Pada ayat
tersebut orang-orang berseru dalam menyambut kedatangan sus dengan ucapan
“Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan….” Hal itu menggambarkan
bahwa Yesus itu bukan Tuhan. “Hosana” berarti selamat datang. Tidak mungkin
Tuhan datang atas nama Tuhan juga. Tuhan yang mana lagi yang datang, jika Yesus
itu sendiri adalah Tuhan?
-
Setiap yang diberkati dalam nama Tuhan, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus diberkati dalam nama Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
-
Setiap yang datang dalam nama Tuhan pasti bukan Tuhan.
-
Yesus datang dalam nama Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
“Keesokan
harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus
merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia
mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat sesuatu dari pohon itu.
Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja,
sebab bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu :”Jangan lagi seorang
pun memakan buahmu selama-lamanya?” Dan murid-muridnya pun mendengarnya.”
(Markus 11:1214).
Dikisahkan di
dalam ayat-ayat tersebut bahwa Yesus merasa lapar, lalu dia mendekati pohon
tersebut barangkali ada buahnya untuk dimakan. Ternyata pohon tersebut tidak ada
buahnya. Maka dikutuklah pohon tersebut, karena apa yang dia harapkan dari pohon
itu ternyata tidak ada. Jika Yesus itu Tuhan, tanpa mendekatpun dia tahu bahwa
pohon itu tidak ada buahnya. Dan jika Yesus itu Tuhan, walaupun belum musim
buah, dengan kuasanya dia bisa memerintahkan pohon tersebut untuk mengeluarkan
buahnya. Dan jika Yesus itu Tuhan, tentu dia bijaksana, tidak perlu mengutuk
pohon yang tidak bersalah. Jika Yesus itu Tuhan, berarti pohon ara tersebut
adalah mahkluk ciptaannya. Tentu dengan kemahakuasaannya, dia bisa memerintahkan
pohon itu mengeluarkan buahnya seketika itu juga, walaupun bukan musim
berbuah.
-
Setiap yang merasa lapar, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus merasa lapar, berarti Yesus bukan Tuhan.
-
Setiap yang tidak tahu musim berbuah, pasti bukan Tuhan
-
Yesus tidak tahu musim berbuah, berarti Yesus bukan Tuhan.
-
Setiap yang tidak mengetahui dari jauh pohon itu berbuah, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus tidak mengetahui dari jauh kalau pohon itu berbuah, berarti Yesus bukan Tuhan.
-
Setiap yang tidak bisa memerintahkan pohon mengeluarkan buahnya, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus tidak bisa memerintahkan pohon untuk mengeluarkan buahnya, berarti Yesus bukan Tuhan.
“Lalu seorang
ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal menjawab dan
tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada mereka itu, datang kepada-Nya
dan bertanya: “Hukum apakah yang paling utama?” Jawab Yesus : “Hukum yang
terutama ialah : Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu
esa.” (Markus 12:28-29).
Dihadapan orang
Saduki dan para ahli Taurat, Yesus memberikan kesaksian bahwa Tuhan itu adalah
Allah kita yang Esa, Yesus tidak pernah mengatakan bahwa Tuhan itu adalah diri
dia sendiri. Dan Yesus tidak sekalipun mengatakan bahwa Tuhan itu punya oknum
(Trinitas) tetapi Yesus katakana bahwa Tuhan itu Esa. Esa berarti satu, bukan
dua atau tiga Tuhan.
-
Setiap yang memberi kesaksian bahwa Tuhan itu adalah Allah yang Esa, berarti dia bukan Tuhan.
-
Yesus memberikan kesaksian bahwa Tuhan itu adalah Allah yang Esa, berarti dia bukan Tuhan.
-
Sebab jika dia itu juga adalah Tuhan, berarti Tuhan itu bukan Esa.
“Tetapi tentang
hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak,
dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.” (Markus
13:32).
Yesus memberikan
kesaksian dengan jujur, bahwa tentang kapan datangnya hari kiamat, tidak
seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat juga tidak ada yang tahu, dia sendiripun
tidak tahu, kecuali Allah. Sebagai seorang anak manusia, karena Yesus hanyalah
seorang nabi atau rasul, maka sangat wajar jika dia tidak tahu kapan datangnya
hari kiamat, karena itu adalah rahasia Tuhan dan hanya Tuhan saja yang
mengetahuinya. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa :
-
Setiap yang tidak tahu kapan datangnya hari kiamat, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus tidak tahu kapan datangnya hari kiamat itu, berarti Yesus bukan Tuhan.
-
Setiap yang mengaku bahwa hanya Bapa (Allah-nya) saja yang tahu tentang hari kiamat, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus mengaku hanya Bapa (Allah-nya) sajayang tahu datangnya hari kiamat itu, berarti Yesus bukan Tuhan.
- 56. Yesus termasuk orang durhaka“Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi : “Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.” (Markus 15:28)Sungguh ironis sekali jika Yesus digolongkan termasuk dari antara orang-orang yang durhaka. Yesus (Nabi Isa as) itu orang mulia, utusan Tuhan, Nabi dan Rasul yang dikasihi Allah, dan dia adalah orang yang suci. Sangat tidak wajar jika penulis Alkitab menempatkan Yesus sebagai bagian dari orang-orang yang durhaka.Dapat dipastikan, bahwa semua pendeta atau pastur dan misionaris yang paham Alkitab, mereka mengakui bahwa setiap ayat yang di kurung kurawal, pasti tidak asli atau ayat tambahan. Bahkan dalam beberapa Alkitab, ayat yang di kurung kurawal, seperti itu sudah dihilangkan. Didalam Alkitab, terdapat sekitar 17 (tujuh belas) ayat yang di kurung kurawal, yang diakui ayat sisipan atau tidak asli.
-
Setiap yang terhitung di antara orang-orang durhaka, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus terhitung di antara orang-orang durhaka, berarti Yesus bukan Tuhan.
Jika penulis
Alkitab menempatkan Yesus (Nabi Isa) terhitung diantara orang-orang durhaka,
justru Al Qur’an sangat membela Yesus (Nabi Isa) dengan memuliakannya,
sebagaimana firman-Nya sebagai berikut :
(Jibril) berkata, “Aku hanyalah
utusan Tuhanmu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.”
(Qs 19 Maryami 19).
Perlu diketahui,
kitab suci Al Qur’an yang umumnya tidak diakui oleh umat Kristiani, justru
sangat membela Nabi Isa (Yesus), karena Yesus (Nabi Isa) adalah nabi kami umat
Islam juga. Jadi Al Qur’an membela dan mendudukan Nabi Isa as (Yesus) sesuai
pada porsinya sebagai hamba Allah yang suci.
“Lalu mereka
masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih
duduk disebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut, tetapi orang muda (Malaikat)
itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang
disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada disini. Lihat! Inilah tempat
mereka membaringkan Dia.” (Markus
16:5-6)
Pada ayat
tersebut, malaikat memberi kesaksian bahwa Yesus itu adalah orang Nazaret yang
telah dibangkitkan Tuhan dari kuburnya. Malaikat saja tahu bahwa Yesus bukan
Tuhan, tapi hanyalah manusia biasa yang berasal dari Nazaret. Dan malaikat juga
tahu bahwa Yesus itu dibangkitkan oleh Tuhan dari kuburnya. Ini membuktikan,
Yesus itu bukan Tuhan.
-
Siapapun orang yang berasal dari Nazaret, pasti dia itu adalah manusia, dan bukan Tuhan.
-
Yesus orang dari Nazaret, berarti Yesus itu orang, bukan Tuhan.
-
Setiap yang dibangkitkan Tuhan dari kuburnya, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus dibangkitkan oleh Tuhan dari kuburnya, berarti Yesus bukan Tuhan.
-
Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan yang mana lagi yang membangkitkan diriny dari kubur?
“Sesudah Tuhan
Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk
disebelah kanan Allah.” (Markus
16:19).
Penulis Alkitab
menulis bahwa Yesus terangkat ke sorga lalu duduk disebelah kanan Allah.
Terangkatnya Yesus ke sorga, bukan berarti bahwa dengan kekuatannya sendiri lalu
dia naik dan terbang atau melayang ke langit, lalu duduk disebelah kanannya
Allah. Yang mengangkat beliau (Yesus/Nabi Isa as) ke langit adalah Allah itu
sendiri. Dengan demikian dapat disimpulkan sebagai berikut :
-
Setiap yang diangkat ke surga, pasti yang mengangkatnya, yaitu Tuhan.
-
Yesus di angkat ke surga oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
-
Setiap yang duduk disebelah kanan Tuhan, pasti bukan Tuhan,
-
Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Jika Yesus itu
Tuhan, dan kemudian dia duduk di sebelah kanannya Tuhan, kalau begitu siapa yang
disebelah kirinya itu, Tuhan juga?
“Sesungguhnya
engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah
engaku menamai Dia Yesus.” (Lukas
1:31).
Injil Lukas juga
berbicara tentang nubuat Yesus yang akan dikandung dan dilahirkan oleh wanita.
Tuhan menubuatkan kelahirannya Yesus melalui kandungan seorang wanita yang
bernama Maria. Yang namanya dikandung dan dilahirkan oleh wanita, pasti dia itu
makhluk ciptaan-Nya seorang anak manusia, bukan Tuhan. Tidak mungkin jika Tuhan
yang menubuatkan akan dilahirkan sendiri menjadi manusia yang berproses selama
lebih kurang sembilan bulan.
-
Setiap yang dikandung dan dilahirkan oleh wanita, pastilah manusia, bukan Tuhan.
-
Yesus dikandung dan dilahirkan oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
Nubuat kelahiran
Yesus yang lahir dari Ruh Kudus, juga diceritakan dalam Qs 19:19 seperti yang telah kami kemukakan diatas
tadi.
Al Qur’an
menyebutkan bahwa penciptaan Nabi Isa (Yesus) sama seperti penciptaan Nabi Adam
sebagaimana dinyatakan pada Qs 3 Ali Imran 59
berikut ini :
60. Yesus lahir di
kota nabi Daud
“Hari
ini telah lahir bagimu Juruselamat yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”
(Lukas 2:11)
Ayat tersebut
adalah ucapan dari Malaikat di padang kepada para gembala ternak, yang
mengabarkan bahwa pada hari itu telah lahir telah dilahirkan seorang juruselamat
yang bernama Kristus, Tuhan, di kota Daud.
-
Siapa saja yang dilahirkan di kota Daud, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus dilahirkan di Kota Daud, berarti Yesus bukan Tuhan.
Rasanya ayat
tersebut (Lukas 2:11) tadi, janggal sekali,
sebab bagaimana mungkin Malaikat bisa mengatakan telah lahir Kristus, Tuhan.
Dalam berbagai terjemahan Alkitab yang berbahasa
Inggris, Yesus itu diterjemahkan dengan kata Lord, sementara Tuhan (Allah)
diterjemahkan dengan kata God. Sebenarnya dalam kamus bahasa Inggris, kata Lord
berarti Tuan, bukan Tuhan! Dalam pengertian apa pun kata “Tuan” tidak sama
dengan kata “Tuhan”. Contoh dalam berbagai Alkitab versi bahasa Inggris ayat
tersebut berbunyi sebagai berikut :
Alkitab King James
Version
“For unto you is
born this day in the city of David a Savior, which is Christ the
Lord.”
Alkitab today’s
English Version.
“This very day
in David’s town your Savior was born-Christ the Lord!”
Alkitab
Contemporary English Version.
“This very day
in King David’s hometown a Savior was born for you. He is Christ the
Lord.”
Alkitab Revised
Standard Version mengatakan :
“For to you is
born this day in the city of David a Savior, who is Christ the
Lord.”
Alkitab the
Reader’s Digest Bible :
“For to you is
born this day in the city of David a Savior, who is Christ the
Lord.”
Dari kelima
versi Alkitab bahasa Inggris ini, semuanya menyebut yesus dengan kata “Christ
the Lord,” bukan “Christ the God.” Lord (tuan) sedangkan God (Tuhan).
“Sesungguhnya
perbandingan (kejadian) Isa di sisi Allah adalah seperti (kejadian) Adam. Allah
menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, “Jadilah” maka
jadilah dia.” (Qs 3 Ali Imran 59)
Dari ayat tersebut dapat kita
simpulkan bahwa :
-
Setiap yang dijadikan oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
-
Yesus dijadikan oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar