PENUTUP
ARUS
BALIK
Saat
mau menulis buku ini kami mendapat nasehat dari seorang Kyai, dengan sebuah
hadits yang sering diucapkan para ulama' :
Jangan percaya ahli kitab, dan jangan mengingkari mereka.
Pesan
pertama ini agak sulit kami cerna, karena di satu sisi tidak boleh mempercayai
mereka tapi di sisi lain tidak boleh mengingkari mereka. Setelah melihat
realitas yang ada di depan mata, kami baru memahami isi pesan tersebut. Yaitu
bersikap tegas terhadap propaganda yang menyesatkan umat. Sebagaimana yang
diingatkan oleh Allah pada awal-awal surat al-Qur'an.
Orang-orang Yahudi
dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya) ".
Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahan datang
kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong
bagimu.
Peringatan al-Qur'an ini dibarengi dengan alasan-alasan di dalam surat
al-Baqarah kemudian Ali Imran hingga al-Maidah, yang telah kita singgung pada
awal buku ini. Kemudian pada surat-surat terakhir dari al-Qur'an kita
diperingati lagi dengan ayat yang sangat tegas dan yang mengarah pada sikap
praktis, yaitu di surat Al-Kafirun.
Katakanlah: "Hai orang-orang kafir!"
aku
tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
Dan
kamu bukan penyembah Ilah yang aku sembah
Dan
aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah dan kamu tidak pernah
(pula) menjadi penyembah Ilah yang aku sembah
Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku
Tidak
ada kompromi untuk masalah akidah tauhid sekecil apapun. Namun demikian kita
juga tidak boleh mengingkari keberadaan mereka. Sebab mereka adalah makhluq
Allah juga. Al-Qur'an sendiri melarang sikap membenci dan memusuhi umat lain,
sebagaimana firman Allah Swt. berikut ini :
"Dan jikalau Tuhanmu
menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka
apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang
beriman semuanya". (Yunus, 99).
Namun
begitu kita tidak boleh hanya berhenti di sini saja. Sebab risalah tauhid harus
disebarkan, hanya caranya bukan dengan kebencian dan permusuhan. Cara-cara
hantam kromo sudah ketinggalan jaman, tapi mestinya dengan strategi terencana.
Rasulullah selalu menggunakan pentahapan dalam dakwahnya. Berhasil atau tidak
tergantung kehendak Allah, tapi usaha kita itulah yang akan dinilai, bukan
hasilnya.
Nasehat
Rasulullah yang menempatkan kita pada posisi ditengah (tidak menerima dan tidak
menolak), adalah nasehat untuk berhati-hati dan teliti -lazimnya posisi tengah
diantara dua hal yang bersebrangan-, maka dalam kajian lintas agama sikap
hati-hati dan teliti harus dikedepankan dengan mengacu pada rambu-rambu seperti
"bagimu agamamu dan bagiku agamaku". Jika rambu-rambu itu terlanggar maka kita
wajib bertanya kepada hati kita sendiri, adakah ilmu dari kajian itu membawa
kita pada kedekatan kepada Allah atau malah menjauhkan diri kita dariNya,
jika yang kedua yang terjadi maka lebih baik kita berhenti sampai Allah
menunjukkan jalan yang lebih baik. Hati tidak akan bohong, Rasulullah bahkan
mengulang tiga kali dalam menasehati kita agar selalu bertanya pada
hati.
Setelah
itu beliau mengomentari buku Dr. Robert Morey : "Kamu harus jawab, -beliau
berhenti sebentar- tapi kalau kamu jawab kamu sudah kalah". Nasehat yang kedua
ini tambah sulit dicerna, sampai kami melihat ramainya perdebatan buku the
Islamic Invasion di internet. Ternyata buku tersebut telah disebarkan dalam
beberapa bahasa, buku yang senada berjudul "Islam Unveiled" malah sudah
diterbitkan Paramadina dengan nama pengarang yang hampir sama Robert Spencer.
Buku yang kedua ini lebih argumentatif sehingga mungkin akan dilirik akademisi.
Buku-buku lainnya yang senada juga banyak bahkan dijual bebas dipinggir jalan
dengan harga yang sangat murah. Di sini kami baru memahami pesan agar kita
melihat apa yang tersirat dari yang tersurat. Melihat gencarnya propaganda yang
semacam, maka jika hanya terpaku pada kedua buku tersebut - juga mungkin
propaganda-propaganda lain- maka secara tidak langsung kita sudah
kalah.
Saat
ini dunia Islam secara umum sedang ditampar, difitnah bahkan diinvasi secara
kejam. Sensitifitas masyarakat modern tentu saja menolak prilaku arogan
negara-negara yang mayoritas Kristen tersebut, untuk meredam kemarahan
masyarakat International maka dibuatlah isu anti semit Arab dan Islam dengan
membonceng agama pagan untuk mengatakan orang lain pagan. Pengaruh kepada
masyarakat umum, tidak kami sorot disini, yang penting justru pengaruh terhadap
umat Islam itu sendiri. Mari kita melihat sebentar :
-
Setelah invasi yang mereka lakukan, umat muslim dituduh rasis imperialis? Jika umat muslim hanyut maka sikap `toleran-lugu' yang akan ditunjukkan dengan segala dalil dari al-Qur'an dan hadits tentang kasih sayang, kemudian menyimpan seluruh ayat yang menyuruh kita bertindak adil dan memerangi kedzaliman. Dengan alasan yangsama, menghindari sensitifitas modern yang dipraktekkan dengan standar ganda.
-
Umat Islam dituduh pagan. Tuhan umat muslim, bukanlah Tuhan masyarakat barat agar masyarakat international membenarkan tindakan mereka. Sementara itu umat muslim sibuk mencari jawaban.
-
Setelah itu seluruh isi tong sampah kebencian orientalisme yang pada masa lalu sudah terkubur dibuka kembali untuk disuguhkan kepada umat Muslim -kajian orientalis yang tidak objektif jumlahnya ribuan-. Kalaupun banyak orientalis yang sudah menulis secara jujur, tapi dengan dibukanya kembali sampah kebencian itu, sedikit banyak berpengaruh pada keimanan umat Islam.
-
Kalau tidak disikapi secara proporsional umat muslim akan segera menunjukkan sikap menyerahnya, agar tidak terkena dampak sensitifitas modern, yang mungkin berpengaruh bagi umat muslim yang sudah terkotak-kotak. Kata "teroris" sudah menghilangkan sekian banyak nyawa umat, menghancurkan keimanan sekian juta umat, yang takut tidak diberi pinjaman. Itulah hebatnya isu yang diterapkan dengan standar ganda.
-
Rasulullah dihujat, agar umatnya ragu, sehingga ajarannya dilupakan.
-
Al-Qur'an yang merupakan urat nadi dunia Islam disudutkan dan dimanipulasi agar umat muslim ragu untuk menggunakan pusaka andalannya.
-
Hadits dan riwayat kehidupan nabi didistorsi dan dimanipulasi agar umatnya ragu menggunakan wasiat kedua dari Nabinya.
-
Hati nurani, dan cara pandang umat muslim dikekang dengan isu-isu pluralisme yang tidak ditempatkan pada tempatnya. Sekali lagi, karena takut sensitivitas masyarakat modern.
Maka
kalau kita hanya bisa menjawab saja, berarti kita sudah kalah. Oleh sebab itu
jangan terjebak dengan isu dan isme yang berstandar ganda.
Jawaban materi tetap perlu tapi jawaban sikap lebih dibutuhkan. Maka kalau
mereka bilang Islam mengajarkan jihad? Ya, untuk melawan arogansi seperti yang
mereka lakukan. Islam mengajarkan kasih sayang? Ya, karena sejak dulu umat
muslim bisa berdampingan dengan siapa saja. Justru barat yang tidak bisa, lihat
saja umat Yahudi pun pernah mengalami kekejaman masyarakat pagan ini. Dalam hal
ini agama hanya mereka jadikan alat. Tidak ada minoritas yang tertindas dinegara
mayoritas muslim, tapi justru sebaliknya.
Propaganda menyesatkan seringkali disampaikan secara tersamar, kata-kata
toleransi, hak-hak azasi bahkan yang menyangkut akidah seperti istilah
pluralisme serta isme-isme lain menjadi senjata ampuh untuk menyesatkan umat
Islam.. Untuk meruntuhkan kultur budaya Islami mereka menggunakan senjata
"toleransi" yang diartikan sepihak. Nama dan istilah - sekali lagi- bisa menjadi
momok yang sangat membahayakan tidak hanya akidah dan ajaran tapi bahkan
menyerang umat Islam secara fisik. Sayangnya umat kita sendiri terperosok dengan
sensitivitas modern yang diartikan ganda. Dengan seenaknya satu negara
dihancurkan hanya bermodal kata "teroris" padahal tanahnya dirampas dan dijajah,
warganya dikekang dan nyawanya selalu terancam. Keahlian memanipulasi yang tidak
dapat disaingi oleh bangsa manapun. Jadi siapa sebenarnya yang rasis? Siapa
sebenarnya yang intoleran? Siapa sebenarnya yang imperialis? Siapa sebenarnya
yang TERORIS ?
Toleransi dan keterbukaan umat Muslim yang -kadang terkesan lugu-
seringkali dijadikan sasaran ketidak adilan, dan tindakan sewenang-wenang umat
lain. Lebel "teroris" kini dengan segala cara ditempelkan dikening umat Muslim
bahkan dengan alasan yang sangat dibuat-buat, apalagi yang dianggap menghambat
jalannya `perekrutan' anggota keagamaan umat lain. Di Indonesia sendiri, setiap
ada hajat nasional umat Muslim lebih dulu kena getahnya, entah pembunuhan
karakter atau pembunuhan fisik (isu santet, teroris, konflik di daerah dll),
memang benar Muslim Indonesia adalah mayoritas sehingga kesalahan individu dan
kelompok kecil dari komunitas yang mayoritas ini mungkin saja terjadi, namun
demikian jika memang arahnya adalah nasionalisme maka kata dan istilah yang
menyudutkan agama tertentu tidak perlu dipakai. Anehnya jika ada ide dan usulan
dari kelompok Muslim yang walaupun untuk kepentingan nasional -seperti
undang-undang- segera saja istilah nasionalisme mengganjal aspirasi tersebut.
Bukankah ini standar ganda?
Dalam
buku The Islamic
Invasion halaman 9 (Bab . Pendahuluan), Robert Morey menyebut tentang
perkembangan Agama Islam di Eropa Barat, Britania Raya, Irlandia Utara,
Australia, Amerika Utara dan Amerika Serikat yang amat pesat, dengan
penuturannya antara lain:
-
Contohnya, di Perancis dan Jerman jumlah orang Muslim telah berjuta juta.
-
Di Inggris keadaannya sungguh mengejutkan, disana lebih banyak orang-orang Muslim dari pada orang-orang Metodis bahkan jumlah seluruh umat Muslim di Inggris lebih banyak dari pada orang Kristen Injili. Didanai oleh uang dari hasil sumber minyak Arab yang berlimpah-limpah, orang-orang Muslim membeli gerejagereja Anglikan yang terbengkalai dan memodifikasinya menjadi masjid-masjid sedemikian rupa sehingga kaum Muslim di sana mendeklarasikan bahwa Inggris akan menjadi negara Islam pertama di Eropa.
-
Dalam karya wisata yang kami laksanakan musim gugur 1989, kami melihat bahwa di semua kota-kota besar di Australia terdapat masjid-masjid besar, bahkan di negara bagian Victoria, orang Muslim lebih banyak dari pada orang Kristen gereja Baptis.
-
Di, Amerika Utara terdapat lebih dari 4 juta orang Muslim. Beberapa peneliti menyatakan bahwa jumlah orang Muslim di Amerika Utara lebih banyak dari pada orang Yahudi sehingg menempatkan Islam sebagai agama ke- 2 (dua) terbesar di Amerika Serikat dan Kanada.
-
Lebih dari 500 pusat-pusat kajian telah di bangun di Amerika Serikat.
2/3 (dua per tiga) orang Islam Amerika berasal dari keturunan Arab, sementara yang 1/3 (satu per tiga) terdiri dari berbagai sekte Muslim berkulit hitam.
Saat ini secara resmi jumlah Muslim di Amerika Serikat, lebih banyak dari pada anggota gereja Episcopal.
Pembaca
yang budiman. Demikian tadi uraian Robert Morey. Dalam hal ini kami
sependapat dengan Robert
Morey
bahwa perkembangan Islam di dunia, sangat pesat.
Untuk
mendukung pendapat tersebut kami tampilkan data hasil penelitian perkembangan
agama-agama di dunia selama 50 tahun yaitu dari tahun 1934 sampai dengan tahun
1984, yang dilakukan oleh Keith W Stump; sebagai berikut:1)
A.
Agama-agama yang grafik pekembangannya naik, adalah:
1. Protestan, naik 57%
2. Budha, naik 63%
3. Katholik, naik 70%
4. Hindu, naik 117%
5. Sinto, naik 152%
6. Islam, naik 235%
B.
Agama-agama yang grafik perkembangannya turun, adalah :
1. Yahudi, turun 4%
2. Kong Hu Chu, turun 13%
3. Kristen Otodox, turun
36%
Menurut
Robert
Morey,
orang-orang Islam di Inggris mendeklarasikan bahwa Inggris akan menjadi negara
Islam pertama di Eropa.
Seyogyanya Robert
Morey
mengetahui bahwa. sesungguhnya lebih setengah abad yang lalu telah ada orang
yang meramalkan bahwa Islam bakal diterima oleh masyarakat Eropa. Siapakah orang
itu ? Dia adalah George Bernard Shaw (1856 - 1950), pujangga dan ahli sosialisme
di Inggris. Inilah yang dia katakan:2)
"Seperti Napoleon, sayapun
lebih suka akan ajaran Muhammad. Saya yakin bahwa seluruh emperium Inggris akan
berakhir abad ini. Pribadi Muhammad sangat agung. Saya kagumi dia dan saya
menganut Muhammad dalam pandangan hidupnya. Selain saya menjunjung agama yang
dibawa Muhammad setinggitingginya karena gaya hidup yang mengagumkan dari agama
itu.
Itulah
satu-satunya agama yang nampak memiliki kesanggupan yang sesttai dengan fase -
fase yang berubah - ubah yang dapat menempatkan dirinya pada setiap
masa.
Tidak
ragu lagi bahwa dunia akan memberikan penilaian tinggi tentang ramalan orang
besar seperti saya. Saya telah meramalkan bahwa agama yang dibawa Muhammad patut
diterima oleh Eropa sekarang.
Gereja
- gereja Kristen pada zaman abad pertengahan, karena kejahilan dan kebodohannya,
menggambarkan Islam dalam warna yang paling gelap. Memang mereka dilatih untuk
membenci Muhammad dan agamanya. Bagi mereka, Muhammad adalah dajjal. Saya telah
mempelajari dia (Muhammad), dia adalah seorang laki-laki yang menakjubkan, jauh
daripada dajjal. Dia yang seharusnya disebut juruselamat umat manusia yang
terbesar.
Saya
yakin bahwa apabila orang seperti dia memegang pucuk pimpinan dunia modern
sekarang ini, dia akan membawa kedamaian dan kebahagiaan yang sangat
dihajatkan."
Namun
demikian kenaikan dan penurunan angka pemeluk suatu agama, khususnya dalam
Islam, bukan suatu hal yang harus dibanggakan, apalagi dipaksakan. Kekuasaan dan
Kemulyaan Allah tidak bergantung kepada banyak dan tidaknya orang yang beriman,
sebab keimanan akan kembali kepada manusia itu sendiri. Iman itulah yang akan
menyelamatkan
manusia, baik di
dunia maupun di akhirat.
Buku
The Islamic
Invasion serta buku-buku lain sejenisnya, yang menyerang akidah Islam dengan
sangat keras dan tanpa bukti, memang agak aneh jika muncul pada saat banyak
orientalis mulai menulis secara objektif tentang Islam. Kita tidak tahu secara
pasti, apakah kemunculan buku-buku semacam ini sekedar propaganda pasca
penyerangan ke Irak oleh Amerika dan kroninya, ataukah hanya untuk menyibukkan
umat Islam, ataukah bentuk keputus-asaan akibat ketakutan kehilangan jamaat,
yang ditakutkan lari kepada ajaran lain. Kita tidak tahu mana alasan yang benar,
hanya yang pasti umat Muslim harus pandai menyikapi tindak kedzaliman dengan
sikap bijaksana, setidaknya menjadi cambuk dan penyadar agar umat ini segera
bangun dari tidur yang berkepanjangan.
Dengan
menjadikan ketidak adilan yang diterima sebagai cambuk untuk bangkit, maka kita
bisa bersikap dengan bijaksana. Kebangkitan tidak perlu kita tunggu dari para
pemimpin. Bangun tidur dilakukan oleh setiap individu dengan mengasah kembali
kepedulian sosial dan kepedulian akan umat. Sebab kata nabi bahwa seseorang yang
tidak memperhatikan nasib kaum Muslimin bukanlah dari mereka. Nasib bangsa juga
ditentukan oleh individu, minimal melalui suara. Dari individu merebak
kekeluarga hingga masyarakat sekitar, kemudian meluas, semampu-mungkin. Dengan
begitu, minimal persaudaraan akan tercapai, sebab kepedulian akan
mengesampingkan egoisme individu yang dapat merusak persaudaraan karena merasa
lebih benar dari yang lain.
Orang
boleh tertawa jika ada yang mengajak kembali kepada al-Qur'an dan hadits untuk
mengatasi kesulitan umat, tapi mencibir tanpa bisa membuktikan hanyalah
kesombongan tanpa dasar. Al-Qur'an dan hadits tidak hanya berlaku pada masa
Rasulullah Saw. saja. Kinipun di dalamnya masih banyak yang belum tereksplorasi,
tapi lagi-lagi kita berlebihan hingga memperlakukan al-Qur'an layaknya teks
biasa yang tunduk kepada kemauan pembacanya. Cobalah kita balik pandangan ini
dengan menjadikan kita tunduk pada kemauan al-Qur'an. Mereka yang sangat paham
akan arti kekuatan dari dua pusaka (al-Qur'an dan Hadits) dari mereka yang
mendengki Islam, berusaha dengan gigih agar pusaka tersebut bisa terlepas. Upaya
mengaburkan pandangan umat muslim terhadap kedua pusaka tersebut dilakukan sejak
awal kemunculan Islam, dengan maraknya hadits-hadits Israiliyat. Kini, berpulang
kepada umat Muslim itu sendiri, apakah meninggalkannya dan mengikuti jejak
mereka yang mengganti dan merubah kitab sucinya karena dianggap tidak sesuai
dengan keadaan yang mereka inginkan, ataukah tetap mempertahankan dengan
menggali sebanyak mungkin informasi dan ajaran yang terkandung di dalamnya.
Allah tidak pernah dirugikan dengan segala tingkah laku umatNya, jika ada
umatNya yang berusaha meninggalkanNya, Allah segera menggantikan dengan yang
lain yang memperjuangkan ajaranNya, seperti yang Ia maklumkan dalam firmanNya
Al-Maidah 54.
Memang
agak aneh jika ada seseorang yang semula mencari kelemahan dalam al-Qur'an dan
Hadits, kemudian atas hidayah Allah berbalik berusaha meluruskan hujatan atas
kedua pusaka tersebut. Ini bukan sekedar keanehan karena al-Qur'an mengatakan
seperti itu (seperti logika Robert Morey), tapi ini adalah kenyataan yang
dialami penulis saat menulis buku ini, terlepas apakah kenyataan ini menafsirkan
ayat di atas ataukah sekedar kenyataan yang sering dilakukan oleh seorang
muallaf -seperti lainnya- yang berusaha membela ajaran yang ia yakini
kebenarannya. Namun jika oleh Allah dinilai sebagai penafsiran dari ayat di
atas, adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi kami. Kenyataan semacam ini,
tidak saja terjadi kepada satu atau dua orang saja, tapi mungkin saja berlaku
pada suatu komunitas yang dulu mencari kelemahan al-Qur'an dan al-Hadits, yang
karena bukan kelemahan yang didapatkan, mereka justru mendapat pelajaran yang
sangat berharga untuk kemajuan mereka sendiri. Barat Dengan orientalismenya
telah menggali khazanah Islam - terlepas dari niat awalnya-, dan kini
melanjutkan kajiannya pada hal-hal yang "tidak terlogika", sementara umat muslim
yang mengimport pengetahuan Islam dari mereka hanya mengunggulkan rasionalitas
dan meninggalkan sesuatu yang dikatakan "tak terlogika", umat muslim sendiri
telah tertinggal satu langkah jika memang berkiblat kepada Barat. Maka jangan
heran jika ramalan Bernard Shaw menjadi kenyataan dan kejayaan Islam muncul dari
Eropa -tanpa bermaksud membenci suatu bangsa-, tapi memang Islam bagi semua
bangsa, khususnya bangsa yang mau merubah dirinya sendiri. Maka berlombalomba
dalam kebaikan adalah suatu kepastian bagi mereka yang ingin merubah nasibnya
sendiri.
Maka
bagi saudaraku umat Muslim, membanggakan al-Qur'an dengan al-Hadits tidak cukup
dengan perasaan bangga saja. Tapi membuktikan kebenaran ajarannya adalah salah
satu cara menuju keyakinan dan kemajuan.
WASSALAM...................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar