Rabu, 16 Juli 2014

Islam dihujat (sambutan)

SAMBUTAN


Prof. DR. Din Syamsuddin
Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Saya menyambut gembira terbitnya buku "ISLAM DIHUJAT" karangan Ibu Hj. Irena Handono, Masruchin Yusufi, dan Zainul Muttaqin, jawaban terhadap buku "The Islamic invasion" karya Robert Morey.
 
Tanggapan terhadap berbagai buku yang menghujat Islam, baik yang ditulis oleh para orientalis maupun penulis-penulis fundamentalis keagamaan, sangat penting dan perlu karena kalau buku-buku semacam itu dibiarkan beredar akan merusak citra Islam dan dapat mengganggu kerukunan hidup antar umat beragama.
 
Memang sudah lama sekali para orientalis sebagian dari mereka tidak dapat diingkari memiliki sentimen Islamophobia dan motif untuk mendiskriditkan Islam, menulis buku-buku yang isinya mengkritik Nabi Muhammad, wahyu al Qur'an dan Islam itu sendiri. Mereka mengajukan argumen-argumen artificial yang terkesan akademik, tapi tidak cukup kuat untuk meruntuhkan fakta Islam sebagai agama terakhir yang membawa kebenaran hakiki. Terbukti Islam dapat bertahan dan pemeluk Islam semakin bertambah termasuk di Eropa dan Australia.
 
Sebagai orientalis yang kebetulan juga missionaries itu, ada yang mendiskriditkan Islam secara berlebihan, seperti buku The Islamic Invasion karya Robert Morey yang berusaha menjungkir balikkan ajaran-ajaran Islam. Sayangnya buku itu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan dijadikan sebagai referensi di kalangan kaum Kristiani. Hal ini tentu akan menyebabkan kesalahpahaman terhadap Islam dan bibit-bibit pertentangan antara umat Islam dan kaum Kristiani.
 
Dalam kaitan ini, terbitnya buku tanggapan sangat penting, apalagi dinilai oleh seorang kristolog yang pernah menjadi seorang biarawati. Tentu akan dapat menjelaskan hal yang sebenarnya, termasuk apa dan bagaimana persepsi negatif kaum Kristiani terhadap Islam.
 
Jelas buku ini sangat bermanfaat bagi umat Islam dan masyarakat luas yang ingin mengetahui Islam yang sebenarnya.

 
Jakarta, 7 Nopember 2003.


 
Prof. DR. Nabilah Lubis
Ketua Umum al Majlis al Alami Lil Alimat al Muslimat Indonesia (MAAI)
Majelis Ilmuwan Muslimat se Dunia cobang Indonesia


 
Sejak dahulu, Islam sebagai agama kebenaran dan agama terakhir senantiasa menghadapi serbuan yang tajam dari para musuhnya. Perang salib di abad pertengahan bertujuan untuk menghabiskan dinasti Islam, yang berujung pada awal abad ke 20 dengan keberhasilan mendirikan kekuasaan dalam negara Palestina. Dengan kelemahan yang terjadi di tubuh umat Islam pada periode ini, bangsa Salibi tidak tinggal diam. Dua abad kemudian, mereka melalui para ilmuwannya mulai belajar tentang Islam, seperti akhlak, sifat, sumber kekuatan, sumber kelemahan umat Islam, dan sebagainya. Mereka adakan berbagai diskusi, dan konferensi, untuk menyusun strategi pengkhianatan, dan hasil dari itu diutarakan kepada orang-orang salibi yang membenci Islam. Mereka mulai merencanakan untuk menghancurkan Islam, mengacaukan ajaran - ajarannya, sejarahnya dan tempat - tempat peribadatan. Mereka bentuk segi tiga untuk perpanjangan tangan untuk menghancurkan Islam.
 
Tangan pertama; melalui penjajahan yang bertujuan menghancurkan institusi dan masyarakat Islam di mana pun  berada. Mereka memecah belah negara tersebut menjadi beberapa negara kecil sehingga tidak memiliki kekuatan. Tangan kedua; adalah misionaris dan kristenisasi yang disebarkan di kalangan umat Islam. Mereka memasuki semua lapisan masyarakan dan instansi, mulai dari para pemuda dan pemudi, orang-orang miskin, rumah sakit dan lain sebagainya. Mereka melakukan itu dengan alasan kemanusiaan, seperti mengobati orang sakit, memberi makan fakir-miskin, dan memelihara anak-anak yatim.
 
Tangan ketiga; membentuk para ahli (orientalis) yang mempelajari, mendalami dan menguasai ilmu - ilmu keislaman seperti sejarah Islam, Syariah, Fiqih, Hadits, bahasa Arab dan lain - lain. Setelah itu mereka berusaha memberikan gambaran yang jelek dan tidak benar tentang Islam. Walaupun tidak dipungkiri adanya beberapa orientalis yang bersifat objektif dalam memberikan gambaran tentang Islam, bahkan ada juga diantara mereka yang masuk Islam.
 
Buku The Islamic Invasion ini yang ditulis oleh Robert Morey, adalah termasuk mata rantai kejahatan yang berupaya mengacaukan umat Islam dengan memutarbalikkan fakta dalam Islam, yaitu tentang al - Qur'an dan sosok pribadi Rasulullah saw. Buku ini disebarluaskan (konon katanya untuk kalangan sendiri), dan penuh dengan informasi yang keliru dan merusak gambaran yang sebenarnya tentang Islam. Namun ternyata buku ini sudah tersebar luas, dan banyak orang Islam yang sudah membacanya. Akibatnya, aqidah mereka menjadi rusak. Ini salah satu upaya untuk memudahkan tugas misionaris dan gerakan kristenisasi di seluruh dunia, yaitu dengan merusak dan melemahkan aqidah.
 
Tulisan para orientalis dengan cara memutarbalikkan fakta sangat menyakiti hati umat Islam. Sebagai contoh, ahli sejarah bernama Rafl Linton, yang menulis           buku berjudul  dan dia juga sebagai dosen di Universitas  Yeel, bercerita tentang masa kecil Nabi Muhammad saw.: "Masa kecilnya susah. Karena anak yatim, biasanya pergi untuk tinggal bersama kerabat, dan orang - orang yang menyusui berganti - ganti".
 
Menurut Ralf, Muhammad saw. di masa kecilnya tak punya tempat tinggal tetap, berganti - ganti menumpang. Tentu saja orang yang waras dan membaca sejarah, akan mengetahui kebohongan ini.
 
Tentang pernikahannya saw. dengan Siti Khadijah, dikatakan: `Janda cerai yang men gurusi rumah dagang". Rumah dagang yang dimaksudkan adalah rumah prostitusi.

Ahli sejarah Wels, dari Inggris menulis dalam bukunya  "Keluarga Khadijah marah dan tidak senang dengan pernikahannya dengan Nabi saw". ini sangat berlawanan dengan fakta sejarah. Lebih jauh lagi Wels meragukan usia Sid Khadijah ketika menikah. Dia berkata: "Tidak pasti bahwa isterinya lebih tua dari padanya, meskipun kelihatan banyak sumber menyebutkan bahwa usianya 40 tahun".
 
Tentang sumber agama Islam, wahyu, dikatakan oleh orientalis Henry Masinyah: "Wahyu adalah akibat banyaknya berpuasa, badan lemah, yang mengakibatkan mimpi". Dia juga berkata bahwa: "Tidak diragukan bahwa al - Qur'an bukan semua hasil dari kondisi jiwa, kemungkinan bahwa bagian yang lebih awal mengalami perubahan". Dia melanjutkan: "Tidak diragukan bahwa al - Qur'an adalah refleksi tidak langsung dari pengaruh mazhab - mazhab yang berasal dari agama Yahudi atau Nashrani. Mazhab - mazhab itu cukup banyak pada waktu itu di jazirapat pendahulunya bahwa: "Harus diakui bahwa musuh Muhammad di pihak yang benar ketika menyatakan dia adalah peramal atau penyair" 

Para orientalis hanya menguasai bahasa Arab, tetapi tidak melihat dengan objektif. Mereka umumnya sudah mempunyai ide, kemudian mereka berusaha untuk membuktikannya. Ketika terbukti, tidak diperdulikan kebenarannya, melainkan yang penting pendapat pribadinya.
 
Mereka umumnya mengambil kesimpulan (insdnbat) dari suatu kejadian dan digeneralisasikan. Upaya mereka dalam merusak citra Islam dan sejarahnya terus berlanjut. Coba simak komentar Dr. Mustafa al-Siba'I (alm), bahwa ia mendengar sendiri dari seorang orientalis Inggeris bernama Anderson, bahwa ia (Anderson) tidak meluluskan seorang mahasiswa asal Al-Azhar dalam ujian promosi untuk meraih titel Doktor, disebabkan mahasiswa tersebut menulis tentang Islam dengan bagus. Sementara Anderson mengharapkan tulisan itu dapat memberikan gambaran tentang Islam dengan tidak sesungguhnya.
 
Mereka juga mengagungkan tokoh-tokoh orientalis terdahulu. Mereka menolak jika dikritik seseorang, dan tidak membolehkan bila ada peneliti yang mau mengungkapkan kesalahan mereka.
 
Dr. Amin dari Mesir, ingin menulis tesis tentang kritik karya Shakht dalam "sejarah Fiqh Islam". la meminta orientalis Anderson untuk menjadi promotor. Tetapi Anderson menolak keras. Kemudian Amin pindah ke Universitas Cambridge, namun mereka juga menolak sambil memberi nasihat: "Kalau mau lulus, jangan coba mengkeritik Shakht!". Akhirnya Amin memilih judul lain. Mereka ingin agar karya Shakht tetap sebagaimana adanya, dan karyanya menjadi sumber rujukan yang mapan.
 
Contoh yang paling kuat adalah ditemukannya 350 titik kesalahan dalam terjemahan Al-Qur'an dalam bahasa Prancis Oleh Prof DR Zainab Abdul Aziz, yang beredar luas di Prancis, negara-negara Arab dan Afrika. Terjemahan ini adalah karya seorang orientalis yang bernama Jacques Berque yang sangat akrab dengan ulama Mesir dan ia juga salah seorang anggota dewan bahasa Arab. Prof DR Zainab Abdul Aziz, seorang ahli sastra dan peradaban Prancis dari Universitas Fayum, Mesir terkejut menemukan kesalahan terjemahan Jacques Berque itu. Di antara contoh dari kesalahan tersebut adalah Berque menterjemahkan kata "Rahman" dan "Rahim" dengan kata rahim wanita yang menunjukkan kasih sayang dan cinta. Setelah diperiksa oleh pihakAl-Azhar dan pihakAl-Azhar membentuk panitia khusus untuk meneliti kebenaran penyimpangan tersebut dan meminta kepada DR. Zaenab untuk menterjemahkan al - Qur'an dalam bahasa Prancis dengan lebih teliti dan tepat. Alhamdulillah terjemah ini selesai dan dicetak di Libya 2 tahun lalu.
 
Begitu pula halnya dengan karya Robert Morey, yang memberi gambaran salah tentang Islam. Mereka akan terus mempertahankannya.

Sekarang, apa yang harus kita lakukan?

Umat Islam di Indonesia masih beruntung memiliki seorang intelektual wanita seperti Ibu Hj. Irena Handono yang mempelajari dan menguasai aqidah Nashrani, dan karena keraguannya terhadap aqidah tersebut. la pun mendapatkan petunjuk dan hidayah dari Allah dan kemudian masuk Islam. Ibu Hj. Irena Handono mengetahui kesesatan yang terdapat dalam ajaran Kristen dan berbagai usaha yang dilakukan oleh mereka terhadap umat Islam agar menjadi murtad. Untuk usaha dakwah bil hal, bil hikmah, dan juga dengan penyantunan dapat diberikan kepada ummat. Tetapi, apakah itu cukup?; tentu saja tidak cukup.
 
Menangkis tuduhan Robert Morey adalah salah satu usaha agar informasi yang keliru dan sangat merugikan umat Islam dapat diluruskan. Namun ada beberapa hal yang lebih penting sebagai bahan perhatian bagi para cendikiawan muslim dimana pun berada:
  1. Memberikan jawaban atas tulisan orientalis yang keliru, dan berusaha mengungkapkan kekeliruan dan kesalahan yang ada. Usaha ini dapat dilakukan oleh para pakar muslim yang ikhlas dan amanah, didukung oleh suatu lembaga atau institusi ilmiah.
     
  2. Agar parap akar dapat menulis dan menunjukkan sisi sejarah secara detail dan ilmiah agar generasi sekarang dan generasi yang akan datang dapat mengetahuinya dengan mudah, mendalam dan objektif.
     
  3. Sebaiknya kerika menulis sejarah Islam, lebih ditekankan kepada sisi praktek (amaliah) Islam, menampilkan ibrahnya, keindahan dan kebenarannya, yang patut menjadi teladan dan juga tidak lupa untuk mengangkat lembaran hitam yang pernah terjadi agar mereka dapat mengetahui sunnatullah yang berlaku.
     
  4. Kita harus waspada terhadap pengaruh orientalis di sekolah, universitas dan berbagai kurikulum pendidikan serta media informasi lainnya. Selanjutnya kita harus mampu memberikan gambaran yang benar tentang kurikulum yang islami dan meluruskan informasi tersebut.
     
  5. Kita harus memberikan hal dan porsi yang pantas kepada peninggalan dan budaya kita, di sekolah dan perguruan tinggi, serta menambahkan waktu untuk pelajaran agama dan penambahan aqidah agar menjadi benteng bagi anak - anak dan remaja dalam menangkis segala usaha yang merongrong aqidah.
     
  6. Perlu kita ketahui metode orientalis yang selalu berubah dari zaman ke zaman dalam menyampaikan misinya. Metode mereka yang baru adalah mengadakan konferensi dengan mengatasnamakan Islam dan Kristen atau Islam dan Barat.

Alangkah banyaknya seminar yang mengundang para pembicara ahli tentang Islam clan pakar kristologi agar umat Islam dan umat Nashrani dapat bertemu dalam suatu titik tengah! ! ! .

Apakah ada pertemuan antara aqidah tauhid dan aqidah Salib, dan bahwa Isa adalah tuhan atau anak tuhan atau satu dari ketiga (Trinitas)?

Ketika kaum Nashrani datang ke Madinah, Rasulullah membacakan sebuah ayat al - Qur'an:
 
Artinya:
 
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, rnarilah (berpegang) kepada satu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutuan Dia dengan sesuatupun dan tidak (Pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah" (QS. : Ali Imran 64 )

Sesungguhnya mereka mengetahui hakikat Islam sebagimana mereka mengenali anak - anak mereka. Namun tujuan mereka adalah tipu daya dan makar. Mereka ingin menarik sebanyak - banyaknya orang - orang Islam ke jalan mereka. Maka kita harus waspada!.

Buku ini akan bermakna apabila dibuat dalam edisi berbahasa Inggris sebagai usaha dakwah dan pembelaan terhadap Islam, Nabi saw., serta meluruskan sejarah Islam.


Walhamdulillahi Rabbil'alamin
Jakarta, Oktober 2003


 
Husain Umar
Sekjen Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia
"Ibu Hj. lrena Handono, Semoga Selalu Istiqomah ...!"
 
Kehadiran ibu Irena ditengah-tengah gerakan da'wah adalah sesuatu yang patut disyukuri. Mantan Ketua Legio Maria dan Biarawati ini mengucapkan dua kalimah syahadah pada tahun 1983, dua puluh tahun yang lalu. Melihat latar belakang pendidikan ibu Irena antara lain mengecap pendidikan di Institut Filsafat Theologia Katholik (Seminari agung) dan Universitas Khatolik Atmajaya, menggambarkan betapa kedekatan. Beliau dengan agama Nasrarri (Katholik) yang dipeluknya. Namun dalam hal ini berlakulah kehendak Allah dalam sepotong firmanNya: "maka barang siapa yang dikehendaki Allah untuk diberiNya hidayah, Allah lapangkan dadanya urrtuk menerima Islam....... !"Menyatakan ke-iman-an kepada Allah, Qul amantu billah tsummastqim!
 
Dimana-mana kita menyaksikan perkembangan dan pertumbuhan pemeluk Islam bahkan yang sangat pesat perkembangan di Amerika Serikat dan di Inggris, yang mengucapkan dua kalimah syahadah adalah kalangan intelektual, cendekiawan, kalangan terdidik dan mapan secara ekonomi. Sebaliknya diantara ummat Islam yang berhasi dibujuk dan dimurtadkan (berdasarkan pengalaman dilapangan) adalah saudara-saudara kita yang miskin. Miskin ilmu, miskin pangan, miskin papan, miskin aqidah. Kemiskinan mereka dieksploitasi dan akal sehat mereka dirusak oleh indoktrinitas dan paradigma yang menyesatkan. Semua ini diakibatkan oleh tidak dihormatinya etika penyiaran agama.
 
Umat Islam menginginkan agar etika (kode etik) penyiaran agama dihormati SK dan SKB yang ada dapat ditingkatkan kedudukannya. Bahkan sebagaimana diharapkan oleh MUI, Ormas-Ormas Islam, sudah sangat mendesak perlunya Undang-Undang Kerukunan Hidup Umat Beragama. Namun sejauh ini pihak Nasrani cenderung menolak.
 
Sebaliknya marilah kita renungkan seorang tokoh Protestan dari negeri Belanda Dr. H. Berkhof dalam bukunya : "Sejarah Gereja", cetakan ke 8 hal 321 memandang Indonesia sebagai medan kegiatan Misionaris (Kristenisasi). "Boleh kita simpulkan bahwa Indonesia adalah suatu daerah penyebaran Injil yang diberkati Tuhan dengan hasil yang indah dan besar atas penaburan bibit Firman Tuhan. Jumlah orang Kristen Protestan sudah 13 Juta lebih, akan tetapi jangan kita lupa.... ditengah-tengah 150 juta penduduk !. jadi tugas Zending gereja-gereja muda di benua ini masih luas dan berat. Bukan saja sisa kaum kafir yang tidak seberapa banyak itu, yang perlu mendengar kabar kesukaan, tetapi juga kaum Muslimin yang besar, yang merupakan benteng agama yang sukar sekali dikalahkan oleh pahlawan-pahlawan Injil. Apalagi bukan saja rakyat jelata, lapisan bawah, yang harus ditaklukkan untuk Kristus, tetapi juga dan terutama para Pemimpin masyarakat, kaum cendekiawan, golongan atas dan tengah.
 
Selanjurnya, Paus di Vatikan sebagaimanaa di muat oleh surat kabar Singapura " The Strait Times", 24 Januari 1991 mengeluarkan Fatwa Gerejani atau Redentori Missio atau The Churchs Missionary Mandate, menegaskan pentingnya melakukan kristenisasi terhadap semua bagian dunia (to evangelise in all parts of the world). Termasuk negeri-negeri dimana hukum Islam melarang perpindahan agama. Paus menekankan agar negeri-negeri Islam demikian juga negara­ negara lainnya, segera mencabut peraturan-peraturan yang melarang orang-orang Islam memeluk agama lain. Tanpa menyebut negara-negara secara langsung. Paus menyinggung negara-negara dikawasan Timur Tengah, Afrika dan Asia dimana para missionaries ditolak kehadirannya. Kepada mereka Paus menyerukan: "Bukalah pintu untuk Kristus...!" (open the doors to Crist...!)
 
Bagi seorang muslim tidak ada harta yang lebih mahal yang hendak diwariskan bagi anak cucu keturunannya, melebihi Aqidah Islam.
 
Karena itu da'wah tidak pernah berhenti dari masa ke masa. Tugas kita hanya meneruskan jejak da'wah, jejak Rasulullah, para sahabat, tabi'in dan seterusnya, menyampaikan Risalah Allah. Kita bersama-sama berusaha meninggalkan jejak­jejak itu bagi generasi penerus. Salah seorang yang sedang menelusuri jejak-jejak da'wah itu adalah Ibu Irena Handono.
MA, Abdulrahim Ph.D.
 
Alhamdullilah, segala puji dan puja hanyalah untuk Allah Yang telah menunjuki hamba-hambaNya yang dikehendakiNya sesuai dengan kwalitas hambaNya, Shalawat dan salam bagi rasulNya yang telah menghabiskan umurnya untuk memberikan teladan terbaik untuk hambanya yang paling disayangi olehnya. Dihadapan para pembaca telah tersaji suatu bacaan yang bermutu menyingkapkan rahasia yang sangat bernilai bagi ummat Muhammad dalam menghadapi situasi yang telah berkembang di tanah air kita pada masa ini. Tidak dapat disangkal suatu kenyataan, bahwa bangsa kita telah ditentukan oleh Allah Yang Maha Bijaksana untuk hidup berdampingan dengan saudara-saudara kita yang menganut agama Nasrani, yang menurut ajaran agama kita yang mulia adalah kelompok yang wajib kita hormati sebagai saudara kita sama-sama hamba Allah yang bernaung dibawah agama yang satu, yaitu sama­sama agama yang berasal dari agama Ibrahim AS. Yang mengesakan Allah SWT
 
Kalau terjadi perbedaan disana-sini, itu disebabkan oleh perbedaan penafsiran manusia saja. Kita disuruh oleh Allah mengakui perbedaan-perbedaan itu disamping meyaqini, bahwa agama yang kita anut adalah yang terbaik dalam keyaqinan kita. Sebagai Muslim hanyalah mengakui perbedaan itu ada dan merupakan akibat hukum sejarah yang berjalan berkelindan dengan tabi'at manusia (QS. 2:213)
 
Namun demikan kita wajib memahami dengan tepat akan perbedaan ini dan waspada akan akibat-akibatnya, terutama aspek-aspek negatifnya.
 
Kita para Muslim wajib merasa yakin, bahwa sudah menjadi kewajiban bagi setiap Muslim untuk menghormati hak setiap manusia untuk bebas memilih agama berdasarkan pilihan masing-masing individu tanpa campur tangan manusia lain, karena itu merupakan kehendak Allah SWT Haq setiap manusia untuk memilih agama menuruti kata hatinya sendiri adalah keyakinan kita berdasarkan firman Allah SWT (QS. 33:72). Disamping itu kita juga yakin, bahwa seluruh alam yang bukan manusia ini sudah Islam atas dekrit Allah sendiri (QS. 41 :11)
 
Disamping itu saudara-saudara kita para penganut Kristiani yakin pula, bahwa sebagai pengikut yesus yang beriman wajib bersalah kepada Tuhan jika tidak berusaha menyebarkan ajaran kitab suci mereka kepada seluruh makhluk dimuka bumi ini (Injil. Markus 16:15). Jika perlu untuk melaksanakan ayat ini mereka diizinkan memaksa, sampai membunuh kita yang berani membangkang.
 
Dengan mengetahui ajaran kita sebagai Muslim wajib berusaha membentengi diri dari kemungkinan ini. Jika terlena dengan menganggap ajaran mereka sama saja dengan ajaran agama kita dalam berda`wah, maka jangan heran kalau peristiwa yang terjadi diwaktu Syawal 1999 ditanah Ambon yang lalu, ketika umat Islam yang sedang bershalat Syawwalan diberondong oleh mereka dengan senapan mesin. Mereka sangat menjadikan diri mereka pengikut Jesus, sebagai juru selamat kemanusiaan dari api neraka. Mereka sangat yakin jalan satu­satunya mendekatkan diri kepada Tuhan hanyalah melalui Jesus, juru penyelamat kemanusiaan, yaitu Anak Tuhan yang sengaja dikorbankan ditiang salib dalam rangka menyelamatkan manusia dari dosa yang diperbuat Adam dan Eve (Hawa). Bagi mereka ditembak mati oleh mereka akan lebih baik dari pada masuk neraka nanti diakhirat. Oleh karena itu kita sebagai Muslim wajib sadar betul akan keyakinan saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air di Ambon atau yang baru beberapa hari lalu di Poso itu. Inilah yang diperingatkan Allah SWT didalam surat AI-Baqarah ayat 120. bagi umat yang sering membaca Al-Qur'an kenyataan ini tentu menganggap peringatan Allah ini sudah cukup jelas dan karena itu dia tidak akan heran akan terjadinya peristiwa ini.
 
Dengan mempelajari buku yang saudara pegang ini hal tersebut akan lebih jelas lagi. Adapun penulis buku ini adalah bekas Biarawati yang dengan hidayah Allah SWT telah memeluk agama Islam. Beliau sangat menguasai pikiran dan ajaran Kristen oleh karena itu beliau merasa berkewajiban memperingatkan kita sesama Muslim dan Muslimah akan logika pemeluk agama ini secara tepat, karena itu saya beranggapan, bahwa buku ini sangat perlu dibaca untuk lebih menyadarkan kita yang disayanginya sesama Muslim dan Muslimah.
 
Mudah-mudahan maksud beliau yang suci ini mendapat sambutan dari para pembaca sekalian. Semoga maksud yang ingin dicapai saudara.penulis ini diridhai Allah SWT


Semoga senantiasa Istiqomah.  Amien

 

Dr. H. Bambang Sukamto DMSH Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pembina Mu'allaf (FKLPM)

Segala puji bagi Allah swt yang telah melimpahkan rahmat clan hidayahNya atas kita semua. Shalawat dan Salam kita panjatkan untuk junjungan kita Nabi Muhammad saw, keluarga clan sahabat sahabatnya yang insya Allah akan bertemu dan menjadi penolong kita di yaumil akhir. Amien !
 
Saya menyambut dengan gembira atas terbitnya buku yang ditulis oleh rekan saya Hj. Irena Handono dan kawan kawan sebagai jawaban atau tangkisan dari tulisan yang dibuat oleh golongan yang membenci Islam dan berniat untuk memadamkan Nur Islam dari hati para pengikutnya. Tulisan yang berisi fitnah, pemutarbalikan fakta dan interpretasi negatif terhadap Islam, Al Qur'an dan nabi Muhammad saw semakin banyak beredar melalui berbagai media, tujuannya adalah untuk mendangkalkan akidah dan memurtadkan umat Islam!
 
Penulis yang dahulunya adalah aktivis dari kelompok yang memusuhi Islam, alhamdullilah telah mendapatkan hidayah Illahi dan hijrah ke agama Islam. Predikat muallaf yang biasa dilekatkan pada mereka yang hijrah ke Islam ( Muhajirrin ) seperti halnya penulis dan para muallaf, tidak perlu membuat kecil hati atau rendah diri. Para sahabat Nabi seperti khalifah Umar bin khatab pun seorang muallaf yang sebelumnya sangat memusuhi Islam!
 
Saya dan rekan - rekan mantan non muslim (muallaf / muhajirin) merasa bangga atas aktivitas penulis dalam perjuangan membela agama Islam sehingga patut menyandang sebutan Mujahiddin (pembela agama Islam).
 
Buku ini patut dibaca oleh setiap muslim / muslimah guna memantapkan aqidah dan menangkal upaya - upaya pemurtadan yang semakin gencar belakangan ini. Bila buku
ini jatuh ketangan non muslim, semoga dapat meluruskan pemahaman yang salah terhadap Islam dan insya Allah mendapatkan hidayah Illahi untuk hijrah ke agama yang haq !
 
Akhirul kata, saya sampaikan semboyan dari filsuf Islam Muh. Abduh yaitu "Al Hayatu Aqidatun wal Jihaddun" (Hidup adalah untuk menegakkan aqidah dan berjuang dijalan Allah).

 
Dr. H. Qomari Anwar, MA Rektor UHAMKA Jakarta
 
Allah Subhanahu wa Ta'ala tanpa memerlukan masukan, saran, ataupun pikiran dari siapapun termasuk manusia, dengan iradah dan kehendak-Nya sendiri, serta sifat rahman dan rahim­Nya yang utuh sempurna, menitahkan umat manusia hidup di muka bumi ini dengan dibekali berbagai fasilitas dan potensi yang diperlukan untuk menyembah-Nya.
 
"Aku tidak akan menciptakan jin dan manusia, kecuali agar menyembah-Ku"
 
Sekalipun begitu, manusia masih diberi kebebasan untuk memilih apakah benar-benar mau beriman atau ingkar:
 
"Beritahukan wahai Muhammad, kebenaran itu berasal dari Tuhan kalian, barangsiapa mau beriman silahkan dan barangsiapa mau ingkar juga silahkan". (Q.S. Al Kahfi : 29)
 
Jadi manusia mau beriman atau ingkar terhadap Allah dan kebenaran yang ada, sangat banyak dipengaruhi oleh pilihannya sendiri. Dalam diri mereka telah dilengkapi dua potensi besar yang saling berhadapan, yakni potensi untuk melakukan kebajikan (beriman) dan potensi untuk melakukan kejahatan (ingkar dan maksiat).

"maka Allah mengilhamkan kepada jiwa (manusia) itu, kecenderungan kefasikan dan ketaqwaan" (Q.S. As-Syams:8).

Sikap fasik dan sikap taqwa ini sepanjang sejarah umat manusia terus-menerus berhadapan, bukan hanya antar individu dengan individu lain, akan tetapi juga dalam satu individu itu sendiri. Kenyataan seperti ini terns berlanjut hingga kini, baik dalam skala kecil maupun besar, bahkan termasuk antar bangsa, antar ideologi, antar filsafat, dan terutama antar budaya.
 
Pertarungan budaya dalam bentuk clash of civilization pada abad ke 21 ini semakin nyata dan sulit dihentikan. Dari sekedar perbedaan wacana hingga hal-hal yang lebih jauh dari itu, termasuk juga hal-hal yang praktis dan pragmatis. Sekedar menyebutkan contoh ternyata juga terjadi pada ideologi-ideologi besar dunia, seperti Islam, Kristen, Kapitalisme, dan Komunisme, dan sebagainya.
 
Terbitnya buku ini merupakan respon cerdas secara akademis yang dapat dijadikan bacaan alternatif dalam menjawab berbagai gerakan yang memojokkan Islam dan buku­buku yang telah terbit, seperti buku yang berjudul The Islamic Invasion, karangan Robert Morey. Tentunya buku ini harus bersifat menjawab secara argumentative dari apa yang termuat dalam buku Robert Morey tersebut.
 
Dalam buku tersebut sangat kentara sekali ketakutan penulisnya terhadap Islam sebagai "agama kedua yang terluas dan tercepat penyebarannya di dunia". la menyaksikan pertumbuhan masjid yang menjamur di seluruh Amerika. Karena ketakutan yang berlebih-lebihan terhadap bahaya "invasi Islam" ini, sang penulis ingin membekali umatnya dengan menyajikan apa ajaran Islam itu sebenarnya menurut versinya sendiri yang menyesatkan. Ia ingin membuktikan kepada pembacanya bahwa: `Allah bukan Tuhan-Nya Injil, Muhammad bukan nabi Tuhan, al-Qur'an bukan ucapan Tuhan" (Allah is NOT The God of the Bible, Muhammad was not God's Prophet, The Qoran doesn't contain the words of God).
 
Tidak perlu kita uraikan panjang lebar mengenai argumentasi penulis tentang ketiga hal tersebut. Karena dalam al-Qur'an sendiri memang demikianlah ucapan kaum kafir, terutama pemuka ahl al-Kitab yang dengki, dalam menolak kebenaran Islam yang seterang matahari. Di sini cukuplah contohkan bagaimana pandangannya tentang Islam:

"Tindakan sujud menyembah dalam sembahyang sehari lima kali menghadap Mekah Arabia hanyalah suatu tanda ujud pemaksaan cultural, yang sekaligus merupakan keberadaan imperialisme budaya yang menjiwai Islam"

Dia (Muhammad) mengajar dan mencontohkan kepada murid-muridnya untuk membunuh dan merampok demi nama Allah, dan memaksa orang­orang masuk Islam". (The Islamic Invasion, Robert Morey)

Paragraf-paragraf di atas hanyalah propaganda menyesatkan yang mengesankan ketakutan yang berlebih­lebihan terhadap Islam. Momentumnya bertepatan sekali dengan ketakutan Bush dan orang Amerika terhadap apa yang disebut teroris yang sekarang dikonotasikan dengan Islam. Penulis buku-buku yang bernuansa melemahkan atau menyudutkan Islam (kebenaran) sudah banyak terbit dan mungkin akan semakin banyak lagi. Penulis buku seperti itu boleh jadi disebabkan oleh ketidak tahuan mereka tentang kebenaran Islam, tetapi, juga mungkin secara sengaja untuk meredupkan dan memusuhi Islam. Karena muncul dan berkembangnya kebenaran (Islam) dan kejahatan telah menjadi sunnatullah.
 
Upaya membungkam dan menghentikan gerakan dakwah Islam terjadi dari berbagai arah dan oleh berbagai pihak yang secara diametral berseberangan dengan ajaran tauhid ini, ada yang dari dalam, dari samping, dan juga dari depan. Untuk kasus Indonesia dapat dikelompokkan sebagai berikut: Pertama, invasi pihak zionis-kristen, kedua sekuler-kapitalistik, ketiga dendam komunisme, dan kempat sekulerisme-tradisionalis.
 
Gerakan Kristen di Indonesia mengalami pertumbuhan yang relatif sangat pesat. Kemungkinan hal ini ditopang oleh pengorganisasian yang cukup baik di tingkat lokal, nasional, regional, maupun internasional; pendanaan yang "real and unlimited' ketersediaan SDM yang memadai; dan banyaknya faktor-faktor pendukung lainnya.
 
Terbitnya buku seperti ini secara konsepsional, dapat berfungsi sebagai suatu langkah "perlawanan" yang sangat tepat yang seharusnya diikuti dengan berbagai bentuk lain yang lebih efektif, misalnya: dengan menggencarkan dakwah Islamiyah, meningkatkan kesadaran keberagamaan kaum muslimin, meningkatkan kesejahteraan umat, menyantuni Dakwah Islamiyah dengan dana yang memadai, penyiapan SDM juru dakwah yang handal, memanfaatkan teknologi mutakhir dalam berdakwah, dan mempergunakan posisi strategis dalam kebijakan politik. Hal terakhir ini penting mengingat kegiatan politik sama sekali tidak boleh dipisahkan dengan kegiatan pengharibaan kepada Allah SWT
 
Diantara langkah yang tak kalah pentingnya adalah menumbuhkan minat baca bagi kaum muslimin, terutama bagi generasi muda. karena persoalan minat baca menjadi "penyakit" yang cukup parah bagi kebanyakan kaum muslimin. Untuk ini dibutuhkan distribusi buku yang luas dan merata disamping harga yang terjangkau oleh masyarakat luas.
 
Selain buku ini, jelas masih sangat dibutuhkan buku-buku lain yang berfungsi memetakan posisi umat Islam kontemporer, mengetahui berbagai rencana musuh-musuh Islam, gerakan pemantapan aqidah umat Islam, dan menghadapi penyerangan yang dilakukan orang lain terhadap kaum muslimin.
 
Yang pasti stamina keimanan harus terus dijaga dan komitmen jihad harus terus disuburkan. Sehingga tidak ada kata bosan, malas, apalagi takut dalam menghadapi makar musuh­musuh Islam. Karena bagi seorang mukmin, pantang untuk bertekuk lutut pada musuh-musuh Allah.
 
Sekali lagi, umat Islam telah menerima amanah untuk membaca, merenungkan, memahami, melaksanakan, memperjuangkan, dan mendakwahkan (mempromosikan) ajaran Islam yang "rahmatan lilalamid' ini dengan berbagai upaya cerdas dan positif demi tegak dan terwujudnya kehidupan dunia yang damai, harmonis, adil, makmur, sejahtera mendapat ridha Allah, SWT

 
Jakarta, 20 Oktober 2003


 
Drs. H.M.Anwar R. Prawira, MA Ketua Ta'mir Masjid Agung AI-Azhar Jakarta

 
Para pembaca yang bijak.
 
Apa yang ditulis oleh ibu Dra. Hj. Irena Handono ini merupakan jawaban yang tegas terhadap tulisan Robert Morey yang berjudul THE ISLAMIC INVASION, ibu Hj. Irena Handono, Dkk mencoba menjawabnya dengan tulisan yang berjudul ISLAM DIHUJAT MENJAWAB BUKU THE ISLAMIC INVASION KARYA ROBERT MOREY Tulisan ini cukup mewakili pendapat kalangan muslim. Kalau saja kaum muslim mau menghujat INJIL yang ada sekarang, niscaya dapat disusun buku tiga kali lebih tebal dari bukunya Robert Morey. Tetapi dalam ajaran Islam ada batasan moral, dimana seorang tokoh atau sosok yang dihormati, atau "tuhan" yang disembah oleh suatu kaum tidak boleh (haram) dicaci, diejek atau dihina. Allah berfirman dalam Al-Qur' an sebagai berikut :

"Janganlah kamu caci orang-orang yang berdo'a kepada selain Allah (karena dapat menyebabkan), mereka mencaci Allah secara berlebihan tanpa pengetahuan. " (QS. Al-An'am 6: 108)

Karena itulah maka segenap kaum muslimin dimanapun mereka berada dan dizaman apapun mereka hidup tidak pemah dan tidak akan menghina sesembaahan atau tuhan suatu golongan. Lebih-lebih lagi terhadap Yesus yang menjadi sesembahan umat Kristiani, karena Yesus itu sendiri (Nabi Isa AS) adalah sosok manusia suci yang wajib dihormati dan diimani dengan setulus hati. Jadi tidak mungkin orang Islam menghina "Yesus" seperti Robert Morey menghina Nabi Muhammad SAW.
 
Sejarah telah membuktikan bahwa tidak pernah ada pemerintahan yang Islami atau suatu negara yang mayoritas penduduknya beragam Islam yang memaksa penduduk yang beragama lain memeluk agama Islam, atau berlaku kasar terhadap mereka, atau membunuh mereka jika tidak memeluk agama Islam bahkan mencela saja pun Nabi Muhammad melarang keras, seperti dalam sabdanya:

"Siapa yang menyakiti kaum Zimmi (kaum non Islam yang hidup di negeri Islam) berarti ia menyakiti aku"

Robert Morey begitu teganya menghina, mencaci, dan mengata-ngatai Nabi Muhammad, sosok yang sangat dihormati dan dimuliakan oleh segenap kaum muslimin diseluruh dunia dengan cara yang kotor. Kalau Robert Morey mempunyai agama yang menyakini bahwa injil adalah kitab seucinya yang dianggap autentik, itu adalah hak asasinya dan saya tidak menaruh keberatan apapun terhadap keyakinannya. Begitu juga jika ia menolak atau tidak mempercayai Al-Qur'an sama sekali tidak merugikan saya dan Umat Islam. Ajaran Islam telah menjelaskan:

Barang siapa yang mau percaya silahkan, dan barang siapa yang menalak (kufur) juga silahkan (QS. 18:29)

Tetapi manakala Robert Morey mengusik AI-Qur'an sebagai kitab suci yang ia ragukan keasliannya dengan alasan hafalan para sahabat Nabi Muhammad yang terbatas, dan ia juga mengakui adanya catatan wahyu oleh para sahabat selagi Nabi masih hidup, dengan logika apa Robert Morey menyakini keaslian kitab Injil yang ada sekarang. Padahal kitab itu baru dibakukan / dikodifikasikan lebih dari 300 tahun setelah Yesus tiada (Injil dibakukan / dikodifikasikan pada konsili Nicea tahun 325 M), sebagai bukti autentik bahwa Al-Qur'an itu dapat dihafal orang secara penuh, sekarang ini di Indonesia banyak anak umur 15 tahun sudah hafal Al-Qur'an seluruhnya 30 Juz, silahkan Robert Morey datang ke Indonesia atau negeri Islam yang lain untuk mengetes hafalan mereka. Kalau saja yang sudah terbelakang 1400 tahun, bisa menghafalnya, mengapa pada awalnya yang langsung mendengar dari Nabi Muhammad kok malah diragukan hafalannya ? Saya malah meragukan apakah ada diantara tokoh Kristen seperti Pendeta, Pastur, Biarawati, Penginjil, Uskup dan Paus dan lain-lain, yang hafal kitab injil secara penuh ? jika tidak, Injil itulah yang seharusnya Robert Morey meragukan keasliannya. Sebab kalau itu benar-benar wahyu Allah pasti mudah dihafal. Allah sendiri yang menjamin kemudahan itu dengan firman Nya dalam Al-Quran :

Sungguh telah Ku mudahkan Al-Qur'an itu untuk diingat bagi arang yang mau mengingatnya (menghafalnya). (QS. 54:17)

Jaminan Allah itu sekarang telah menjadi kenyataan yang sejelas-jelasnya seperti jelasnya matahari disiang hari. Itu membuktikan bahwa Al-Qur'an itu benar-benar wahyu.
 
Agaknya Robert Morey sulit mempertahankan logikanya secara logis. Sekali lagi saya mengusik kepercayaan Robert Morey, sebab hal itu adalah hak asasi manusia yang paling dalam. Yang saya pertanyakan adalah tata pikirnya yang tidak logis, yang dengan itu ia menyerang dan mencaci-maki Nabi Muhammad pembawa Agama Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar