SAMBUTAN
Prof. DR. Din
Syamsuddin
Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Saya menyambut gembira
terbitnya buku "ISLAM DIHUJAT"
karangan Ibu Hj. Irena Handono, Masruchin Yusufi, dan Zainul Muttaqin, jawaban
terhadap buku "The Islamic invasion" karya Robert Morey.
Tanggapan terhadap berbagai buku yang menghujat Islam, baik yang ditulis oleh para
orientalis maupun penulis-penulis fundamentalis keagamaan, sangat penting dan
perlu karena kalau buku-buku semacam itu dibiarkan beredar akan merusak citra
Islam dan dapat mengganggu kerukunan hidup antar umat beragama.
Memang sudah lama sekali para orientalis sebagian dari mereka
tidak dapat diingkari memiliki sentimen Islamophobia dan motif untuk
mendiskriditkan Islam, menulis buku-buku yang isinya mengkritik Nabi Muhammad,
wahyu al Qur'an dan Islam itu sendiri. Mereka mengajukan argumen-argumen
artificial yang terkesan akademik, tapi tidak cukup kuat untuk meruntuhkan fakta
Islam sebagai agama terakhir yang membawa kebenaran hakiki. Terbukti Islam dapat
bertahan dan pemeluk Islam semakin bertambah termasuk di Eropa dan
Australia.
Sebagai orientalis yang kebetulan juga missionaries itu, ada yang
mendiskriditkan Islam secara berlebihan, seperti buku The Islamic
Invasion karya
Robert Morey yang
berusaha menjungkir balikkan ajaran-ajaran Islam. Sayangnya buku itu
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh pihak yang tidak bertanggung jawab
dan dijadikan sebagai referensi di kalangan kaum Kristiani. Hal ini tentu akan
menyebabkan kesalahpahaman terhadap Islam dan bibit-bibit pertentangan antara
umat Islam dan kaum Kristiani.
Dalam kaitan ini, terbitnya buku tanggapan sangat
penting, apalagi dinilai oleh seorang kristolog yang pernah menjadi seorang biarawati. Tentu akan
dapat menjelaskan hal yang sebenarnya, termasuk apa dan bagaimana persepsi
negatif kaum Kristiani terhadap Islam.
Jelas buku ini sangat bermanfaat bagi umat
Islam dan masyarakat luas yang ingin
mengetahui Islam yang sebenarnya.
Prof. DR. Nabilah Lubis
Ketua Umum al
Majlis al Alami Lil Alimat al Muslimat Indonesia (MAAI)
Majelis Ilmuwan Muslimat se Dunia cobang Indonesia
Majelis Ilmuwan Muslimat se Dunia cobang Indonesia
Sejak dahulu, Islam sebagai agama kebenaran dan agama terakhir
senantiasa menghadapi serbuan yang tajam dari para musuhnya. Perang salib di
abad pertengahan bertujuan untuk menghabiskan dinasti Islam, yang berujung pada
awal abad ke 20 dengan keberhasilan mendirikan kekuasaan dalam negara Palestina.
Dengan kelemahan yang terjadi di tubuh umat Islam pada periode ini, bangsa
Salibi tidak tinggal diam. Dua abad kemudian, mereka melalui para ilmuwannya
mulai belajar tentang Islam, seperti akhlak, sifat, sumber kekuatan, sumber
kelemahan umat Islam, dan sebagainya. Mereka adakan berbagai diskusi, dan
konferensi, untuk menyusun strategi pengkhianatan, dan hasil dari itu diutarakan
kepada orang-orang salibi yang membenci Islam. Mereka mulai merencanakan untuk
menghancurkan Islam, mengacaukan ajaran - ajarannya, sejarahnya dan tempat -
tempat peribadatan. Mereka bentuk segi tiga untuk perpanjangan tangan untuk
menghancurkan Islam.
Tangan pertama; melalui penjajahan yang bertujuan menghancurkan institusi dan masyarakat
Islam di mana pun berada. Mereka memecah belah negara tersebut menjadi beberapa
negara kecil sehingga tidak memiliki kekuatan. Tangan kedua; adalah misionaris
dan kristenisasi yang disebarkan di kalangan umat Islam. Mereka memasuki semua
lapisan masyarakan dan instansi, mulai dari para pemuda dan pemudi, orang-orang
miskin, rumah sakit dan lain sebagainya. Mereka melakukan itu dengan alasan
kemanusiaan, seperti mengobati orang sakit, memberi makan fakir-miskin, dan
memelihara anak-anak yatim.
Tangan ketiga; membentuk para ahli (orientalis)
yang mempelajari, mendalami dan
menguasai ilmu - ilmu keislaman seperti sejarah Islam, Syariah, Fiqih, Hadits,
bahasa Arab dan lain - lain. Setelah itu mereka berusaha memberikan gambaran
yang jelek dan tidak benar tentang Islam. Walaupun tidak dipungkiri adanya
beberapa orientalis yang bersifat objektif dalam memberikan gambaran tentang
Islam, bahkan ada juga diantara mereka yang masuk Islam.
Buku The Islamic
Invasion ini yang
ditulis oleh Robert Morey,
adalah termasuk mata rantai kejahatan yang berupaya mengacaukan umat Islam
dengan memutarbalikkan fakta dalam Islam, yaitu tentang al - Qur'an dan sosok
pribadi Rasulullah saw. Buku ini disebarluaskan (konon katanya untuk kalangan
sendiri), dan penuh dengan informasi yang keliru dan merusak gambaran yang
sebenarnya tentang Islam. Namun ternyata buku ini sudah tersebar luas, dan
banyak orang Islam yang sudah membacanya. Akibatnya, aqidah mereka menjadi
rusak. Ini salah satu upaya untuk memudahkan tugas misionaris dan gerakan
kristenisasi di seluruh dunia, yaitu dengan merusak dan melemahkan
aqidah.
Tulisan para orientalis dengan cara memutarbalikkan
fakta sangat menyakiti hati umat Islam.
Sebagai contoh, ahli sejarah bernama Rafl Linton, yang menulis buku
berjudul dan dia juga sebagai dosen di Universitas Yeel, bercerita tentang
masa kecil Nabi Muhammad saw.: "Masa kecilnya susah. Karena anak yatim, biasanya
pergi untuk tinggal bersama kerabat, dan orang - orang yang menyusui berganti -
ganti".
Menurut Ralf, Muhammad saw. di masa kecilnya tak punya tempat tinggal tetap,
berganti - ganti menumpang. Tentu saja orang yang waras dan membaca sejarah,
akan mengetahui kebohongan ini.
Tentang pernikahannya saw. dengan Siti Khadijah, dikatakan: `Janda cerai
yang men gurusi rumah dagang". Rumah dagang yang dimaksudkan adalah rumah
prostitusi.
Ahli sejarah Wels, dari Inggris menulis dalam bukunya
"Keluarga Khadijah marah dan tidak senang dengan
pernikahannya dengan Nabi saw". ini
sangat berlawanan dengan fakta sejarah. Lebih jauh lagi Wels meragukan usia Sid Khadijah ketika menikah. Dia berkata: "Tidak
pasti bahwa isterinya lebih tua dari padanya, meskipun kelihatan banyak sumber
menyebutkan bahwa usianya 40 tahun".
Tentang sumber agama Islam, wahyu, dikatakan oleh orientalis Henry
Masinyah: "Wahyu adalah akibat banyaknya berpuasa, badan lemah, yang
mengakibatkan mimpi". Dia juga berkata bahwa: "Tidak diragukan bahwa al - Qur'an
bukan semua hasil dari kondisi jiwa, kemungkinan bahwa bagian yang lebih awal
mengalami perubahan". Dia melanjutkan: "Tidak diragukan bahwa al - Qur'an adalah
refleksi tidak langsung dari pengaruh mazhab - mazhab yang berasal dari agama
Yahudi atau Nashrani. Mazhab - mazhab itu cukup banyak pada waktu itu di
jazirapat pendahulunya bahwa: "Harus diakui bahwa musuh Muhammad di pihak yang
benar ketika menyatakan dia adalah peramal atau penyair"
Para orientalis hanya menguasai bahasa Arab, tetapi tidak melihat dengan objektif. Mereka
umumnya sudah mempunyai ide, kemudian mereka berusaha untuk membuktikannya.
Ketika terbukti, tidak diperdulikan kebenarannya, melainkan yang penting
pendapat pribadinya.
Mereka umumnya mengambil kesimpulan (insdnbat) dari
suatu kejadian dan digeneralisasikan. Upaya mereka dalam merusak citra
Islam dan sejarahnya terus berlanjut.
Coba simak komentar Dr. Mustafa al-Siba'I (alm), bahwa ia mendengar sendiri dari
seorang orientalis Inggeris bernama Anderson, bahwa ia (Anderson) tidak
meluluskan seorang mahasiswa asal Al-Azhar dalam ujian promosi untuk meraih
titel Doktor, disebabkan mahasiswa tersebut menulis tentang Islam dengan bagus.
Sementara Anderson mengharapkan tulisan itu dapat memberikan gambaran tentang
Islam dengan tidak sesungguhnya.
Mereka juga mengagungkan tokoh-tokoh orientalis
terdahulu. Mereka menolak jika dikritik seseorang, dan tidak membolehkan bila
ada peneliti yang mau mengungkapkan
kesalahan mereka.
Dr. Amin dari Mesir, ingin menulis tesis tentang
kritik karya Shakht dalam "sejarah Fiqh Islam". la meminta orientalis Anderson
untuk menjadi promotor. Tetapi Anderson menolak keras. Kemudian Amin pindah ke
Universitas Cambridge, namun mereka juga menolak sambil memberi nasihat: "Kalau
mau lulus, jangan coba mengkeritik Shakht!". Akhirnya Amin memilih judul lain.
Mereka ingin agar karya Shakht tetap sebagaimana adanya, dan karyanya menjadi
sumber rujukan yang mapan.
Contoh yang
paling kuat adalah ditemukannya 350 titik kesalahan dalam terjemahan Al-Qur'an
dalam bahasa Prancis Oleh Prof DR Zainab Abdul Aziz, yang beredar luas di
Prancis, negara-negara Arab dan Afrika. Terjemahan ini adalah karya seorang
orientalis yang bernama Jacques Berque yang sangat akrab dengan ulama Mesir dan
ia juga salah seorang anggota dewan bahasa Arab. Prof DR Zainab Abdul Aziz,
seorang ahli sastra dan peradaban Prancis dari Universitas Fayum, Mesir terkejut
menemukan kesalahan terjemahan Jacques Berque itu. Di antara contoh dari
kesalahan tersebut adalah Berque menterjemahkan kata "Rahman" dan "Rahim" dengan
kata rahim wanita yang menunjukkan kasih sayang dan cinta. Setelah diperiksa
oleh pihakAl-Azhar dan pihakAl-Azhar membentuk panitia khusus untuk meneliti
kebenaran penyimpangan tersebut dan meminta kepada DR. Zaenab untuk
menterjemahkan al - Qur'an dalam bahasa Prancis dengan lebih teliti dan tepat.
Alhamdulillah terjemah ini selesai dan dicetak di Libya 2 tahun
lalu.
Begitu pula halnya dengan karya Robert Morey, yang memberi gambaran salah tentang
Islam. Mereka akan terus mempertahankannya.
Sekarang, apa yang harus kita
lakukan?
Umat Islam di Indonesia masih beruntung memiliki seorang
intelektual wanita seperti Ibu Hj. Irena Handono yang mempelajari dan menguasai
aqidah Nashrani, dan karena keraguannya terhadap aqidah tersebut. la pun mendapatkan petunjuk dan hidayah dari Allah dan
kemudian masuk Islam. Ibu Hj. Irena Handono mengetahui kesesatan yang terdapat
dalam ajaran Kristen dan berbagai usaha yang dilakukan oleh mereka terhadap umat
Islam agar menjadi murtad. Untuk usaha dakwah bil hal, bil hikmah, dan juga
dengan penyantunan dapat diberikan kepada ummat. Tetapi, apakah itu cukup?;
tentu saja tidak cukup.
Menangkis tuduhan Robert Morey adalah salah satu usaha agar informasi
yang keliru dan sangat merugikan umat Islam dapat diluruskan. Namun ada beberapa
hal yang lebih penting sebagai bahan perhatian bagi para cendikiawan muslim
dimana pun berada:
-
Memberikan jawaban atas tulisan orientalis yang keliru, dan berusaha mengungkapkan kekeliruan dan kesalahan yang ada. Usaha ini dapat dilakukan oleh para pakar muslim yang ikhlas dan amanah, didukung oleh suatu lembaga atau institusi ilmiah.
-
Agar parap akar dapat menulis dan menunjukkan sisi sejarah secara detail dan ilmiah agar generasi sekarang dan generasi yang akan datang dapat mengetahuinya dengan mudah, mendalam dan objektif.
-
Sebaiknya kerika menulis sejarah Islam, lebih ditekankan kepada sisi praktek (amaliah) Islam, menampilkan ibrahnya, keindahan dan kebenarannya, yang patut menjadi teladan dan juga tidak lupa untuk mengangkat lembaran hitam yang pernah terjadi agar mereka dapat mengetahui sunnatullah yang berlaku.
-
Kita harus waspada terhadap pengaruh orientalis di sekolah, universitas dan berbagai kurikulum pendidikan serta media informasi lainnya. Selanjutnya kita harus mampu memberikan gambaran yang benar tentang kurikulum yang islami dan meluruskan informasi tersebut.
-
Kita harus memberikan hal dan porsi yang pantas kepada peninggalan dan budaya kita, di sekolah dan perguruan tinggi, serta menambahkan waktu untuk pelajaran agama dan penambahan aqidah agar menjadi benteng bagi anak - anak dan remaja dalam menangkis segala usaha yang merongrong aqidah.
-
Perlu kita ketahui metode orientalis yang selalu berubah dari zaman ke zaman dalam menyampaikan misinya. Metode mereka yang baru adalah mengadakan konferensi dengan mengatasnamakan Islam dan Kristen atau Islam dan Barat.
Alangkah banyaknya seminar yang mengundang para pembicara ahli tentang Islam
clan pakar kristologi agar umat Islam dan umat Nashrani dapat bertemu dalam
suatu titik tengah! ! ! .
Apakah ada pertemuan antara aqidah tauhid dan aqidah
Salib, dan bahwa Isa adalah tuhan atau anak tuhan atau satu dari ketiga
(Trinitas)?
Ketika kaum Nashrani datang ke Madinah, Rasulullah
membacakan sebuah ayat al -
Qur'an:
Artinya:
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, rnarilah (berpegang)
kepada satu kalimat (ketetapan) yang
tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali
Allah dan tidak kita persekutuan Dia dengan sesuatupun dan tidak (Pula) sebagian
kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah" (QS. : Ali Imran 64 )
Sesungguhnya mereka mengetahui hakikat Islam sebagimana mereka mengenali anak - anak mereka.
Namun tujuan mereka adalah tipu daya dan makar. Mereka ingin menarik sebanyak -
banyaknya orang - orang Islam ke jalan mereka. Maka kita harus
waspada!.
Buku ini akan bermakna apabila dibuat dalam edisi
berbahasa Inggris sebagai usaha dakwah dan pembelaan terhadap Islam, Nabi saw., serta
meluruskan sejarah Islam.
Walhamdulillahi
Rabbil'alamin
Jakarta,
Oktober 2003
Husain
Umar
Sekjen Dewan Da'wah Islamiyah
Indonesia
"Ibu Hj. lrena Handono, Semoga Selalu Istiqomah
...!"
Kehadiran ibu Irena
ditengah-tengah gerakan da'wah adalah
sesuatu yang patut disyukuri. Mantan Ketua Legio Maria dan Biarawati ini
mengucapkan dua kalimah syahadah pada tahun 1983, dua puluh tahun yang lalu.
Melihat latar belakang pendidikan ibu Irena antara lain mengecap pendidikan di
Institut Filsafat Theologia Katholik (Seminari agung) dan Universitas Khatolik
Atmajaya, menggambarkan betapa kedekatan. Beliau dengan agama Nasrarri
(Katholik) yang dipeluknya. Namun dalam hal ini berlakulah kehendak Allah dalam
sepotong firmanNya: "maka barang siapa yang dikehendaki Allah untuk diberiNya
hidayah, Allah lapangkan dadanya urrtuk menerima Islam....... !"Menyatakan
ke-iman-an kepada Allah, Qul amantu billah tsummastqim!
Dimana-mana kita menyaksikan perkembangan
dan pertumbuhan pemeluk Islam bahkan
yang sangat pesat perkembangan di Amerika Serikat dan di Inggris, yang
mengucapkan dua kalimah syahadah adalah kalangan intelektual, cendekiawan,
kalangan terdidik dan mapan secara ekonomi. Sebaliknya diantara ummat Islam yang
berhasi dibujuk dan dimurtadkan (berdasarkan pengalaman dilapangan)
adalah saudara-saudara kita yang miskin. Miskin ilmu, miskin pangan, miskin
papan, miskin aqidah. Kemiskinan mereka dieksploitasi dan akal sehat mereka
dirusak oleh indoktrinitas dan paradigma yang menyesatkan. Semua ini diakibatkan
oleh tidak dihormatinya etika penyiaran agama.
Umat Islam
menginginkan agar etika (kode etik) penyiaran agama dihormati SK dan SKB yang
ada dapat ditingkatkan kedudukannya. Bahkan sebagaimana diharapkan oleh MUI,
Ormas-Ormas Islam, sudah sangat mendesak perlunya Undang-Undang Kerukunan Hidup
Umat Beragama. Namun sejauh ini pihak Nasrani cenderung menolak.
Sebaliknya marilah kita renungkan seorang tokoh
Protestan dari negeri Belanda Dr. H.
Berkhof dalam bukunya : "Sejarah Gereja", cetakan ke 8 hal 321 memandang
Indonesia sebagai medan kegiatan Misionaris (Kristenisasi). "Boleh kita
simpulkan bahwa Indonesia adalah suatu
daerah penyebaran Injil yang diberkati Tuhan dengan hasil yang indah dan besar
atas penaburan bibit Firman Tuhan. Jumlah orang Kristen Protestan sudah 13 Juta
lebih, akan tetapi jangan kita lupa.... ditengah-tengah 150 juta penduduk !.
jadi tugas Zending gereja-gereja muda di benua ini masih luas dan berat. Bukan
saja sisa kaum kafir yang tidak seberapa banyak itu, yang perlu mendengar kabar
kesukaan, tetapi juga kaum Muslimin yang besar, yang merupakan benteng agama
yang sukar sekali dikalahkan oleh pahlawan-pahlawan Injil. Apalagi bukan saja
rakyat jelata, lapisan bawah, yang harus ditaklukkan untuk Kristus, tetapi juga
dan terutama para Pemimpin masyarakat, kaum cendekiawan, golongan atas dan
tengah.
Selanjurnya, Paus di Vatikan sebagaimanaa di muat
oleh surat kabar Singapura "
The Strait Times",
24 Januari 1991 mengeluarkan Fatwa Gerejani atau Redentori Missio
atau The Churchs Missionary Mandate,
menegaskan pentingnya melakukan kristenisasi terhadap semua bagian dunia (to
evangelise in all parts of the world). Termasuk negeri-negeri dimana hukum
Islam melarang perpindahan agama. Paus menekankan agar negeri-negeri Islam
demikian juga negara negara lainnya, segera mencabut peraturan-peraturan yang
melarang orang-orang Islam memeluk agama lain. Tanpa menyebut negara-negara
secara langsung. Paus menyinggung negara-negara dikawasan Timur Tengah, Afrika
dan Asia dimana para missionaries
ditolak kehadirannya. Kepada mereka Paus menyerukan: "Bukalah pintu untuk
Kristus...!" (open the doors to Crist...!)
Bagi seorang muslim tidak ada harta yang lebih mahal yang hendak diwariskan bagi anak
cucu keturunannya, melebihi Aqidah Islam.
Karena itu da'wah tidak pernah berhenti dari masa ke masa. Tugas
kita hanya meneruskan jejak da'wah, jejak Rasulullah, para sahabat, tabi'in dan
seterusnya, menyampaikan Risalah Allah. Kita bersama-sama berusaha meninggalkan
jejakjejak itu bagi generasi penerus. Salah seorang yang sedang menelusuri
jejak-jejak da'wah itu adalah Ibu Irena Handono.
MA, Abdulrahim Ph.D.
Alhamdullilah, segala puji dan puja hanyalah untuk
Allah Yang telah
menunjuki hamba-hambaNya yang dikehendakiNya sesuai dengan kwalitas hambaNya,
Shalawat dan salam bagi rasulNya yang telah menghabiskan umurnya untuk
memberikan teladan terbaik untuk hambanya yang paling disayangi olehnya.
Dihadapan para pembaca telah tersaji suatu bacaan yang bermutu menyingkapkan
rahasia yang sangat bernilai bagi ummat Muhammad dalam menghadapi situasi yang
telah berkembang di tanah air kita pada masa ini. Tidak dapat disangkal suatu
kenyataan, bahwa bangsa kita telah ditentukan oleh Allah Yang Maha Bijaksana
untuk hidup berdampingan dengan saudara-saudara kita yang menganut agama
Nasrani, yang menurut ajaran agama kita yang mulia adalah kelompok yang wajib
kita hormati sebagai saudara kita sama-sama hamba Allah yang bernaung dibawah
agama yang satu, yaitu samasama agama yang berasal dari agama Ibrahim AS. Yang
mengesakan Allah SWT
Kalau terjadi perbedaan disana-sini, itu disebabkan oleh
perbedaan penafsiran manusia saja. Kita disuruh oleh Allah mengakui perbedaan-perbedaan
itu disamping meyaqini, bahwa agama yang kita anut adalah yang terbaik dalam
keyaqinan kita. Sebagai Muslim hanyalah mengakui perbedaan itu ada dan merupakan
akibat hukum sejarah yang berjalan berkelindan dengan tabi'at manusia (QS.
2:213)
Namun demikan kita wajib memahami dengan tepat akan
perbedaan ini dan waspada akan akibat-akibatnya, terutama aspek-aspek
negatifnya.
Kita para
Muslim wajib merasa yakin, bahwa sudah menjadi kewajiban bagi setiap Muslim
untuk menghormati hak setiap manusia untuk bebas memilih agama berdasarkan
pilihan masing-masing individu tanpa campur tangan manusia lain, karena itu
merupakan kehendak Allah SWT Haq setiap manusia untuk memilih agama menuruti
kata hatinya sendiri adalah keyakinan kita berdasarkan firman Allah SWT (QS.
33:72). Disamping itu kita juga yakin, bahwa seluruh alam yang bukan manusia ini
sudah Islam atas dekrit Allah sendiri (QS. 41 :11)
Disamping itu saudara-saudara kita para penganut
Kristiani yakin pula, bahwa sebagai pengikut yesus yang beriman wajib bersalah kepada
Tuhan jika tidak berusaha menyebarkan ajaran kitab suci mereka kepada seluruh
makhluk dimuka bumi ini (Injil. Markus 16:15). Jika perlu untuk melaksanakan
ayat ini mereka diizinkan memaksa, sampai membunuh kita yang berani
membangkang.
Dengan mengetahui ajaran kita sebagai Muslim wajib berusaha
membentengi diri dari kemungkinan ini. Jika terlena dengan menganggap ajaran
mereka sama saja dengan ajaran agama kita dalam berda`wah, maka jangan heran
kalau peristiwa yang terjadi diwaktu Syawal 1999 ditanah Ambon yang lalu, ketika
umat Islam yang sedang bershalat Syawwalan diberondong oleh mereka dengan
senapan mesin. Mereka sangat menjadikan diri mereka pengikut Jesus, sebagai juru
selamat kemanusiaan dari api neraka. Mereka sangat yakin jalan satusatunya
mendekatkan diri kepada Tuhan hanyalah melalui Jesus, juru penyelamat
kemanusiaan, yaitu Anak Tuhan yang sengaja dikorbankan ditiang salib dalam
rangka menyelamatkan manusia dari dosa yang diperbuat Adam dan Eve (Hawa). Bagi
mereka ditembak mati oleh mereka akan lebih baik dari pada masuk neraka nanti
diakhirat. Oleh karena itu kita sebagai Muslim wajib sadar betul akan keyakinan
saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air di Ambon atau yang baru beberapa
hari lalu di Poso itu. Inilah yang diperingatkan Allah SWT didalam surat AI-Baqarah ayat 120. bagi umat yang sering membaca
Al-Qur'an kenyataan ini tentu menganggap peringatan Allah ini sudah cukup jelas
dan karena itu dia tidak akan heran akan terjadinya peristiwa
ini.
Dengan mempelajari buku yang saudara pegang ini hal tersebut
akan lebih jelas lagi. Adapun penulis buku ini adalah bekas Biarawati yang
dengan hidayah Allah SWT telah memeluk agama Islam. Beliau sangat menguasai
pikiran dan ajaran Kristen oleh karena itu beliau merasa berkewajiban
memperingatkan kita sesama Muslim dan Muslimah akan logika pemeluk agama ini
secara tepat, karena itu saya beranggapan, bahwa buku ini sangat perlu dibaca
untuk lebih menyadarkan kita yang disayanginya sesama Muslim dan
Muslimah.
Mudah-mudahan maksud beliau yang suci ini mendapat
sambutan dari para pembaca sekalian. Semoga maksud yang ingin dicapai
saudara.penulis ini diridhai Allah SWT
Dr. H. Bambang
Sukamto DMSH
Ketua Forum
Komunikasi Lembaga Pembina Mu'allaf (FKLPM)
Segala puji bagi Allah swt yang telah melimpahkan
rahmat clan hidayahNya atas kita semua. Shalawat dan Salam kita panjatkan untuk
junjungan kita Nabi Muhammad saw, keluarga clan sahabat sahabatnya yang insya
Allah akan bertemu dan menjadi penolong kita di yaumil akhir. Amien
!
Saya menyambut dengan gembira atas terbitnya buku
yang ditulis oleh
rekan saya Hj. Irena Handono dan kawan kawan sebagai jawaban atau tangkisan dari
tulisan yang dibuat oleh golongan yang membenci Islam dan berniat untuk
memadamkan Nur Islam dari hati para pengikutnya. Tulisan yang berisi fitnah,
pemutarbalikan fakta dan interpretasi negatif terhadap Islam, Al Qur'an dan nabi
Muhammad saw semakin banyak beredar melalui berbagai media, tujuannya adalah
untuk mendangkalkan akidah dan memurtadkan umat Islam!
Penulis yang dahulunya adalah aktivis dari kelompok yang
memusuhi Islam, alhamdullilah telah mendapatkan hidayah Illahi dan hijrah ke
agama Islam. Predikat muallaf yang biasa dilekatkan pada mereka yang hijrah ke
Islam ( Muhajirrin ) seperti halnya penulis dan para muallaf, tidak perlu
membuat kecil hati atau rendah diri. Para sahabat Nabi seperti khalifah Umar
bin khatab pun
seorang muallaf yang sebelumnya sangat memusuhi Islam!
Saya dan rekan - rekan mantan non muslim (muallaf / muhajirin)
merasa bangga atas aktivitas penulis dalam perjuangan membela agama Islam
sehingga patut menyandang sebutan Mujahiddin (pembela agama
Islam).
Buku ini patut dibaca oleh setiap muslim / muslimah guna
memantapkan aqidah dan menangkal upaya - upaya pemurtadan yang semakin gencar
belakangan ini. Bila buku
ini jatuh ketangan non muslim, semoga dapat meluruskan
pemahaman yang salah terhadap Islam dan insya Allah mendapatkan hidayah Illahi
untuk hijrah ke agama yang haq !
Akhirul kata, saya sampaikan semboyan dari filsuf
Islam Muh. Abduh
yaitu "Al Hayatu Aqidatun wal Jihaddun" (Hidup adalah untuk menegakkan aqidah
dan berjuang dijalan Allah).
Dr. H. Qomari Anwar,
MA Rektor UHAMKA Jakarta
Allah Subhanahu wa Ta'ala tanpa
memerlukan masukan, saran, ataupun pikiran dari siapapun termasuk manusia,
dengan iradah dan kehendak-Nya sendiri, serta sifat rahman dan rahimNya yang
utuh sempurna, menitahkan umat manusia hidup di muka bumi ini dengan dibekali
berbagai fasilitas dan potensi yang diperlukan untuk
menyembah-Nya.
"Aku tidak akan menciptakan
jin dan manusia, kecuali agar
menyembah-Ku"
Sekalipun begitu, manusia masih
diberi kebebasan untuk memilih apakah benar-benar mau beriman atau ingkar:
"Beritahukan wahai Muhammad, kebenaran itu berasal
dari Tuhan kalian, barangsiapa mau beriman silahkan dan barangsiapa mau ingkar
juga silahkan". (Q.S. Al Kahfi :
29)
Jadi manusia mau beriman atau
ingkar terhadap Allah dan kebenaran yang
ada, sangat banyak dipengaruhi oleh pilihannya sendiri. Dalam diri mereka telah
dilengkapi dua potensi besar yang saling berhadapan, yakni potensi untuk
melakukan kebajikan (beriman) dan potensi untuk melakukan kejahatan (ingkar dan
maksiat).
"maka Allah
mengilhamkan kepada jiwa (manusia) itu, kecenderungan kefasikan dan ketaqwaan"
(Q.S. As-Syams:8).
Sikap fasik dan sikap taqwa ini
sepanjang sejarah umat manusia terus-menerus berhadapan, bukan hanya antar
individu dengan individu lain, akan
tetapi juga dalam satu individu itu sendiri. Kenyataan seperti ini terns
berlanjut hingga kini, baik dalam skala kecil maupun besar, bahkan termasuk
antar bangsa, antar ideologi, antar filsafat, dan terutama antar
budaya.
Pertarungan budaya dalam bentuk
clash of civilization pada abad ke 21 ini semakin nyata dan sulit dihentikan. Dari
sekedar perbedaan wacana hingga hal-hal yang lebih jauh dari itu, termasuk juga
hal-hal yang praktis dan pragmatis. Sekedar menyebutkan contoh ternyata juga
terjadi pada ideologi-ideologi besar dunia, seperti Islam, Kristen, Kapitalisme,
dan Komunisme, dan sebagainya.
Terbitnya buku ini merupakan
respon cerdas secara akademis yang dapat
dijadikan bacaan alternatif dalam menjawab berbagai gerakan yang memojokkan
Islam dan bukubuku yang telah terbit, seperti buku yang berjudul
The Islamic
Invasion, karangan
Robert Morey. Tentunya buku ini harus bersifat menjawab secara
argumentative dari apa yang termuat dalam buku Robert Morey
tersebut.
Dalam buku tersebut sangat
kentara sekali ketakutan penulisnya terhadap Islam sebagai "agama kedua yang terluas dan tercepat
penyebarannya di dunia". la menyaksikan pertumbuhan masjid yang menjamur di
seluruh Amerika. Karena ketakutan yang berlebih-lebihan terhadap bahaya "invasi
Islam" ini, sang penulis ingin membekali umatnya dengan menyajikan apa ajaran
Islam itu sebenarnya menurut versinya sendiri yang menyesatkan. Ia ingin
membuktikan kepada pembacanya bahwa: `Allah bukan Tuhan-Nya Injil, Muhammad
bukan nabi Tuhan, al-Qur'an bukan ucapan Tuhan" (Allah is NOT The God of the Bible, Muhammad was not
God's Prophet, The Qoran doesn't contain the words of
God).
Tidak perlu kita uraikan
panjang lebar mengenai argumentasi penulis tentang ketiga hal tersebut. Karena
dalam al-Qur'an sendiri memang demikianlah ucapan kaum kafir, terutama pemuka
ahl al-Kitab yang dengki, dalam menolak
kebenaran Islam yang seterang matahari. Di sini cukuplah contohkan bagaimana
pandangannya tentang Islam:
"Tindakan sujud menyembah dalam sembahyang sehari
lima kali menghadap Mekah Arabia
hanyalah suatu tanda ujud pemaksaan cultural, yang sekaligus merupakan
keberadaan imperialisme budaya yang menjiwai Islam"
Dia (Muhammad) mengajar dan mencontohkan kepada murid-muridnya
untuk membunuh dan merampok demi nama Allah, dan memaksa orangorang masuk
Islam". (The Islamic Invasion, Robert
Morey)
Paragraf-paragraf di atas hanyalah propaganda menyesatkan yang
mengesankan ketakutan yang berlebihlebihan terhadap Islam. Momentumnya
bertepatan sekali dengan ketakutan Bush dan orang Amerika terhadap apa yang
disebut teroris yang sekarang dikonotasikan dengan Islam. Penulis buku-buku yang
bernuansa melemahkan atau menyudutkan Islam (kebenaran) sudah banyak terbit dan
mungkin akan semakin banyak lagi. Penulis buku seperti itu boleh jadi disebabkan
oleh ketidak tahuan mereka tentang kebenaran Islam, tetapi, juga mungkin secara
sengaja untuk meredupkan dan memusuhi Islam. Karena muncul dan berkembangnya
kebenaran (Islam) dan kejahatan telah menjadi sunnatullah.
Upaya membungkam dan menghentikan gerakan dakwah
Islam terjadi
dari berbagai arah dan oleh berbagai pihak yang secara diametral berseberangan
dengan ajaran tauhid ini, ada yang dari dalam, dari samping, dan juga dari
depan. Untuk kasus Indonesia dapat dikelompokkan sebagai berikut: Pertama,
invasi pihak zionis-kristen, kedua sekuler-kapitalistik, ketiga dendam
komunisme, dan kempat sekulerisme-tradisionalis.
Gerakan Kristen di Indonesia mengalami
pertumbuhan yang relatif sangat pesat. Kemungkinan hal ini ditopang oleh
pengorganisasian yang cukup baik di tingkat lokal, nasional, regional, maupun
internasional; pendanaan yang "real and
unlimited' ketersediaan SDM yang memadai; dan banyaknya faktor-faktor
pendukung lainnya.
Terbitnya buku seperti ini secara konsepsional, dapat
berfungsi sebagai suatu langkah "perlawanan" yang sangat tepat yang seharusnya
diikuti dengan berbagai bentuk lain yang lebih efektif, misalnya: dengan
menggencarkan dakwah Islamiyah, meningkatkan kesadaran keberagamaan kaum
muslimin, meningkatkan kesejahteraan umat, menyantuni Dakwah Islamiyah dengan
dana yang memadai, penyiapan SDM juru dakwah yang handal, memanfaatkan teknologi
mutakhir dalam berdakwah, dan mempergunakan posisi strategis dalam kebijakan
politik. Hal terakhir ini penting mengingat kegiatan politik sama sekali tidak
boleh dipisahkan dengan kegiatan pengharibaan kepada Allah SWT
Diantara langkah yang tak kalah pentingnya adalah
menumbuhkan minat baca bagi kaum muslimin, terutama bagi generasi muda. karena
persoalan minat baca menjadi "penyakit" yang cukup parah bagi kebanyakan kaum
muslimin. Untuk ini dibutuhkan distribusi buku yang luas dan merata disamping
harga yang terjangkau oleh masyarakat luas.
Selain buku ini, jelas masih sangat dibutuhkan buku-buku
lain yang
berfungsi memetakan posisi umat Islam kontemporer, mengetahui berbagai rencana
musuh-musuh Islam, gerakan pemantapan aqidah umat Islam, dan menghadapi
penyerangan yang dilakukan orang lain terhadap kaum muslimin.
Yang pasti
stamina keimanan harus terus dijaga dan komitmen jihad harus terus disuburkan.
Sehingga tidak ada kata bosan, malas, apalagi takut dalam menghadapi makar
musuhmusuh Islam. Karena bagi seorang mukmin, pantang untuk bertekuk lutut pada
musuh-musuh Allah.
Sekali lagi, umat Islam telah menerima
amanah untuk membaca, merenungkan, memahami, melaksanakan, memperjuangkan, dan
mendakwahkan (mempromosikan) ajaran Islam yang "rahmatan lilalamid' ini dengan
berbagai upaya cerdas dan positif demi tegak dan terwujudnya kehidupan dunia
yang damai, harmonis, adil, makmur, sejahtera mendapat ridha Allah,
SWT
Jakarta, 20
Oktober 2003
Drs. H.M.Anwar R. Prawira,
MA Ketua Ta'mir Masjid Agung AI-Azhar
Jakarta
Para pembaca yang bijak.
Apa
yang ditulis oleh
ibu Dra. Hj. Irena Handono ini merupakan jawaban yang tegas terhadap tulisan
Robert
Morey yang berjudul
THE ISLAMIC
INVASION, ibu Hj. Irena Handono,
Dkk mencoba menjawabnya dengan tulisan yang berjudul ISLAM DIHUJAT MENJAWAB BUKU THE ISLAMIC INVASION KARYA ROBERT
MOREY Tulisan ini
cukup mewakili pendapat kalangan muslim. Kalau saja kaum muslim mau menghujat
INJIL yang ada sekarang, niscaya dapat disusun buku tiga kali lebih tebal dari
bukunya Robert Morey. Tetapi dalam ajaran Islam ada batasan moral, dimana
seorang tokoh atau sosok yang dihormati, atau "tuhan" yang disembah oleh suatu
kaum tidak boleh (haram) dicaci, diejek atau dihina. Allah berfirman dalam
Al-Qur' an sebagai berikut :
"Janganlah kamu caci
orang-orang yang berdo'a kepada selain Allah (karena dapat menyebabkan), mereka
mencaci Allah secara berlebihan tanpa pengetahuan. " (QS. Al-An'am 6: 108)
Karena itulah maka segenap kaum muslimin dimanapun mereka
berada dan dizaman apapun mereka hidup tidak pemah dan tidak akan menghina
sesembaahan atau tuhan suatu golongan. Lebih-lebih lagi terhadap Yesus
yang menjadi
sesembahan umat Kristiani, karena Yesus itu sendiri (Nabi Isa AS) adalah sosok
manusia suci yang wajib dihormati dan diimani dengan setulus hati. Jadi tidak
mungkin orang Islam menghina "Yesus" seperti Robert Morey menghina Nabi Muhammad
SAW.
Sejarah telah membuktikan bahwa tidak pernah ada
pemerintahan yang
Islami atau suatu negara yang mayoritas penduduknya beragam Islam yang memaksa
penduduk yang beragama lain memeluk agama Islam, atau berlaku kasar terhadap
mereka, atau membunuh mereka jika tidak memeluk agama Islam bahkan mencela saja
pun Nabi Muhammad melarang keras, seperti dalam sabdanya:
"Siapa yang menyakiti kaum Zimmi (kaum non
Islam yang hidup di negeri Islam) berarti ia menyakiti aku"
Robert Morey
begitu teganya menghina, mencaci, dan mengata-ngatai Nabi Muhammad, sosok yang
sangat dihormati dan dimuliakan oleh segenap kaum muslimin diseluruh dunia
dengan cara yang kotor. Kalau Robert Morey mempunyai agama yang menyakini bahwa
injil adalah kitab seucinya yang dianggap autentik, itu adalah hak asasinya dan
saya tidak menaruh keberatan apapun terhadap keyakinannya. Begitu juga jika ia
menolak atau tidak mempercayai Al-Qur'an sama sekali tidak merugikan saya dan
Umat Islam. Ajaran Islam telah menjelaskan:
Barang siapa
yang
mau percaya silahkan, dan barang siapa yang menalak (kufur) juga silahkan
(QS. 18:29)
Tetapi manakala Robert Morey mengusik AI-Qur'an
sebagai kitab suci yang ia ragukan keasliannya dengan alasan hafalan para
sahabat Nabi Muhammad yang terbatas, dan ia juga mengakui adanya catatan wahyu
oleh para sahabat selagi Nabi masih hidup, dengan logika apa Robert Morey
menyakini keaslian kitab Injil yang ada sekarang. Padahal kitab itu baru
dibakukan / dikodifikasikan lebih dari 300 tahun setelah Yesus tiada (Injil
dibakukan / dikodifikasikan pada konsili Nicea tahun 325 M), sebagai bukti
autentik bahwa Al-Qur'an itu dapat dihafal orang secara penuh, sekarang ini di
Indonesia banyak anak umur 15 tahun sudah hafal Al-Qur'an seluruhnya 30 Juz,
silahkan Robert Morey datang ke Indonesia atau negeri Islam yang lain untuk
mengetes hafalan mereka. Kalau saja yang sudah terbelakang 1400 tahun, bisa
menghafalnya, mengapa pada awalnya yang langsung mendengar dari Nabi Muhammad
kok malah diragukan hafalannya ? Saya malah meragukan apakah ada diantara tokoh
Kristen seperti Pendeta, Pastur, Biarawati, Penginjil, Uskup dan Paus dan
lain-lain, yang hafal kitab injil secara penuh ? jika tidak, Injil itulah yang
seharusnya Robert Morey meragukan keasliannya. Sebab kalau itu benar-benar wahyu
Allah pasti mudah dihafal. Allah sendiri yang menjamin kemudahan itu dengan
firman Nya dalam Al-Quran :
Sungguh telah
Ku
mudahkan Al-Qur'an itu untuk diingat bagi arang yang mau mengingatnya
(menghafalnya). (QS.
54:17)
Jaminan Allah itu sekarang telah menjadi
kenyataan yang sejelas-jelasnya seperti jelasnya matahari disiang hari. Itu
membuktikan bahwa Al-Qur'an itu benar-benar wahyu.
Agaknya
Robert
Morey sulit mempertahankan logikanya secara logis. Sekali lagi saya mengusik
kepercayaan Robert Morey, sebab hal itu adalah hak asasi manusia yang paling
dalam. Yang saya pertanyakan adalah tata pikirnya yang tidak logis, yang dengan
itu ia menyerang dan mencaci-maki Nabi Muhammad pembawa Agama Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar